Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Ayah


__ADS_3

...****************...


Pagi ini keluarga nya Dinda pergi jalan jalan keliling kota, ayahnya Dinda mengajak Dinda dan anaknya pergi jalan jalan untuk berlibur karena merasa Dinda masih bersedih karena kematian suaminya. Syifa juga merasa senang karena bisa pergi bersama dengan kakek dan neneknya.


Sudah banyak tempat yang mereka kunjungi untuk membawa sang gadis kecil bermain dan makanan yang ia sukai. Dinda merasa sangat bahagia melihat gadis kecil nya tertawa bahagia, ia juga merasakan senang di hatinya.


Sejenak Dinda sudah tidak bersedih, ia sekarang sedang tersenyum bahagia sambil menemani anak nya bermain di taman kota.


Saat sedang berlarian kesana kemari, Syifa tiba tiba berhenti dan melihat teman teman nya bersama dengan ibu dan ayah nya masing masing, Syifa berpikir dimana kah ayahnya berada, kenapa hanya ada mama nya?.


Syifa juga ingin bermain bersama dengan mama dan ayahnya, Syifa menghampiri mamanya yang sedang duduk di bangku bersama kakek dan neneknya.


"Mama", Syifa dengan lugu nya memeluk kaki mama nya.


" Syifa,,, kenapa sayang?,,, kenapa sedih gitu?", tanya Dinda.


"Hmm,,, temen temen nya Syifa lagi main sama ayah nya, ayah nya Syifa mana?", tanya Syifa.

__ADS_1


Ucapan Syifa itu pun membuat Dinda terdiam, ia tidak tahu harus jawab apa. Secara Dinda tidak pernah melihat wajah dari almarhum ayahnya, karena waktu itu sang ayah sedang bekerja di luar kota dan terjadi kecelakaan di tempat kerja nya yang menyebabkan sang ayah meninggal dunia.


Kakek dan neneknya pun berusaha mengalihkan topik pembicaraan supaya Syifa tidak membahas tentang ayah nya. Di sisi lain, Dinda hanya bisa memeluk erat buah hati tercinta.


Kini waktu menunjukkan pukul 10:30 WIB, ayah nya Dinda pun segera membawa pergi anak dan cucu nya itu pergi dari tempat itu karena hari sudah mulai siang. Sang ayah pun segera membawa mereka ke sebuah restoran untuk makan dan beristirahat setelah menemani Syifa jalan jalan dan bermain.


...****************...


Sesampainya di restoran, keluarga itu pun langsung memesan makanan dan minuman. Dinda sangat bahagia melihat sang buah hati makan dengan lahap sambil memegangi segelas susu coklat.


"Mama juga makan,,, ", ucap Syifa tersenyum.


Sang ayah juga bahagia melihat anak dan cucunya bisa tersenyum bahagia sambil makan berdua,,,


"Dinda,,, kamu masih ingat dengan paman mu?", tanya sang ayah.


" Paman?,,, paman zaki?", ucap Dinda.

__ADS_1


"Iya,,, paman Zaki, adik nya ayah", ucap sang ayah.


" Hmm,,, iiyaa,,, ingat kok ayah,,, kenapa?", tanya Dinda.


"Paman mu kan punya Pondok Pesantren,,, Pondok itu peninggalan dari almarhum ayah mertua nya,,, besok ayah mau ajak kamu kesana,,,", ucap sang ayah.


" Ooh,,, hmm iya juga ya, Dinda udah lama nggak ketemu sama paman, biar Syifa juga kenal sama uncle nya", ucap Dinda.


...----------------...


Saat Dinda sedang berbicara dengan ayah dan ibu nya, ada seorang pemuda bersorban yang masuk ke dalam restoran itu yang menarik perhatian Syifa. Dinda tidak sadar jika pemuda bersorban itu lewat disamping nya, dan Dinda juga tidak sadar bahwa Syifa diam diam mengikuti pemuda bersorban itu.


Pemuda bersorban itu duduk di meja makan yang jaraknya tak jauh dari tempat Dinda berada, pemuda bersorban itu tak lain adalah Farhan yang datang ke restoran untuk makan. Sedari tadi pagi Farhan berkeliling kota dan melihat berbagai tempat, dan baru sekarang ia akan makan untuk mengisi perut nya yang kosong.


"Ayah!!"


Saat Farhan melihat menu dan melihat lihat makanan yang akan ia pesan, tiba tiba ada suara anak kecil yang memanggil "ayah". Farhan mendengar suara itu ada di dekatnya, dan benar saja, saat Farhan melihat ke samping bawah sebelah kiri nya, ada seorang gadis kecil bercadar yang sedang memperhatikan nya.

__ADS_1


Sejenak Farhan saling bertatapan dengan gadis kecil bercadar itu yang tak lain adalah Syifa...


"Ayaaah", ucap Syifa langsung memeluk kaki Farhan. Tentunya Farhan langsung kaget dengan sikap dari gadis kecil itu yang tiba tiba memanggilnya ayah dan langsung memeluk nya.


__ADS_2