Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Sosok Asli Dari Farhan


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Farhan pun melihat satu persatu orang yang ada didalam mobil itu keluar, Farhan menatap mereka dengan tatapan dingin dan tajam, sebenarnya Farhan ingin sekali membunuh mereka semua yang telah berani menculik para adik adik Pondok nya, apalagi yang di culik adalah santri akhwat yang bercadar, menurut Farhan mereka sangat berharga.


Farhan mulai berjalan perlahan mendekati mereka yang seperti sangat terkejut dengan apa yang baru saja mereka alami.


Mereka juga melihat Farhan yang mendekati mereka dengan tatapan yang sangat tajam, mereka seperti merasakan ditatap oleh dewa kematian.


Sosok Farhan yang ini jelas ada sosok aslinya, dingin, kejam, bengis, niat membunuh yang kuat, tapi semenjak kejadian beberapa tahun yang lalu itu Farhan bisa mengendalikan niat membunuh nya yang liar itu.


"Huh huh,,, berani berani nya kamu menghalangi rencana kami,,, kamu harus mati", ucap salah seorang dari mereka.


Tanpa diberi perintah lagi semua orang itu langsung menyerbu ke arah Farhan, mereka yang berjumlah 5 orang itu tak kenal takut, mereka masing masing membawa belati dan langsung menerjang ke arah Farhan.


Tapi Farhan tidak menghentikan langkah nya, ia tetap berjalan perlahan menuju orang orang itu, tatapan nya semakin tajam.


*Bom*


Boom*


Suara serangan tunju dan tendang pun mulai terdengar, pertarungan itu sudah tidak bisa dihindari. Para penculik itu menyerang dengan kejam dan mulai menyerang dengan belati.


Tapi Farhan tidak merubah ekspresi nya,,,


*Aahh*


Suara teriakan dari seorang penculik itu terdengar, ia merasa kesakitan karena tulang tangan kanannya patah. Ia mulai takut dan merinding saat Farhan menatap nya dengan tatapan tajam.


Yang lain juga semakin bringas menyerang Farhan, tapi Farhan juga tidak segan untuk mematahkan semua tulang mereka yang telah berani menculik adik adik Pondok nya.


...----------------...


Setelah beberapa menit pertarungan, akhirnya keempat penculik itu pingsan dengan kondisi tulang kaki dan tulang tangannya patah.


Dan Farhan menyisakan 1 orang yang menurut nya adalah pemimpin mereka. Ia berjalan mendekat ke arah orang tersebut yang juga telah patah keempat persandian nya.


"A apa yang ingin kamu lakukan,,, jika kamu membunuh ku,,, ketua tidak akan... aaahh", belum selesai orang itu berucap Farhan telah menginjak dadanya dan mematahkan beberapa tulang iga nya.


" Dimana tempat kalian menculik adik adik Pondok ku?", Farhan langsung bertanya intinya kepada orang tersebut tanpa banyak basa basi.


"Hah hah,,, bahkan jika kamu membunuhku,,, aku tidak akan memberi tahumu,,, aahh", belum selesai berucap lagi, satu tulang iga nya telah dipatahkan oleh Farhan, sifat Farhan yang ini benar benar tanpa belas kasihan.


" Membunuh mu adalah hal sepele,,, jika aku belum mengetahui jawaban yang aku inginkan dari kamu,,, kamu akan merasakan satu persatu tulang mu patah", ucap Farhan memasang senyum yang sangat menakutkan walau tertutup sorban.


Orang itu mulai merasakan ketakutan yang sangat besar pada dirinya, ia melihat Farhan seperti melihat iblis yang keluar dari neraka, orang mana yang begitu kejam ingin menyiksa dengan mematahkan tulang satu persatu tanpa belas kasihan.


"Aku.. aahh* , orang itu lagi lagi belum selesai berucap 1 tulang iga nya telah di patahkan oleh Farhan.


Orang itu mulai sadar bahwa bukan jawaban itu yang diinginkan oleh Farhan, ia mulai merasa pusing dan akan pingsan, tapi rasa sakit yang ia alami telah mengalahkan semua rasa yang ia rasakan saat ini.


