
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah lama memasak di dapur, akhirnya beberapa masakan sudah siap dihidangkan. Banyak sekali makanan yang sudah tersaji di meja makan, nampak Farhan dan Utsman tersenyum puas karena sudah selesai dengan memasak nya, mereka tidak menyangka bisa memasak lagi setelah bertahun tahun.
Sang bibi juga tersenyum lebar melihat banyak makanan yang sudah jadi itu, nampak enak sekali bila terus dilihat.
"Ayo duduk,,, makan,,, enak ini,,, buatan kita bertiga", ucap bibi Anjani menaruh kain lap di meja dapur.
Farhan dan Utsman pun tidak sungkan lagi, mereka berdua segera duduk di tempat masing masing dan mulai mengambil nasi.
Saat bibi Anjani kembali ia terkejut karena di tempat duduknya sudah ada sepiring nasi beserta lauknya.
"Dasar kalian ya,,, mau makan juga masih ngambilin nasi untuk bibi", ucap bibi Anjani perlahan ikut duduk.
" Ini gulai buatan Farhan bi,,, pasti enak,,, harus habis ya bi,,, kalau nggak habis kan mubadzir ", ucap Farhan memberikan kuah ke piring bibi Anjani.
" Ini bi,,, ikan ini yang buat Utsman,,, pasti nggak kalah enak sama mas Farhan", ucap Utsman juga memberikan ikan goreng ke piring sang bibi.
Sang bibi pun kembali terdiam, awalnya ia tersenyum bahagia karena bisa berkumpul bersama keponakan nya lagi walau hanya 2 orang. Saat ini Farhan dan Utsman melihat ke arah sang bibi sambil tersenyum hangat.
Saat mulai memasak tadi Farhan dan Utsman sudah menurunkan kain dan sorban mereka, dan sudah nampak lah wajah tampan keduanya, ditambah dengan senyuman hangat semakin manis pula wajah mereka.
Tanpa sadar air mata bibi Anjani mulai mengalir lagi, itu adalah momen paling hangat dan mengharukan...
"Udah bi,,, makan", ucap Farhan membersihkan air mata bibinya sambil tersenyum.
" Iya Farhan", jawab bibi Anjani membalas senyuman hangat itu.
Sosok Farhan dan Utsman yang dingin dan acuh tak acuh, kini sangat berbeda bila berhadapan dengan bibi mereka. Mereka nampak seperti keluarga yang harmonis, sang bibi juga lebih nyaman jika Farhan dan Utsman bersikap ramah seperti ini.
Mereka bertiga pun mulai menyantap makanan yang masih hangat itu...
...****************...
Selesai makan bersama, Utsman dan Farhan tak lupa untuk membantu sang bibi untuk mencuci alat alat makan tersebut. Mereka sangat senang bisa dekat lagi dengan salah satu bibi tercinta mereka, kedua pemuda itu nampak sangat bahagia dan selalu murah senyum jika dekat dengan sang bibi.
Saat kedua pemuda itu sedang mencuci piring, mereka melihat sang bibi menyimpan sedikit makanan di dalam lemari...
"Untuk siapa bi?", tanya Utsman.
" Untuk paman mu,,, dia belum makan juga kayaknya,,, lagi keluar ", jawab sang bibi sembari duduk di kursi di dekat Utsman dan Farhan yang sedang mencuci piring.
" Emang nya paman kemana bi?", tanya Utsman lagi.
"Katanya lagi keluar sama beberapa Ustadz Pondok yang lain,,, mereka sepertinya manggil polisi lagi deh,,, dan denger denger anak buah Ronald dan Roland yang ada di kampung itu juga ditangkap", ucap sang bibi.
" Pintar juga dia,,, bisa kepikiran untuk menuntaskan sebuah masalah sampai ke akar akar nya supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan di masa yang akan datang", ucap Farhan.
"Dasar kamu ya Farhan,,, bibi heran deh sama kamu,,, kenapa kamu selalu dingin sama paman kamu,,, beda banget kalau sama bibi", tanya sang bibi.
" Nggak usah heran bi,,, jangankan paman Zaki,,, bahkan dengan paman Hasyim dan paman paman yang lainnya Farhan juga pasti akan bersikap dingin juga", jelas Farhan.
"Terserah kamu aja deh Farhan,,, bibi malah bingung". Ketika orang itu pun mulai tertawa bahagia karena kebersamaan itu.
