
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi pun menjelang, sinar matahari juga perlahan menyinari berbagai sudut sudut Pondok Pesantren Darul Musthafa. Setelah selesai Shalat Subuh berjama'ah tadi, Utsman bahkan tidak pulang ke rumah melainkan langsung menjalankan rencana nya terhadap para Ustadz abal abal Pondok, termasuk mengawasi gerak gerik Ustadz Ronald dan Ustadz Roland.
Disisi lain, selesai Shalat Subuh berjama'ah Farhan langsung balik ke rumah dan masuk ke dalam kamarnya, melihat sangat ayah yang masuk ke dalam kamar Syifa yang sedang duduk di ruang depan pun langsung mengikuti Farhan masuk ke dalam kamar.
Dinda dan bibi Anjani hanya tersenyum melihat sikap lucu dari Syifa itu, sedangkan Pak Kyai mulai sibuk bersama para Ustadz Pondok untuk mempersiapkan semua keperluan yang akan digunakan untuk acara Pondok yang semakin dekat pula.
...****************...
"Acara Pondok kali ini kita harus tampil maksimal,,, kita akan tunjukkan kepada mereka bahwa kita adalah yang terbaik".
" Betul,,, dengan adanya Ustadz Ronald dan Ustadz Roland,,, kita pasti akan menjadi yang terkuat dan disegani".
"Apalagi acara kali ini akan ada pertandingan silat,,, dan yang terpenting adalah pertandingan silat antara Ustadz Pondok setelah pertandingan silat antara para santri".
" Aku dengar siapapun Ustadz yang mendapatkan peringkat 3 besar akan dapat hadiah besar,,, aku yakin 2 Ustadz terfavorit kita ini pasti masuk 3 besar".
Ustadz Ronald, Ustadz Roland, dan para anak buah nya sedang berkumpul di markas mereka. Didalam ruangan itu sangat rapi dan bersih, tapi jika nampak dari luar akan seperti bangunan kosong yang kotor, bahkan orang yang lewat didekat situ bisa mencium aroma tak sedap dari bangunan itu.
Mereka sedang membahas acara yang sebentar lagi akan diadakan oleh Pondok, selain acara acara tersebut salah satu nya adalah acara penyambutan kembalinya Ustadz Roland dan Ustadz Ronald.
Kedua orang itu nampak bangga karena akan diadakan acara selamat datang kembali untuk mereka berdua, karena beberapa tahun terakhir ini mereka menampakkan sifat licik mereka di depan para Ustadz dan santri, bahkan mereka dengan sifat licik dan jahatnya berani mengancam Pak Kyai yang membuat beliau tidak bisa berkutik dihadapan keduanya.
__ADS_1
Karena Ustadz Ronald telah mengambil dan menyembunyikan satu barang yang sangat penting bagi Pondok, bahkan benda itu juga sangat berarti bagi Pak Kyai. Dan Ustadz Ronald dengan sombongnya mengancam akan menghancurkan benda tersebut jika Pak Kyai ikut campur urusan mereka, termasuk ikut campur kasus yang telah mereka perbuat.
Tidak ada yang tahu dimana Ustadz Ronald menyembunyikan benda itu kecuali dirinya sendiri, bahkan dengan sifat tamaknya itu kedua Ustadz tersebut bahkan berencana merebut Pondok Pesantren Darul Musthafa dari Pak Kyai Zaki.
...****************...
Setelah 1 jam kemudian, akhirnya satu persatu dari mereka pun keluar dari tempat tersebut karena rapat yang mereka adalah telah selesai.
Kini tinggal Ustadz Ronald dan Ustadz Ronald yang tersisa, dan kedua seperti sedang membahas sesuatu yang penting.
"Kakak,,, bagaimana rencana selanjutnya?", tanya Ustadz Roland sedikit buru buru.
" Jika dilihat dari kedua aura pemuda bersorban itu,,, kita pasti sudah kalah. Tapi kita masih ada benda itu,,, jika kita memakannya,,, kekuatan kita akan meningkat pesat dan tak terkalahkan ", jawab Ustadz Ronald memasang wajah dingin.
" Apakah benda dari orang itu?", tanya Ustadz Roland.
" Bagus,,, tuan itu sangat bisa diandalkan. Jika kita patuh dan selalu membayar dengan harga yang tinggi,,, bantuan dari tuan itu juga sangat tinggi,,, hahaha".
Kedua Ustadz itu pun tertawa puas, mereka seperti merasa sudah menang melawan Farhan dan Ustman. Mereka sadar bahwa kekuatan mereka masih jauh dibawah Utsman dan Farhan, tapi mereka juga masih mempunyai kartu terakhir, dan mereka percaya dengan kartu kemenangan tersebut.
Mereka berdua pun segera keluar dari tempat itu dan akan mulai rencana mereka...
...****************...
__ADS_1
*Swusssh*
Tiba tiba Utsman muncul didalam tempat tersebut yang sudah sepi, tapi begitu Utsman masuk tiba tiba ia langsung diserang oleh penjaga ghaib tempat tersebut.
"Sosok lemah masih mau melawanku?,,, enyah!! ".
*Boom*
Tiba tiba dinding yang ada di pojokan langsung hancur seperti tertabrak sesuatu yang keras padahal tidak ada apa apa disitu. Tapi dengan kekuatan ghaib pasti bisa melihat sesosok hitam besar yang sudah terbaring dipojokan situ.
Utsman dengan aura yang mendominasi nya itu langsung berjalan masuk kedalam ruangan yang ada di dalam itu satu persatu dan tidak menghiraukan makhluk tersebut.
...----------------...
Jumlah ruangan yang ada didalam bangunan tersebut kurang lebih berjumlah 5 ruangan, dan Utsman sudah memasuki semua nya dengan semua temuannya.
Utsman menemukan berkas berkas yang sangat penting, berkas itu berkaitan dengan Pondok, selain itu Utsman juga menemukan berkas berkas bukti kejahatan yang telah dilakukan oleh Ustadz Ronald, Ustadz Roland, dan para anak buahnya.
Utsman yang melihat semua itu hanya tersenyum, lalu perlahan tertawa keras, ia sangat merasa lucu melihat hal itu semua.
"Benar benar sampah,,, harus dibersihkan", ucap Utsman memasang wajah yang sangat dingin, bahkan suhu ruangan pun ikut menjadi sangat dingin seperti berubah menjadi gudang es.
Saat mengambil berkas berkas tersebut Utsman menemukan ada 1 flashdisk, sesungguhnya Utsman tidak peduli dengan flashdisk itu tapi ia tetap mengambilnya dan akan diberikan kepada Farhan.
__ADS_1
*Swuussh*
Utsman pun langsung menghilang dari bangunan tersebut...