Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Usaha Ustadzah Rinjani


__ADS_3

...****************...


Pertandingan kedua pun telah usai, dan pertandingan tersebut memberikan kemenangan kepada Ustadz Andi karena telah mengalahkan Ustadz Ahmad. Tapi hati Ustadz Andi tidak puas, ia hanya fokus untuk bisa melawan dan mengalahkan Ustadz Rendy, itu adalah tujuannya selama ini.


Tidak berlama lama lagi, pertandingan ketiga pun akan segera di mulai. Pertandingan ketiga adalah pertandingan antara Ustadz Rendy melawan Ustadzah Rinjani.


Walau tahu bahwa dirinya tidak bisa mengalahkan Ustadz Rendy, tapi Ustadzah Rinjani juga tidak ingin langsung menyerah, ia ingin berusaha untuk bisa mengimbangi kemampuan dari Ustadz Rendy.


Karena Ustadz Rendy dan Ustadzah Rinjani telah siap di posisi nya masing masing, wasit pun juga telah siap...


"Mulai!! "


Pertandingan ketiga pun telah di mulai, dan serangan pertama langsung diluncurkan oleh Ustadzah Rinjani. Tapi seperti dugaan Ustadzah Rinjani, serangan nya ditangkis Ustadz Rendy dengan sangat baik. Dan dimulai lah pertandingan yang seru antara Ustadz Rendy melawan Ustadzah Rinjani.


...****************...


...*Tempat Persembunyian*...


"Hm,, sekarang giliran Ustadzah Rinjani yang melawan Ustadz Rendy, aku harap Ustadzah Rinjani bisa bertahan lebih lama dalam menghadapi Ustadz Rendy", ucap Rohman.

__ADS_1


Karena merasa tidak ada sautan dari Syafi'i, Rohman pun perlahan melihat ke samping kanan nya dan melihat Syafi'i sedang fokus memperhatikan pertandingan tersebut.


"Rohman, nama Ustadzah itu siapa tadi?, Rinjani ya?", tanya Syafi'i tanpa menoleh ke arah Rohman dan fokus melihat lapangan.


" Hm,,, iya nama Ustadzah Rinjani, kenapa, kamu suka sama dia?", tanya Rohman.


"Hmm,,, mungkin", jawab Syafi'i mulai melihat ke arah Rohman sambil sedikit tersenyum di balik sorban nya.


" Yaah nggak ada yang ngelarang juga sih kalau kamu suka sama Ustadzah Rinjani, kamu sama dia kayaknya sama sama jutek kan,,, ", ucap Rohman.


" Apa sih", ketus Syafi'i.


...----------------...


Tapi menjelang pertandingan besar kali ini, Ustadzah Rinjani telah berlatih keras untuk bisa mengalahkan Ustadz Rendy. Tapi kecil kemungkinan untuk bisa mengalahkan Ustadz Rendy, tapi Ustadzah Rinjani cukup senang karena bisa bertarung melawan Ustadz Rendy dengan durasi waktu cukup lama kali ini.


Walaupun begitu, sekarang sudah mulai terlihat bahwa Ustadzah Rinjani mulai kelelahan karena kekuatan nya terkuras banyak untuk melawan Ustadz Rendy, sedangkan Ustadz Rendy masih sangat prima dan terlihat santai sambil sesekali memasang kuda kuda.


"Ustadzah Rinjani memang salah satu Ustadzah hebat Pondok, Ustadzah Rinjani bisa melawan saya dengan waktu cukup lama, saya hargai itu", ucap Ustadz Rendy.

__ADS_1


" Terima kasih Ustadz Rendy, tapi Ustadz Rendy juga tidak bisa saya kalahkan dengan mudah, tapi saya masih mau mencoba,, ", jawab Ustadzah Rinjani.


" Silakan,, ", ucap Ustadz Rendy memasang kuda kuda siap kembali bertarung.


Setelah sedikit percakapan antara Ustadz Rendy dan Ustadzah Rinjani, pertandingan pun kembali di mulai...


...----------------...


"Ustadzah Rinjani sepertinya sudah mulai kelelahan dan sudah tidak ada tenaga untuk melanjutkan pertandingan, bagaimana menurut mu Syafi'i?", ucap Rohman mengamati pertandingan dengan fokus.


.......


Tapi lagi lagi tidak ada sahutan dari Syafi'i, saat Rohman melihat ke samping kanan nya untuk melihat Syafi'i, tapi malah Syafi'i tidak ada di samping kanan nya, saat melihat ke samping kiri nya Rohman juga tidak menemukan Syafi'i.


Saat Rohman sedang panik mencari Syafi'i yang tidak ada di dekat nya, ia mendengar suara para santri yang ramai di lapangan. Saat melihat apa yang membuat para santri menjadi ramai dan sedikit bersorak, Rohman semakin terkejut karena Syafi'i sedang berjalan menuju ke tengah lapangan.


"Astaghfirullah Hal'adzim,,, Syafi'i!! ".


Rohman pun langsung keluar dari tempat sembunyi nya dan langsung berlari menghampiri Syafi'i.

__ADS_1


__ADS_2