"Baik baik,,, aku katakan,,, aku akan katakan. Tempat nya ada di ujung desa sebelah sana,,, ada gudang yang banyak ditumbuhi oleh tanaman rambat,,, bahkan orang orang tidak mengetahui bahwa iri adalah gudang tua yang terbengkalai", orang itu sudah tidak tahan lagi, ia langsung memberi tahu Farhan lokasi yang dibuat untuk menyekap para santri Pondok.


"Kenapa nggak bilang dari tadi?", Farhan pun langsung mengangkat kaki nya dari dada orang itu.


" Terima kasih karena kamu telah... "


*Buggh*


Belum selesai berucap Farhan telah menghantam kepala orang tersebut hingga hancur, dan akhirnya mati ditempat.


"Siapa yang bilang aku melepaskan mu?. Orang yang berani menculik adik adik Pondok ku,,, harus terima konsekuensi nya", ucap Farhan langsung berjalan.


Ia tanpa pikir panjang lagi langsung pergi ke gudang tua yang sudah diberitahukan oleh orang tersebut...


...****************...


...****************...


...****************...

__ADS_1


Setelah sekian lama berjalan akhirnya Farhan telah sampai dilokasi yang dimaksud, benar saja yang dikatakan orang tadi lokasi itu memang tidak nampak ada gudang tua melainkan semak belukar yang tinggi dan menutupi tempat tersebut.


Tanpa ragu Farhan mulai mendekati semak semak itu, ia mendapati ada tanaman rambat yang dikatakan, tanpa banyak pikir Farhan langsung menendang tumpukan tanaman rambat tersebut...


*Boom! "


Terdengar benda keras yang terjatuh, benar saja dibalik tanaman rambat itu ada sebuah pintu gudang. Farhan langsung mencabut dan menyingkirkan semua tanaman rambat itu dan sudah tidak ada lagi yang menutupi tempat tersebut. Dan Farhan sendiri mulai masuk kedalam dengan aura dingin yang mulai meningkat...


...----------------...


...----------------...


Farhan sekarang sedang berdiri di tengah gudang itu, gudang itu memang luas, banyak ruangan ruangan termasuk dengan pintu yang tertutup rapat, tidak seperti gudang tua bangunan itu nampak seperti rumah mewah, banyak barang barang dan properti yang mahal disana.


Farhan tidak memperdulikan hal itu, ia segera masuk kedalam ruangan utama...


Didepan pintu itu, Farhan merasa ada yang tidak beres...


*Boom!*


Farhan langsung menendang pintu itu hingga terbang jauh kedalam...


Saat Farhan masuk ia terdiam, ia melihat banyak sekali para akhwat bercadar dalam keadaan terikat. Para akhwat bercadar itu nampak ketakutan, bahkan Farhan melihat ada yang pingsan tidak sadarkan diri.


Sudah berapa lama mereka tidak keluar, walaupun diberikan makanan oleh para penculik itu mungkin hanya sekedar pengganjal perut dan tidak dapat mengenyangkan mereka.


Niat membunuh terlihat dimata Farhan, ia akan benar benar membunuh para pelaku penculikan itu. Tapi sebelum itu Farhan harus membantu para akhwat bercadar itu untuk keluar dari sini.


......................


......................


......................


Para akhwat merinding ketakutan melihat ada sosok pemuda bersorban, walau sepertinya pemuda itu tidak ada niat jahat kepada mereka.


Total para korban itu berjumlah 20 orang, Farhan benar benar tidak bisa memaafkan para pelaku tersebut, ia akan memberikan mereka pelajaran.


Tanpa berucap apapun, Farhan berdiri dihadapan para akhwat bercadar itu. Farhan mulai melantunkan ayat ayat yang dapat menenangkan mereka semua, dan benar saja mereka yang awalnya merasa takut dengan kehadiran Farhan tiba tiba menjadi lebih tenang karena Farhan melantunkan ayat ayat suci Al-Qur'an yang membuat hati menjadi adem.


