Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Hadiah Kelinci Untuk Syifa


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sejenak suasana lapangan Pondok pun menjadi hening karena ada seseorang yang datang dan menantang Ustadz Roland, bahkan Ustadz Firmansyah yang sudah pasti menjadi juara 3 pun terdiam dan melongo.


Di Ponpes Darul Musthafa ini kekuatan Ustadz Roland sudah diakui lebih dari 5 tahun, tak hanya Ustadz Roland tapi juga kakaknya, yaitu Ustadz Ronald. Tapi pada hari ini ada seorang pemuda bersorban yang datang dan menantang Ustadz Roland untuk bertarung.


Bahkan wasit pun tidak bisa berkata apa apa, apakah ia menyetujui pertandingan tersebut atau tidak. Sekilas sang wasit pun melirik ke arah juri dan Pak Kyai untuk meminta pendapat, bahkan ia juga berbicara kepada para sesepuh.


"Nak,,, apa benar kamu ingin bertanding melawan Ustadz Roland? ". Salah seorang sesepuh pun mengajukan pertanyaan kepada Utsman untuk memastikan.


" Benar,,, tak hanya dia saja,,, saya juga akan menantang Ronald". Setelah pernyataan dari Utsman itu membuat seluruh yang mendengar nya sangat terkejut, Utsman bahkan belum bertarung dengan Ustadz Roland tapi ia sudah menyatakan tantangan berikut nya untuk Ustadz Ronald?.


"Nak,,, apa kamu tahu apa yang kamu ucapkan itu, setelah pertandingan dimulai kamu sudah tidak bisa mundur dan harus bertanding hingga akhir?! ", ucap sesepuh itu.


" Aku yakin", ucap singkat Utsman yang sedari tadi terus menatap dingin ke arah Ustadz Roland yang membuat Ustadz itu merinding.


Awalnya para sesepuh sudah ingin menghentikan pertandingan tersebut dan segera berdiskusi dengan Ustadz Ronald dan Ustadz Roland untuk mewakili Pondok Pesantren ke acara tahunan yang akan diadakan sebentar lagi. Tapi karena Utsman datang sebagai pendatang baru dan ingin menantang juara bertahan maka para sesepuh itu pun memberikan kesempatan. Bukan untuk Utsman melainkan untuk Ustadz Roland, karena mereka yakin pendatang baru itu tidak akan bertahan lama, jangankan menantang Ustadz Ronald sepertinya pendatang baru itu tidak akan bisa menang melawan Ustadz Roland, begitulah pikir para sesepuh yang mendukung kedua Ustadz tersebut.


Wasit pun segera kembali ke lapangan dan akan memulai pertandingan tersebut, seperti sebelumnya sang wasit pun memberikan arahan arahan supaya tidak terjadi kecurangan di dalam pertandingan. Lalu setelah kedua nya sudah paham dengan peraturan nya maka kedua nya langsung berdiri di posisinya masing masing.


Ustadz Roland sudah siap dengan kuda kuda nya, Utsman masih dengan santainya mengencangkan balutan sorban yang menutupi wajahnya itu, tapi tatapan matanya selalu mengawasi Ustadz Roland.

__ADS_1


Dan Utsman kini sudah memasang kuda kudanya,,,


"Mulai!!! "


Pertandingan pun dimulai,,, dan Ustadz Roland dengan garangnya langsung menerjang ke arah Utsman yang masih berdiri dengan kuda kuda nya.


*Boommmm!!! *


...****************...


...****************...


Di tempat lain Farhan masih berada di taman Pondok, entah apa yang terjadi dengan dirinya yang kini sedang duduk di rerumputan yang hijau dan sedang mengelus kelinci yang ada di pangkuannya.


"Sepertinya aku kasih aja kelinci kecil untuk Syifa,,, ", ujar nya.


Ternyata sedari tadi Farhan masih terus memikirkan bagaimana harus berpamitan kepada Dinda dan Syifa sedangkan dirinya sudah tidak ada waktu lagi, dan ia berfikir untuk memberikan satu anak kelinci kepada Syifa yang nantinya akan ia titipkan kepada sang paman dan akan diberikan nanti setelah Dinda dan Syifa kembali ke Pondok lagi.


"Baiklah,,, kamu aja deh yang akan aku kasih untuk Syifa,,, sama kamu", ucap Farhan mengambil 2 anak kelinci lalu menggendong nya.


Lalu Farhan langsung membacakan sebuah ayat ayat dan kalimat kalimat yang hanya bisa didengar oleh dirinya sendiri.

__ADS_1


Setelah itu Farhan pun berjalan kembali menuju rumah pamannya untuk segera membuat kandang kelinci supaya tidak kabur. 2 kelinci kecil itupun digendong Farhan kembali, dan tidak memberontak sama sekali malah lebih ke nurut ke Farhan.


Saat berada di sebuah belokan langkah kaki Farhan terhenti saat melihat ada Ustadzah Indah, Ustadzah Siti, dan Afifah sedang berjalan bersama menuju lapangan Pondok, mereka bertiga tidak menyadari keberadaan Farhan yang jaraknya tidak jauh dari sana. Tapi Farhan acuh tak acuh dan kembali berjalan pulang.


...****************...


...****************...


Terlihat banyak sekali debu yang berterbangan di udara yang membuat suasana ditengah lapangan tidak terlihat apa apa, debu debu yang berterbangan itu tak lain adalah akibat dari serangan Ustadz Roland kepada Utsman.


Para santri yang melihat kondisi itu pun tidak bisa melihat apa apa, mereka menantikan siapakah yang menang. Beda hal nya dengan para sesepuh itu yang sudah menganggap bahwa Ustadz Roland lah yang menang, walau belum nampak apa apa tadi rasa percaya mereka sangat tinggi bahwa Ustadz Roland lah yang menang.


"Aku rasa pertandingan ini sudah tidak usah dilanjutkan lagi,,, kita sudah lihat siapa yang menang! ", ucap salah seorang sesepuh.


Wasit yang juga tidak bisa melihat apa apa itu pun juga sedikit menghela nafas karena merasa kasihan kepada pemuda bersorban itu yang mengira bahwa dirinya terlalu sombong karena ingin menantang kedua juara bertahan itu, dan sekarang lihatlah siapa yang kalah.


...****************...


*Wussh*


Perlahan lahan debu debu pun mulai menghilang dan perlahan mulai nampak apa yang ada di tengah lapangan itu, mata semua santri yang melihat adegan itu langsung melongo tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.

__ADS_1


Sangat jelas bahwa Utsman menangkis pukulan kuat dari Ustadz Roland, Utsman bahwa menangkis pukulan dengan pukulan yang membuat tubuh Ustadz Roland bergetar dan hampir jatuh ke tanah...


Dan tatapan Utsman seperti sebelumnya,,, menatap remeh Ustadz Roland dengan tatapan dingin...


__ADS_2