
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Hufff"
Sang pemuda bersorban tersebut pun duduk santai sejenak di kursi kamarnya, dan kembali melihat keluar jendela sambil sedikit tersenyum.
"Waktunya untuk mempersiapkan keperluan yang akan aku bawa"
...****************...
...*Ponpes Darul Musthafa*...
Farhan yang saat ini sudah berada di rumah Pak Kyai dan selesai menelpon seseorang pun hanya bisa tersenyum lebar sembari berbaring di sofa.
"Huuff,,, Utsman", ucap Farhan.
Dan seorang pemuda bersorban yang baru saja ditelpon oleh Farhan bernama Utsman, dia adalah seorang pemuda yang dingin pula seperti Farhan, ia sangat jarang berbicara apalagi tertawa, ia hanya akan berbicara seperlunya saja.
Utsman juga sudah dianggap keluarga oleh Farhan sendiri, selain Rohman dan Syafi'i, Utsman juga adalah sahabat, saudara, bahkan sudah dianggap keluarga oleh Farhan.
Tapi dengan sifatnya itu, Utsman juga jarang berkumpul dengan yang lain, dan tidak ada yang bisa memerintah Utsman selain Farhan, hanya Farhan yang bisa menggerakkan nya.
__ADS_1
......................
Malam pun menjelang, ba'da Shalat Isya' berjamaah keluarga Pak Kyai pun berkumpul dan bersantai sambil mengobrol dan minum teh hangat.
Pak Kyai dan Bu Nyai sepertinya sedang membahas acara selamat datang untuk Ustadz Ronald dan Ustadz Roland. Selain membahas hal tersebut, Pak Kyai juga membahas tentang acara Pondok yang akan diselenggarakan setelah acara selamat datang tersebut, hanya berjarak 1 Minggu.
Farhan dan Dinda sendiri juga saling mengobrol, sesekali Farhan menanyakan kabar Pak Danang dan istrinya, mereka berdua tidak ikut ke Pondok karena ada urusan yang harus diselesaikan. Dengan Syifa yang sedang duduk dipangkuan Farhan dengan tenang, ia pun mendengarkan mama dan ayahnya mengobrol sambil sesekali memakan cemilan yang ada didalam toples yang ada di dekatnya.
Selain Dinda dan Syifa, tidak ada yang tahu kejadian yang ada di Pondok Pesantren termasuk kejadian penangkapan para pelaku kriminal itu. Karena memang Farhan mengambil tindakan saat Dinda dan Syifa tidak ada di Pondok karena tidak mau membuat mereka berdua takut dan merasa tidak nyaman di Pondok.
Mungkin itu juga alasan Farhan memanggil Utsman untuk datang ke Pondok dan akan menyuruhnya nya untuk menghadapi 2 Ustadz tersebut.
Farhan masih memberikan mereka berdua kesempatan untuk bersenang senang hingga Minggu depan!.
...****************...
Karena melihat Dinda dan Farhan sudah tidak mengobrol dan sedang bersantai sambil minum teh, akhirnya Syifa pun ada kesempatan untuk ngobrol dengan sang ayah.
Dan ucapan Syifa barusan membuat mereka semua memandang ke arah nya, dan Syifa langsung membenamkan wajahnya yang memerah ke pelukan Farhan.
"Syifa,,, kamu ketemu sama om jahat siapa,,, mana ada orang jahat di Pondok?", tanya Dinda bingung.
__ADS_1
" Nggak tahu mama,,, Syifa nggak kenal", jawab Syifa masih memeluk Farhan.
Farhan pun tidak tahan dan akhirnya tertawa mendengar pernyataan dari Syifa itu,,,
"Ternyata Syifa sudah ketemu dengan salah satu diantara mereka", batin Farhan.
" Dinda! "
"I iya mas Farhan?"
"Untuk beberapa hari ini kamu sama Syifa baik baik di rumah,,, jangan ada yang keluar dari rumah,,, kalau mau Shalat di rumah aja sama bibi".
Mendengar ucapan Farhan Dinda sedikit terkejut, Farhan tiba tiba melarangnya keluar rumah dan itu membuat ia tidak tahan untuk bertanya alasannya. Tapi melihat ekspresi Farhan yang serius, maka Dinda pun tidak jadi bertanya dan langsung menurut. Syifa sendiri pun juga langsung menurut dengan ucapan ayah nya itu.
Pak Kyai dan Bu Nyai tidak merasa aneh karena Farhan memberikan larangan kepada 2 gadis itu, tujuan Farhan adalah untuk melindungi kedua nya dari bahaya yang sudah datang ke Pondok. Pak Kyai dan Bu Nyai juga sudah menebak siapa 'om jahat' yang Syifa maksud.
...****************...
Hari sudah semakin larut, Dinda dan Syifa juga sudah mulai mengantuk jadi keduanya akan pergi beristirahat. Malam ini Syifa tidur bersama mama nya.
Melihat kedua sudah masuk ke dalam kamar dan dirasa sudah tertidur, Farhan juga segera bangkit dan hendak menuju kamar nya untuk beristirahat juga.
__ADS_1
"Tolong awasi mereka berdua bi,,, jangan biarkan mereka keluar besok", ucap Farhan saat hendak melangkah menuju kamarnya.
" Iya,,, serahin kedua gadis itu sama bibi ", jawab bibi Anjani yakin.