Tanpa mereka sadari luka luka mereka perlahan menjadi pulih sepenuhnya, bahkan rasa sakit nya juga menghilang sepenuhnya. Mereka seperti merasakan keajaiban pada diri mereka, apakah karena pemuda bersorban itu mengaji?, pikir sebagian dari pada para santri itu.


Bahkan beberapa akhwat yang pingsan juga langsung terbangun dan menjadi puluh kembali, tidak ada ketakutan dan kelelahan diantara mereka, mereka kini nampak berseri dan tersenyum.


Mereka pun bersyukur karena Allah telah mendatangkan seorang penolong yang akan mengeluarkan mereka dari tempat itu...


"Huff,,, Alhamdulillah Ya Allah,, para adik adik Pondok ku sudah sehat semua", ucap Farhan.


Perkataan Farhan lagi lagi membuat para akhwat itu terkejut, adik Pondok?. Apakah Farhan merupakan senior mereka di Pondok Al Muttaqin?. Tapi mereka tidak pernah melihat Farhan di Pondok sebelum nya. Apakah Farhan adalah sosok senior yang telah berdakwah bertahun tahun dan akhirnya kembali ke Pondok lagi?, itulah yang ada dipikiran mereka.


"Do'a kalian telah terkabul,,, Allah mendengar semua Do'a kalian,,, dan kalian akan keluar dari sini dan kembali ke Pondok", ucap Farhan, dan kata kata Farhan membuat para akhwat itu ingin menangis,,,,


" Huff,,, sepertinya mulut kalian di lakban,,, sehingga tidak bisa berbicara ", ucap Farhan merasa kalau para santri itu tidak berbicara sedikit pun sejak ia masuk tadi.


" Kalian akan saya keluarkan dari sini,,, tapi sebelum itu kalian akan saya tutup matanya pakai tutup warna hitam ini", ucap Farhan memperlihatkan kain panjang berwarna hitam ditangan nya.


"Saya tidak akan membuka lakban di mulut kalian,, karena kalau saya melakukan hal itu kemungkinan kita akan bersentuhan,,,, itu tidak boleh karena kita bukan mahrom", ucap Farhan sambil menutup mata para akhwat itu satu persatu.


...****************...


...****************...


...****************...


Setelah beberapa menit kemudian Farhan telah menutup mata semua santri, tapi para santri itu tetap tenang dan tidak merasa takut karena mereka yakin bahwa Farhan adalah senior mereka yang ada di Pondok Pesantren.


"Bawa mereka kembali ke Pondok! "


"Baik mas Farhan! ".

__ADS_1


Karena mereka semua tidak dapat melihat apapun, mereka hanya bisa mendengar suara suara saja. Dan mereka mendengar bahwa sosok pemuda itu seperti memberikan perintah kepada seseorang dan seseorang itu juga patuh kepada sosok pemuda itu yang baru mereka dengar namanya, yaitu Farhan.


Senior Farhan!.


Dan para santri itu merasakan bahwa ada yang membantu mereka berdiri dengan perlahan, mereka merasakan bahwa yang memegang mereka adalah seorang akhwat juga jadi mereka tidak perlu khawatir.


Orang orang yang diperintahkan oleh Farhan pun segera membawa 20 orang santri itu kembali ke Pondok Pesantren Al Muttaqin.


...****************...


Tak lama kemudian ada segerombolan orang yang masuk kedalam ruang utama tersebut, mereka terkejut karena korban penculikan mereka telah hilang dan hanya ada seorang pria bersorban yang ada di tengah ruangan itu. Pria bersorban itu berdiri membelakangi mereka dan memasang wajah dingin.


"Hei,,, siapa kamu?!, apa yang kamu lakukan dengan tawanan ku?? ", salah seorang membentak Farhan dengan nada tinggi. Sepertinya ia adalah bos dari para penculik itu.


" Ooh,,, jadi kamu bajing*n yang berani berani nya menculik adik adik Pondok ku?!", ucap Farhan menoleh ke arah orang orang itu yang sangat banyak, mungkin sekitar 50-60 orang.


Ketua penculik itu yang awalnya garang kini nampak takut melihat mata Farhan yang berwarna merah terang. Bahkan beberapa anak buah nya juga berjalan mundur.


