Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Terlepasnya Sorban Ustadz Syafi'i


__ADS_3

...****************...


...*BUGH BAGH BUAGH BUGG*...


Pertarungan Ustadz Rendy melawan Ustadz Syafi'i pun semakin memanas, mereka sama sama kuat dalam ilmu silat. Tapi itu hanya perkiraan dan pemikiran para santri yang sedang menonton, karena Ustadz Syafi'i sendiri bahkan belum mulai serius melawan Ustadz Rendy.


Pertarungan memang semakin memanas, karena Ustadz Rendy yang sering menyerang maka dia pun yang semakin besar mengeluarkan tenaga dan kekuatan nya, sedangkan Ustadz Syafi'i sendiri hanya menangkis dengan santai nya.


Para santri mulai berfikir, kenapa Ustadz Rendy tidak segera mengeluarkan jurus andalan nya untuk mengakhiri pertarungan tersebut. Mereka tahu bahwa ada satu jurus yang selalu membuat Ustadz Rendy menang setiap tahunnya.


...~~~~~...


"Hah hah hah"


"Kenapa Ustadz,,, kenapa berhenti?,,, capek kah,,, mau istirahat dulu?", ucap Ustadz Syafi'i.


" Tidak,,, kita langsung lanjutkan saja,,,cuma sedikit lelah saja,,, izinkan saya mengambil minum lalu kita lanjut lagi", ucap Ustadz Rendy kelelahan.


"Baiklah Ustadz,,,, kita istirahat saja dulu sejenak,,, saya juga lelah,,, mau minum dulu", ucap Ustadz Syafi'i tersenyum dan meninggalkan lapangan.


" Wajah senyum gitu capek dari mananya,,, hantu baru percaya dengan ucapan mu", batin Ustadz Rendy.


...----------------...


"Ya Allah,,, pertarungan tadi seharusnya sudah membuat Ustadz Rendy kelelahan,,, tapi Ustadz Syafi'i sepertinya masih seger deh,,, belum capek", batin Ustadzah Rinjani.


Entah mengapa, tiba tiba Ustadzah Rinjani keluar dari tendanya lalu berjalan mengikuti Ustadz Syafi'i yang akan menuju ke tenda Pak Kyai dan Bu Nyai.


...*Tenda Pak Kyai dan Bu Nyai*...


"Assalamu'alaikum,,,"


"Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh"


"Gimana Syafi'i,,, capek? ", tanya Bu Nyai.

__ADS_1


" Alhamdulillah nggak kok Bu Nyai,,, cuma butuh minum sedikit", jawab Ustadz Syafi'i senyum.


"Ya udah,,, itu ada es teh manis,,, minum gih", ucap Bu Nyai.


"Iya Bu Nyai,,, terima kasih", jawab Ustadz Syafi'i.


...*Tenda Ustadz Rendy*...


" Siapa pemuda bersorban itu,,,, dari tadi bertarung seperti nya dia tidak lelah sedikit pun,,, bagaimana pertahanan nya begitu kuat? ",batin Ustadz Rendy berfikir.


" Huff,,, apa aku langsung menggunakan jurus andalan ku untuk segera memenangkan pertandingan ini?", batin Ustadz Rendy.


Kali ini Ustadz Rendy sangat konsentrasi berfikir bagaimana caranya untuk segera mengalahkan Ustadz Syafi'i. Ustadz Rendy pun langsung ke depan tendanya dan bersiap untuk bertarung kembali.


Dari kejauhan, Ustadz Rendy pun melihat ke arah tenda Pak Kyai dan Bu Nyai. Ada 3 pemuda bersorban yang ada di dalam tenda tersebut.


"Sejak kapan ada 3 pemuda bersorban yang ada di Pondok ini? ", batin Ustadz Rendy.


Dan pandangan Ustadz Rendy pun tertuju kepada salah satu pemuda bersorban yang duduk tegap sambil menyilangkan tangan nya, pemuda bersorban itu perlahan mengangkat kepala nya dan melihat ke arah Ustadz Rendy.