...****************...
Selesai mencuci piring kedua pemuda itu sedang bersantai di ruang depan, suasana nya kembali seperti sebelumnya, hening tanpa adanya pembicaraan.
Sang bibi yang melihat hal itupun hanya tersenyum lalu berjalan menghampiri keduanya,,,
"Farhan, Utsman,,, bibi mau ke aula dulu ya,,, mau bahas sesuatu sama para Ustadzah sebentar", ucap sang bibi tersenyum.
__ADS_1
" Iya bi silakan,,, nanti Utsman sama mas Farhan juga mau ke Masjid,,, sebentar lagi mau Dzuhur ", jawab Utsman juga tersenyum dibalik sorban nya.
Bibi Anjani pun mengangguk lalu berjalan keluar meninggalkan kedua keponakan nya itu...
......................
Sudah 30 menit sejak bibi Anjani pamit keluar, suasana masih tetap sama, hening tanpa ada suara sedikit pun dari kedua pemuda itu, walaupun ada suara itu adalah suara para santri yang lalu lalang di depan rumah.
"Utsman,,, adzan", ucap Farhan mulai berdiri dan hendak keluar.
" Siap mas Farhan", jawab Utsman langsung mengikuti Farhan.
...****************...
Kini di Masjid belum ramai, hanya ada beberapa santri ikhwan yang sudah ada disana.
Utsman dan Farhan langsung melepaskan alas kaki masing masing dan langsung menuju tempat wudhu, perhatian para santri tertuju kepada kedua pemuda bersorban itu.
Mereka masih mengagumi sosok Utsman yang bisa mengalahkan Ustadz terpopuler dan terkuat di Pondok Pesantren Darul Musthafa, mereka sangat ingin belajar bela diri dengan Utsman.
Kebanyakan para santri itu masih bersantai di serambi Masjid sambil mengobrol, walau ada yang sesekali masih bercanda tapi kebanyakan mereka juga ada yang membahas soal kitab yang mereka pelajari dengan Ustadz pembimbing mereka.
...****************...
...****************...
Beberapa menit kemudian Farhan dan Utsman telah keluar dari tempat wudhu, karena masih basah jadi keduanya tidak menggunakan penutup wajah, dan nampaklah wajah tampan bersih mereka oleh para santri itu.
Para santri itu terus menatap ke arah Farhan dan Utsman yang tidak mengenakan penutup wajah itu, mereka baru kali ini melihat secara langsung wajah yang selama ini dibalik kain dan sorban putih itu.
Farhan sudah beberapa tidak menggunakan sorban tadi selalu menutup wajah nya menggunakan kain putih, tapi kali ini ia tidak menggunakan keduanya untuk menutup wajahnya maka terlihatlah wajah bersinar keduanya.
Melihat para santri memperhatikan dirinya dan Utsman, Farhan pun hanya sedikit tersenyum...
Hanya 2 kalimat dari Farhan itu sudah bisa membuat mereka tersadar kembali, mereka pun bergegas berdiri dan segera menuju tempat wudhu.
Melihat para santri berlari lari menuju tempat wudhu Farhan hanya tersenyum...
Lalu Farhan melihat ada 1 santri yang menurut nya adalah santri senior di Pondok itu berjalan di depannya dan hendak masuk ke dalam Masjid, tanpa ragu Farhan langsung menarik kerah baju bagian belakang santri itu dan menariknya perlahan ke hadapan nya.
"Mau kemana?", tanya Farhan tanpa ekspresi.
Sejenak santri itu terkejut karena ia ditarik kebelakang dan langsung mendapatkan pertanyaan dari Farhan yang aura nya mendominasi itu, sejenak santri itu tertegun dan menelan ludahnya.
" Mau,,, mau adzan Ustadz ", jawab si santri dengan gugup.
Mendengar jawaban dari santri itu sejenak Farhan terdiam sesaat, lalu melihat ke arah Utsman yang ada di samping nya.
" Untuk adzan Dzuhur kamu libur dulu,,, biar Ustadz Utsman yang adzan", ucap Farhan.
Si santri pun terkejut mendengar pernyataan dari Farhan, ia lalu melihat ke arah Utsman yang terkejut pula.
Utsman terkejut karena Farhan memanggilnya dengan sebutan 'Ustadz', itu membuat Utsman sedikit tidak enak.