"Sial,,, apa kau kira aku akan takut dengan mata mu itu,,, serangan,,, bunuh dia!! ", ketua penculik itu langsung memberikan perintah dan langsung menyerbu ke arah Farhan.


Tanpa pikir panjang lagi Farhan juga langsung berlari dan menyerang orang orang tersebut, Farhan bagaikan hewan buas yang bertemu dengan mangsa nya dan hendak memakannya.


*Bugh bagh,,, aahh*


Suara adu jotos dan tendangan terdengar, Farhan tanpa segan mematahkan tulang tangan yang beradu jotos dengannya, suara teriakan satu persatu bergema di ruangan itu membuat orang yang mendengarnya menjadi takut.


Ketua dari penculik itu merasa kakinya lemas, ia mulai gemetar melihat Farhan menyerang anak buah nya dengan brutal dan tanpa belas kasih.


...****************...


Tidak sampai 5 menit, orang yang berjumlah kurang lebih 50 orang itu pun tergeletak di tanah dengan kondisi yang mengenaskan, bahkan ada yang kepalanya hancur.


"A apakah kamu monster?,,, bagaimana bisa kamu mengalahkan begitu banyak anak buah ku?, apa maumu sebenarnya?", ucap si kepala penculik.


Ketua penculik itu sangat ketakutan melihat Farhan yang berjalan mendekat ke arah nya, ia berjalan mundur dan akhirnya tersandung lalu terjatuh ke tanah karena kaki nya menabrak tumpukan kayu kayu yang ada di belakang nya.


"Aku akan membunuhmu karena berani menculik dan menyiksa adik adik ku", ucap Farhan mengeluarkan auranya lagi yang membuat ketua penculik semakin ketakutan, tertekan, dan mulai mengeluarkan darah dari sudut mulut dan matanya.


Kini Farhan meletakkan kaki nya di dada ketua tersebut,,,


"Hah hah,,, kalau kamu membunuh ku,,, Sekte Angkara tidak akan melepaskan mu,,, aahh"


Saat ketua penculik menyebutkan 'Sekte Angkara', Farhan langsung menghancurkan dada ketua tersebut dan menyebabkan si ketua itu mati di tempat.


...****************...


Tatapan tajam milik Farhan tetap ada dan tidak menghilang, bahkan auranya juga semakin kuat, ia langsung melihat kearah pintu yang ada di belakang nya.


Ia berjalan perlahan dan langsung mendobrak pintu itu hingga rusak terbelah menjadi 2...


Farhan berjalan keluar lalu melihat sebuah hutan yang begitu lebat... Farhan tidak peduli dengan suasana gelap di hutan itu ia langsung berjalan masuk dengan aura yang kuat.


...****************...


...****************...


...****************...


Setelah berjalan cukup dalam Farhan pun berhenti,,, ia melihat dari kejauhan ada 8 orang yang mengenakan jubah hitam dengan tudung yang menutupi hampir seluruh kepala nya dan penutup wajah hitam pula dengan aura yang sangat kuat.


Kedelapan orang tersebut melihat ke arah Farhan, begitu oun dengan Farhan yang juga memperhatikan mereka sstu persatu.


Salah seorang dari mereka hendak menyerang Farhan tapi dihentikan oleh salah seorang mereka hanya dengan isyarat tangan, dan ia tidak jadi menyerang Farhan.


Farhan tidak mengatakan apa apa,, ia hanya menatap dingin kedelapan orang berjubah itu...


Kedelapan orang berjubah itu pun satu persatu pergi ke dalam hutan yang gelap itu, dan meninggalkan Farhan...


"Aku akan datang dan membasmi kalian wajah Sekte Sampah,, berani nya kalian membawa ayah ku dan bahkan membunuh ibu ku,,, aku tidak bisa memaafkan kalian para bajing*n", ucap Farhan mengeluarkan aura kuat dan membuat hutan itu terbakar sebagian. Farhan pun berjalan dan keluar dari hutan dengan santai, tidak memperdulikan api yang ada di sepanjang jalan kecil hutan itu.

__ADS_1


__ADS_2