Dipikir lebih keras lagi, Ustadz Rendy tetap tidak bisa mengenali sosok pemuda bersorban yang sekarang sedang memperhatikan nya.


"Entahlah,,, aku tak peduli siapa dia,,, yang terpenting sekarang adalah ,, harus segera memenangkan pertandingan ini", batin Ustadz Rendy.


......................


Ustadz Rendy pun langsung menuju tengah lapangan dan menunggu pertandingan selanjutnya....


Dari dalam tenda, Ustadz Syafi'i pun melihat kalau Ustadz Rendy sudah berada di tengah lapangan kembali,,,


"Kayaknya udah nggak sabar ni orang mau di pukul", ucap Syafi'i.


" Jangan pukul terlalu keras nanti", ucap Farhan.


"Siap mas Farhan", jawab semangat Ustadz Syafi'i.

__ADS_1


......................


Di depan tenda, Ustadz Syafi'i pun mendapati ada Ustadzah Rinjani yang sedang berdiri sambil menundukkan kepala.


" U Ustadz Syafi'i,,, te terim kasih karena,,,, "


"Husst,,, kalau mau terima kasih nanti aja,,, saya mau tanding lagi', ucap Ustadz Syafi'i langsung berlari ke tengah lapangan.


" Ustadz Syafi'i ", batin Ustadzah Rinjani tersenyum dibalik cadar nya.


...****************...


"Baiklah ikhwan,,, mari kita mulai lagi pertandingan ini,, kita akhiri dengan satu pukulan", ucap Ustadz Rendy percaya diri.


" Dari mana dia mendapatkan kepercayaan diri itu?",,, apakah dia benar benar berfikir bisa mengalahkan aku dengan satu pukulan?", batin Ustadz Syafi'i.


"Baiklah Ustadz,,, terserah ucapan anda", jawab Ustadz Syafi'i siap kuda kuda.


Kali ini Ustadz Rendy pun telah siap dengan kuda kuda nya, tapi kali ini kuda kuda Ustadz Rendy sangat berbeda dengan kuda kuda yang sebelumnya nya. Para santri pun mulai ramai karena mereka tahu bahwa Ustadz Rendy akan menggunakan jurus andalan nya.


"Siap siap ya ikhwan,, jangan sampai terluka", ucap Ustadz Rendy.


...*~~*...


Ustadz Rendy pun tanpa omong lagi langsung menerjanh ke arah Ustadz Syafi'i dengan serangan yang begitu cepat dan kuat,,,


Ustadzah Rinjani pun jadi panik karena Ustadz Rendy menyerang Ustadz Syafi'i secara mendadak menggunakan jurus andalan nya. Para santri tahu, siapa pun yang kena jurus dari Ustadz Rendy pasti akan tepental jauh dan terluka parah.


Para santri pun bersorak karena yakin bahwa Ustadz Rendy sudah pasti menang karena menggunakan jurus andalan nya, tapi tebakan mereka salah setelah melihat kondisi lapangan yang mulai terlihat karena debu yang dibuat oleh serangan dari Ustadz Rendy tadi..


Betapa terkejutnya para santri karena melihat pemuda bersorban putih itu tidak terluka tapi, dia dalam kondisi berdiri dan mengunci pergerakan Ustadz Rendy, dengan kata lain Ustadz Syafi'i telah memblokir serangan dari Ustadz Rendy


Tapi serangan dari Ustadz Rendy kali ini lumayan membuat Ustadz Syafi'i terkejut, karena pasalnya jurus barusan telah berhasil membuat sorban putihnya lepas dari menutupi wajahnya dan terjatuh ke tanah.


Para santriwati yang melihat wajah Ustadz Syafi'i pun teriak histeris karena melihat ketampanan Ustadz Syafi'i. Begitu pun dengan Ustadzah Rinjani, ia melihat wajah Ustadz Syafi'i tanpa berkedip.

__ADS_1


"Masih lumayan lah,,, untuk serangan yang ini,,, ", ucap Ustadz Syafi'i.


__ADS_2