
...****************...
"Om macan siapa yang Masyitah maksud?", tanya Farhan untuk memastikan.
" Hmm,,, om macan yang biasanya ikut sama kak Wulan, om macan biasanya keluar waktu kak Wulan lagi sendirian", jelas Masyitah.
Seperti yang diperkirakan oleh Farhan, 'om macan' yang dimaksud oleh Masyitah adalah khodam miliknya yang ada di dalam gelang tasbih Ukhty Wulan. Farhan tidak heran jika Masyitah bisa melihat sosok khodam itu, mungkin saja Masyitah memang anak istimewa yang bisa melihat makhluk tak kasar mata yang tidak bisa dilihat oleh orang biasa.
"Hm,,, Masyitah kapan ketemu sama om macan?", tanya Farhan.
" Nggak setiap hari Masyitah ketemu sama om macan,,, tapi biasanya om macan keluar waktu kak Wulan lagi duduk sendirian di taman Pondok ", jelas Masyitah.
" Tapii,, waktu kak Wulan lagi sama temen temen nya pasti om macan nggak keluar,, om macan kayak ngawasin kak Wulan dari jauh waktu kak Wulan lagi sama temen temen nya", lanjut Masyitah turun dari pangkuan Farhan.
Setelah mendengar penjelasan dari Masyitah, Farhan tidak merasa kawatir sama sekali. Karena tujuan Farhan memberikan gelang tasbih berisikan khodam darinya, supaya bisa menjaga Ukhty Wulan dari gangguan jahat, khususnya gangguan dari Ustadz Rendy.
"Hmm,,, Masyitah pernah ngobrol sama om macan nggak?", tanya Farhan iseng.
__ADS_1
" Nggak pernaah,,, Masyitah takut, om macan serem, tapi baik", jawab Masyitah.
Jawaban dari Masyitah malah membuat Farhan tersenyum dan tertawa kecil,,,
...****************...
Hari menjelang siang, dan kini pertandingan final pun akan segera dimulai. Pertandingan final akan mempertemukan murid dari Ustadz Rendy dan murid Ustadz Ahmad.
......
"Mulai!! "
Tanpa membuang waktu lagi, pertandingan final pun telah dimulai sesaat setelah sang wasit mengucapkan "mulai".
...----------------...
" Rohman,,, menurut mu siapa yang menang?"
__ADS_1
"Hmm,,, seperti nya murid dari Ustadz Rendy yang menang, dari semua murid nya yang maju mulai dari babak penyisihan sampai final sekarang ini,,, hanya satu murid nya itulah yang mampu bertahan sampai akhir".
Di dalam tempat sembunyinya, Rohman dan Syafi'i sedang mengawasi pertandingan final itu sesuai arahan dari Farhan.
Rohman dan Syafi'i dipertemukan di dalam sebuah group Pondok, yang tak lain adalah group Hadroh Ponpes Miftahul Huda. Mulanya Farhan lah yang membawa Rohman untuk ikut bermain hadroh, walau awal nya tidak mau tapi akhirnya Rohman pun ikut Farhan untuk bermain hadroh, karena berfikir hal itu bisa membuat dirinya dengan Farhan bisa menjadi semakin dekat.
Memang benar Rohman bisa selalu bersama dengan Farhan waktu latihan hadroh, dan perlahan lahan mulai berkenalan dengan personil hadroh lainnya, termasuk Syafi'i.
Rohman yang perdiam dan jarang bicara saat berkumpul dengan orang lain, tapi karena sudah masuk ke group hadroh Rohman mesti harus berkomunikasi dengan baik.
Dan bahkan sampai sekarang kedekatan Rohman dan Syafi'i kembali erat walau sudah beberapa tahun berpisah. Dan merasa ada ikatan dengan Rohman, waktu Syafi'i berada di luar Pondok ia selalu memikirkan keadaan Rohman.
Syafi'i mulai curiga dengan sikap Rohman saat pertama kali bertemu, Rohman seperti tidak terlalu bersemangat dan tidak terlalu bahagia waktu bertemu dengan nya. Walau sudah lama tidak di Pondok, tapi Syafi'i juga mendengar semua berita tentang Pondok nya.
Syafi'i tidak tahu masalah apa yang menimpa Rohman sampai di hukum dan dicabut status nya di Pondok, walau sekarang Rohman sudah mendapatkan kembali gelar Ustadz nya, tapi masih tidak terlihat bahagia dimata Syafi'i.
Apalagi waktu Syafi'i membicarakan tentang Ustadz Rendy, Rohman memang selalu menasihati Syafi'i untuk tidak membicarakan keburukan orang lain, tapi di sisi lain Rohman juga tidak bisa melupakan kejadian yang menimpa nya itu. Syafi'i pun mulai yakin bahwa Ustadz Rendy lah dalang dibalik semua ini, yang membuat Rohman tidak bersemangat lagi sebanyak hampir 80 persen.
__ADS_1