
"A apa Ustadzah?... A Akhy Farhan punya group hadroh?", tanya Ukhty Azizah.
" Se sejak kapan Ustadzah?", tambah Ukhty Alimah.
"Bahkan sebelum kalian bertiga mondok disini,, Group Hadroh Banjari nya Farhan udah terkenal,,, bahkan para masyarakat sekitar yang punya acara pasti ngundang Group Hadroh nya Farhan", ucap Ustadzah Rini.
" Ternyata benar,,, di atas langit masih ada langit.. ", ucap Ukhty Wulan.
" Pantas aja waktu di kereta Akhy bersorban tanya soal hadroh,,, ternyata dia sendiri pemain hadroh", batin Ukhty Azizah.
"Hmm,,, Akhy Farhan main apa Ustadzah?", tanya Ukhty Alimah.
" Seperti kamu sama Azizah,,, main darbuka", jawab Ustadzah Rini.
"Ya Allah,,, ternyata Akhy bersorban main darbuka", batin Ukhty Alimah.
" Ya Allah,, Akhy Farhan ternyata main darbuka,,, hmm mungkin aku bisa minta di ajarin main darbuka sama Akhy Farhan", batin Ukhty Azizah.
"Oh iya Ustadzah,,, Akhy bersorban nggak main hadroh lagi?", tanya Ukhty Wulan.
" Personil nya pada keluar semua,,, semuanya sedang berdakwah di luar sana", jawab Ustadzah Rini.
"Tapi ada 1 personil yang masih tetap ada disini,,, dia nggak keluar dari Pondok", ucap Ustadzah Rini.
__ADS_1
" Siapa Ustadzah ", tanya ketiga Ukhty penasaran.
" Rohman... Dia selalu megang rebana waktu manggung sama Farhan", jawab Ustadzah Rini.
Mendengar cerita dari Ustadzah Rini, ketiga Ukhty itu langsung merasa kagum dengan Farhan. Farhan adalah ketua dari Group Hadroh Banjari nomor 1 di Ponpes Miftahul Huda. Bahkan Wulan juga sangat senang saat Ustadzah Rini mengungkapkan bahwa Rohman adalah personil hadroh yang dipimpin oleh Farhan.
*-----------------------------*
Setelah berjalan mengikuti arahan petunjuk yang diberikan oleh sang bapak,,, kini Farhan telah sampai di depan rumah ibu Murni setelah bertanya tanya kepada orang sekitar.
"Rumah sederhana dengan kandang ayam di pekarangan rumah,,, ", batin Farhan.
Saat Farhan hendak berjalan masuk menuju halaman rumah, ia pun melihat ada seseorang yang membuka pintu. Seorang ibu yang sedang membawa pakan untuk ayam, ibu Murni dengan gamis panjang nya ciri khas ibu ibu rumahan.
" Alhamdulillah ibu Murni sehat,,, ", batin Farhan.
" Assalamu'alaikum ibu,,, ", ucap salam Farhan.
" Wa'alaikumussalam ", jawab ibu Murni.
Betapa terkejut nya ibu Murni saat melihat seorang pemuda bersorban datang ke rumah nya, seorang pemuda bersorban tinggi dengan tatapan dingin nya.
" Ya Allah,,, nak bersorban?!", ucap Ibu Murni.
__ADS_1
"Iya ibu,, ini saya,, anak bersorban yang dulu pernah makan di warung nya ibu Murni", jawab Farhan tersenyum di balik sorban putih nya.
Perlahan ibu Murni meletakkan makanan ayam nya di atas kandang ayam, dan langsung memeluk Farhan tanpa ragu.
" I ibu,,, kenapa?"
Dan entah apa yang terjadi, tiba tiba Farhan juga memeluk ibu Murni tanpa sungkan...
"Ya Allah,,, kenapa tiba tiba aku juga reflek ikut meluk ibu Murni juga?", batin Farhan.
Setelah berpelukan sebentar, ibu Murni langsung buru buru melepaskan pelukan nya dari Farhan.
" Ma maaf nak,, ibu tiba tiba langsung meluk kamu", ucap ibu Murni.
"Nggak apa apa kok ibu,,, nggak tau kenapa, tadi saya juga reflek ikut meluk ibu juga,, ", jawab Farhan sungkan.
" Gimana kabar kamu nak?", tanya ibu Murni.
"Alhamdulillah sehat ibu,,, ibu sendiri gimana kabar nya?", ucap Farhan.
Setelah Farhan menanyakan kabar dari ibu Murni,, tiba tiba raut wajah ibu Murni menjadi sedih dan menunduk, seakan akan terjadi sesuatu kepada dirinya yang sulit diceritakan.
" Ibu kenapa?,,, kok kayak sedih gitu?", tanya Farhan.
__ADS_1
Ibu Murni tetap tidak menjawab, ia hanya menundukkan kepala nya...
"HEI IBU MURNI,,, BAYAR HUTANG MU!!! "