Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Keluarga Ku


__ADS_3

...****************...


Dan kini Syifa sudah berdiri tepat di depan pintu sebuah bangunan yang jaraknya lumayan jauh ke dalam Pondok, dan dengan santainya Farhan juga mengikuti Syifa sampai ke bangunan itu.


"Aku nggak nyangka orang ini amatir banget dalam menggunakan ilmu nya", ucap Farhan.


...----------------...


" Baiklah gadis kecil,,, datanglah pada kuu!!!! "


Dari dalam bangunan itu langsung terdengar suara orang yang sedang mendekat ke arah pintu untuk keluar, karena orang tersebut sudah merasakan kehadiran Syifa yang sudah ada di depan pintu, tapi orang tersebut juga tidak mengetahui keberadaan dari Farhan yang ada di dekat Syifa.


*Ceklek,,, kriieet*


"BBUUUAGH*


Saat pintu baru saja dibuka terlihat sosok Ustadz yang tadi mengajak Dinda berbicara saat hendak ke Masjid,,, Ustadz itu pun langsung mendapatkan pukulan keras di wajah dengan kekuatan dalam, Ustadz itu terpental masuk lagi ke dalam bangunan dan membentur dinding.


Karena mantra yang tadi dimasukkan ke diri Syifa sudah hilang, Syifa pun langsung lemas dan terjatuh, sesaat sebelum terjatuh Farhan sudah memegang tubuh Syifa dan menggendong nya.


"Huff,,, yaah sepertinya aku harus buat gelang tasbih perlindungan lagi untuk Syifa,,, ", ucap Farhan.


Farhan pun dengan santainya masuk ke dalam sambil menggendong Syifa,,,


......................


" Aduuh,,,, hiss,,,, hah hah"


"Hahahaha,,, haduuh Ya Allah,,, ilmu bukan nya dibuat yang baik baik malah dibuat hal buruk,,, gimana sih?", ucap Farhan menghampiri Ustadz Fikri.


" Hah hah hah,,, tolong,,, tolong jangan apa apakan saya!! ", ucap Ustadz Fikri memelas.

__ADS_1


" Saya sudah bilang tadi,,, jangan dekati keluarga saya,,, tapi kenapa kamu malah berani dengan memanggil anak saya kesini,, mau kamu apakan anak saya? ", ucap Farhan sedikit emosi.


" Sa saya di suruh,, hah hah,,, tolong ampuni saya!! ", jawab Ustadz Fikri.


" Saya nggak peduli siapa yang menyuruh kamu,,, bilang ke dia,,, kalau masih berani mendekati saya,,, saya akan buat perhitungan dengan mereka", ancam Farhan.


Farhan pun langsung berbalik badan dan pergi meninggalkan Ustadz Fikri yang sedang kesakitan di lantai...


...----------------...


...----------------...


...*Di depan bangunan*...


"Walaupun disini ada banyak sekali bajing*n,,, tapi mereka sangat lemah,,, tapi akal licik mereka lah yang sangat berbahaya", ucap Farhan tersenyum.


Saat Farhan mulai melangkah pergi meninggalkan bangunan tersebut, terdengar suara lantunan ayat ayat Al-Qur'an dan dzikir dari mulut Farhan. Jelas Farhan sedang membacakan do'a untuk Syifa, ia membersihkan sisa sisa kekuatan gaib yang masih ada di tubuh Syifa sambil mengelus kepala Syifa dengan lembut.


...****************...


Sore itu Pak Kyai dan Pak Danang sedang duduk di teras rumah sambil meminum secangkir teh hangat...


"Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh"


"Loh,,, Syifa tidur?", tanya Pak Danang tersenyum.


" Iya Pak Danang,,, biasa habis main tadi,,, lari larian juga,,, kecapean ", jawab Farhan.


" Eh mas Farhan?,,, Syifa tidur?", Dinda yang mengetahui Farhan sudah kembali pun langsung keluar dan menghampiri nya.

__ADS_1


"Iya,,, ambil Syifa,,, sebentar lagi dia bangun,,, kalau udah bangun,,, cepet mandiin,,, udah sore,,,keburu dingin airnya", ucap Farhan.


" Iya mas", jawab Dinda segera mendekat ke Farhan untuk mengambil Syifa yang masih tidur digendongan Farhan.


Dinda pun segera membawa Syifa masuk ke dalam...


"Farhan,,, mau kemana lagi kamu?", tanya Pak Kyai melihat Farhan yang hendak pergi lagi.


" Masih ada hal yang harus Farhan periksa,,, cuma sebentar kok nanti langsung balik lagi", jawab Farhan segera pergi.


"Dasar Farhan,,, sekalinya dateng ke Pondok nggak bisa diem,,, keluyuran terus", batin Pak Kyai sedikit menggeleng.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...*Bangunan kosong*...


" Jadi kamu gagal lagi?"


"I iya,,, tolong ampuni saya,,, saya akan coba lagi"


"Sudahlah kak,,, ibu dan anak itu sepertinya juga akan menginap di Pondok untuk beberapa hari,, jadi kita masih ada waktu untuk menangkap mereka berdua"


"Hmm,,, baiklah,,, Hei kamu,,, aku akan beri kamu waktu lagi untuk menangkap mereka berdua,,, kalau kamu tidak bisa menangkap mereka sekaligus,,, tangkap satu satu,,, paham?!"


"Pa paham"


......................


"Kalau segitunya mau ambil orang ku,,, kenapa nggak ambil sendiri?,,, kenapa malah nyuruh orang lain?


" Kalau berani,,, lawan aku"

__ADS_1


__ADS_2