Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Acara Pondok Pesantren Darul Musthafa


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...*3 Hari Kemudian*...


Inilah hari yang ditunggu tunggu oleh para santri Ponpes Darul Musthafa, hari perayaan ulang tahun Pondok yang ke 10, sekaligus memperingati kepulangan Ustadz Roland dan Ustadz Ronald.


Selain acara tersebut masih ada acara inti lagi yaitu pertandingan silat antar santri dan diikuti pertandingan para Ustadz Pondok di akhir nanti. Semuanya menantikan acara tersebut dengan meriah...


Bahkan yang membuat para santri terkejut adalah mereka melihat kehadiran dari sesepuh Pondok yang tidak pernah mereka lihat sebelum nya. Para sesepuh dengan gamis putih nya dan jenggot putih yang panjang sebagai ciri khas mereka.


Yang membuat mereka merinding adalah aura para sesepuh itu yang sangat kuat dan mendominasi, para santri ada juga yang mengagumi mereka sebagai guru tertua.


Semua jajaran pengurus Pondok Pesantren Darul Musthafa semuanya sudah berkumpul ditempatnya masing masing, termasuk Ustadz dari anak buah Ustadz Ronald dan Ustadz Roland, mereka merasa sangat bangga karena kedua bos mereka telah datang kembali dan kini telah digelar acara untuk kedua Ustadz tersebut.


Farhan dan Utsman belum datang ke lapangan Pondok, lebih tepat nya Farhan bahkan tidak minat untuk datang dan menonton, sedangkan Utsman akan datang menjelang pertandingan antara para Ustadz, dan Utsman tentunya akan menantang Ustadz Ronald dan Ustadz Roland.


...****************...


"Mas Farhan beneran nggak mau nonton ke lapangan?", tanya Utsman yang sedang minum teh bersama dengan Farhan di teras rumah.

__ADS_1


" Aku beneran nggak mau nonton para sampah itu", ucap Farhan setelah sekilas melihat ke arah Utsman.


"Paman sama bibi udah ke lapangan,,, kamu nggak nyusul? ", tanya balik Farhan.


" Huff,,, santai aja mas", jawab singkat Utsman.


...****************...


...****************...


Sedangkan Ustadz Ronald dan Ustadz Roland kini sudah sampai ke lapangan Pondok, dan keduanya mendapatkan sorakan yang meriah dari para santri yang membuat mereka berdua semakin sombong dan bangga dengan kekuatan mereka sendiri, dan mereka berdua langsung menuju tempat duduk yang telah disiapkan untuk mereka.


Para sesepuh Pondok juga memperhatikan mereka berdua, Ustadz Ronald dan Ustadz Roland sudah diawasi oleh para sesepuh tersebut sejak kedua nya masuk ke Pondok dan menjadi seorang Ustadz. Para sesepuh melihat potensi dan bakat dan kedua Ustadz tersebut, mereka mendapat rekomendasi dari para sesepuh untuk ikut pertandingan antar Pondok dan mewakili Pondok Pesantren Darul Musthafa.


"Benar,,, dilihat dari penampilan nya saja sudah terlihat bahwa mereka berdua memiliki bakat"


"Mereka akan jadi tokoh besar di Pondok ini dimasa depan".


Para sesepuh itu pun langsung memuji Ustadz Ronald dan Ustadz Roland karena bakat yang mereka miliki, mereka langsung menjadi pusat perhatian dan menjadi kebanggaan para sesepuh.

__ADS_1


...****************...


"Dengan adanya bantuan dari orang tua itu,,, aku bisa dengan mudah mengambil alih Pondok ini,,, hahaha".


Dari dataran tinggi terlihat sosok berjubah hitam yang sedang mengawasi dari tempat sembunyi nya, dan sosok tersebut adalah sosok misterius yang berbicara dan memberikan beberapa benda kepada Ustadz Roland dan Ustadz Ronald.


......................


Setelah beberapa saat kemudian ada seorang Ustadz pembawa acara yang naik ke atas panggung, dan menandakan bahwa acara resmi dimulai, para santri pun bertepuk tangan dengan meriah.


Untuk acara pertama adalah acara penyambutan untuk kedua Ustadz terpopuler di Pondok Pesantren Darul Musthafa yaitu Ustadz Ronald dan Ustadz Roland. Mereka berdua diundang untuk naik ke atas panggung untuk memberikan beberapa patah kata untuk para hadirin dan menyampaikan pesan pesan untuk semuanya.


Mereka berdua dengan bangga naik ke atas panggung, dan mulai berbicara dengan lantang supaya semua yang hadir bisa mendengar suara keduanya.


...---------------------------...


"Yaah kamu dengar sendiri kicauan mereka itu,,,, hanya membual", ujar Farhan yang risih mendengar pidato dari salah satu Ustadz tersebut.


" Hmm hahaha,,, yaa baiklah,,, aku akan keliling sebentar mas,,, habis itu aku akan ke lapangan ", ucap Utsman perlahan berdiri dan meninggalkan Farhan.

__ADS_1


Setelah beberapa saat terdiam, Farhan juga berdiri dan membawa masuk kedua cangkir teh yang sudah kosong itu. Lalu kembali keluar dengan aura dingin dan tatapan yang tajam.


" Sudah waktunya menyapa orang itu,,, ", setelah berucap Farhan langsung menghilang dengan aura berwarna hijau.


__ADS_2