
...****************...
...*Rumah Pak Kyai*...
Kini pemuda bersorban itu sedang duduk berhadapan dengan Pak Kyai, mereka belum memulai pembicaraan dan hanya saling tatap dan tersenyum hangat.
Dan dari arah dapur, Bu Nyai keluar dengan membawa 2 gelas teh manis untuk suami nya dan untuk si pemuda bersorban.
"Silahkan diminum teh nya,,, ", ucap Bu Nyai meletakkan teh teh nya di meja.
" Bagaimana kabar kamu?", tanya Pak Kyai memulai pembicaraan.
"Alhamdulillah sehat Pak Kyai,,, ", jawab singkat pemuda bersorban itu.
" Kapan kamu sampai", tanya Bu Nyai.
"Yaah,,, saya baru aja sampai,,, dan langsung ke rumah Pak Kyai dan Bu Nyai,,, suasana pondok lebih ramai daripada dulu ya", jawab si pemuda bersorban.
" Ponpes Miftahul Huda sekarang memang lebih ramai karena banyak yang mondok di sini,,, ", ucap Bu Nyai.
" Kabar teman teman mu yang lain bagaimana,,, nggak pulang bareng sama mereka?", tanya Pak Kyai.
"Saya nggak tahu mereka ada dimana,,, mungkin sebentar lagi mereka akan pulang ke Pondok", jawab si pemuda bersorban.
" Oh iya,,, saya dengar mas Farhan ada di Ponpes Miftahul Huda,, dimana dia sekarang?", tanya pemuda bersorban.
__ADS_1
"Farhan lagi nggak ada di Pondok,, udah beberapa hari ini dia keluar,,, ada masalah yang mengharuskan nya untuk keluar dari Pondok", jawab Bu Nyai.
" Sayang sekali nggak bisa ketemu sama mas Farhan saat balik lagi ke Pondok,,, oh iya, kabar nya Rohman bagaimana?", tanya pemuda bersorban lagi.
"Lebih baik kamu temui dia langsung, nanti kamu bisa tanya kabar sama dia secara langsung. Dia sekarang ada di Aula Akhwat, lagi cek alat hadroh yang baru", jawab Pak Kyai.
Pemuda bersorban itu pun mulai melepas balutan sorban nya, lalu melingkar kan nya di leher...
" Teh nya boleh saya minum?", tanya si pemuda bersorban sungkan.
"Iya Syafi'i,,, itu kan teh memang saya buatkan untuk kamu dan Pak Kyai", jawab Bu Nyai.
" Pak Kyai juga minum teh nya,,, saya nggak enak minum sendiri ", ucap pemuda bersorban itu yang bernama Syafi'i.
Pak Kyai dan Syafi'i pun mulai meminum beberapa teguk teh manis tersebut,,,
...----------------...
...*Aula Akhwat*...
Disaat Rohman sedang mengetes suara rebana, ia merasa sangat canggung karena sedang diperhatikan oleh ketiga Ukhty bercadar. Tapi yang paling membuat Rohman tidak bisa mengendalikan perasaan nya adalah dengan adanya Ukhty Wulan, karena Ukhty Wulan adalah perempuan yang Rohman kagumi selama ini.
Bahkan Rohman tidak peduli dengan kasus yang memfitnah nya telah berzina dengan Ukhty Wulan, Rohman bahkan rela difitnah dan dijauhi oleh semua murid murid nya dan bahkan Pak Kyai sendiri juga marah dengan nya.
Tapi itu semua perlahan telah berlalu, kini Rohman telah di bebas kan dari hukuman dan mendapatkan gelar Ustadz milik nya lagi, tapi hal itu masih baru dan hanya Pak Kyai dan Rohman saja yang mengetahui bahwa Rohman telah kembali menjadi Ustadz di Ponpes Miftahul Huda.
__ADS_1
"Hmm,,, ada yang bisa main rebana?", tanya Rohman kepada ketiga Ukhty tersebut secara tiba tiba.
" Ukhty Wulan bisa main rebana,,, ", jawab Ukhty Azizah.
" Iya Rohman,,, Ukhty Wulan paling jago kalo main rebana. Ana sama Ukhty Azizah cuma bisa main darbuka", tambah Ukhty Alimah.
"Ukhty Wulan bisa main rebana?", tanya Rohman langsung bertanya kepada Wulan.
" Hmm,, bi bisa Ustadz,, saya bisa main rebana ", jawab canggung Ukhty Wulan menundukkan pandangan.
Suasana hati Rohman saat ini sangat tidak stabil, ingin sekali diri nya berlari keluar dari aula. Dan dengan yakin, Rohman meletakkan salah satu rebana baru dihadapan Ukhty Wulan.
" Saya mau main sama Ukhty Wulan,,,", ucap Rohman.
Seketika hati Ukhty Wulan berdebar debar mendengar ucapan dari Rohman, Rohman ingin bermain rebana bersama nya.
"Ya Allah,,, hamba memang kepikiran untuk main hadroh sama Ustadz Rohman,,, tapi nggak nyangka bisa main beneran sama Ustadz Rohman", batin Ukhty Wulan.
Perlahan Ukhty Wulan mengambil rebana yang ada dihadapan nya dan menaruh rebana tersebut di pangkuan nya...
" Udah siap? ", tanya Rohman.
" Tu tunggu Ustadz,,, ", jawab canggung Ukhty Wulan mengatur pernapasan.
" Ehem,,, ada yang canggung niih", goda Ukhty Azizah dan Ukhty Alimah.
__ADS_1
"Iihh,,, kalian jangan gitu doong", sela Ukhty Wulan.
" Kenapa rasanya kedua Ukhty itu sedang menyindir aku,,, saat ini aku memang sangat canggung,,, ", batin Rohman.