"Mas Farhan... "
"Hussst", saat Utsman ingin berbicara Farhan sudah menyuruh nya untuk diam, dan Utsman tidak berani berbicara lagi.
" Kamu nanti adzan Ashar aja", ucap Farhan tetap memandang ke arah santri yang ada dihadapan nya itu dan tidak menoleh ke arah manapun.
"Bo boleh Ustadz,,, si silakan jika mau adzan", ucap si santri sedikit gemeter dan grogi.
__ADS_1
" Bagus", ucap Farhan melepas pegangannya pada kerah baju bagian belakang santri senior itu.
"Adzan", ucap Farhan malihat ke arah Utsman.
" I iya mas", jawab Utsman segera masuk ke dalam Masjid dan langsung menuju depan tempat adzan. Santri senior itu juga ikut masuk ke dalam.
...****************...
...****************...
اَللهُ اَكْبَرُ،اَللهُ ا
اَللهُ اَكْبَرُ،اَللهُ اَكْبَرُ
Mendengar lantunan adzan dari Utsman Farhan pun tersenyum puas,,,
"Nada, panjang pendek nya, irama jiharkah nya sama seperti dulu,,, merdu", batin Farhan.
Santri senior yang mendengar nya juga terdiam dan melongo mendengar lantunan adzan jiharkah dari Utsman, ia merasa lantunan adzan nya sendiri tidak sebagus milik Utsman.
Jika seperti itu maka ia rela jatah adzan nya diambil oleh Utsman semua...
......................
......................
......................
Para santri yang baru saja selesai wudhu juga tiba tiba terdiam mendengar lantunan adzan yang merdu itu, mereka seperti terhipnotis oleh suara merdu tersebut. Para santri pun buru buru masuk ke dalam Masjid untuk melihat siapa yang adzan dan menikmati suara adzan tersebut.
Tak hanya santri yang ada di Masjid saja, santri yang hendak menuju Masjid juga tiba tiba menghentikan langkah nya dan langsung buru buru menuju Masjid.
...****************...
...*Aula Akhwat*...
Suasana didalam aula tiba tiba menjadi hening, mereka tahu jika adzan sudah dilantunkan maka tidak boleh berbicara karena itu adalah adab nya. Tapi kali ini mereka yang ada di aula itu bukan diam karena adzan mereka tiba tiba terdiam seperti langsung dihipnotis oleh suara adzan itu.
اَللهُ اَكْبَرُ،اَللهُ اَكْبَرُ
لَا إِلَهَ إِلَّااللهُ
Adzan sudah selesai dan semua orang pun berdoa setelah adzan...
"Bu Nyai,,, itu suara siapa? "
"Iya Bu Nyai,,, Ma Syaa Allah,,, suara bagus banget"
"Iya Bu Nyai,,, kalau santri yang biasanya adzan juga nggak sebagus dan semerdu ini kan? ".
Para Ustadzah yang sedari tadi menimbun pertanyaan pun langsung melontarkan pertanyaan kepada Bu Nyai. Bu Nyai pun hanya tersenyum.
" Dasar Utsman,,, kalau bukan karena Farhan yang nyuruh mana mau dia adzan", batin Bu Nyai.
"Yang adzan barusan itu keponakan saya,,, seorang pemuda bersorban yang mengalahkan Ronald dan Roland kakak adik", jawab Bu Nyai.
"Ma Syaa Allah,,, ternyata Ustadz itu,,, "
"Ya Allah,,, pengen deh jadi istri nya,,, jangankan adzan nya,,, saya yakin lantunan ayat ayat Al - Qur'an nya juga pasti sama bagus nya".
Satu persatu Ustadzah yang ada di aula mulai memuji Utsman, mereka bahkan bertanya kepada Bu Nyai apakah Utsman sudah punya istri, saat mengetahui bahwa Utsman masih lajang para Ustadzah itu sangat girang, mereka merasa punya kesempatan untuk mendapatkan sosok Utsman yang kini menjadi incaran mereka.
__ADS_1
"Huff,,, Ya Allah,,, cuma suara nya aja udah bisa bikin para Ustadzah ini pengen jadi istri nya Utsman,,, gimana kalau mereka tahu wajah tampan nya Utsman,,, yakin pasti nggak bisa nahan", batin Bu Nyai sedikit menggeleng.