
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari pun sudah mulai gelap dan berganti malam, suasana di Pondok Pesantren Darul Musthafa malam ini sedikit ramai karena para santri sedang mendapatkan waktu santai, mereka bebas melakukan apapun untuk malam ini karena menjelang acara yang akan datang mereka sudah mempersiapkan semuanya dari tadi pagi, maka malam ini Pak Kyai memberikan waktu istirahat untuk para santri.
Di kediaman Pak Kyai sendiri juga sedang ramai karena Dinda dan Syifa yang kembali lagi ke Pondok untuk menginap. Mereka sedang berkumpul di ruang tengah sambil mengobrol santai, Pak Kyai dan Bu Nyai sendiri sedang mengobrol dengan Dinda, lain hal nya dengan Farhan dan Syifa yang sedang bermain di lantai yang beralaskan sebuah kasur kecil yang empuk.
Dinda sendiri senang sekali melihat sang buah hati bermain dengan nyaman bersama Farhan yang memang sudah dianggap sebagai ayah oleh Syifa sendiri. Farhan sendiri juga sudah begitu nyaman dengan Syifa saat ini...
...****************...
Di waktu yang sama, perkumpulan preman kampung yang dipimpin oleh Ustadz Ronald dan Ustadz Roland kini sedang mengadakan pesta minuman keras, mereka juga menyalakan music dengan volume yang keras hingga terdengar hampir diseluruh desa.
Sebenarnya para warga resah dengan para preman itu, tapi waktu mereka datang untuk menangkap dan menyita minuman keras dan barang barang haram lainnya, barang itu sudah tidak ada dan tempat perkumpulan itu sudah bersih.
Para warga sudah melakukan hal yang sama berulang kali, tapi hasilnya tetap sama. Akhirnya mereka pun menyerah untuk menangkap para preman itu tanpa bukti dan mereka membiarkan para preman itu berbaur dengan para warga meski kehadirannya tidak mengenakkan, meski begitu meret masih bisa bertahan dengan hal itu.
Apalagi kedua ketua dari para preman itu, para warga sudah kenal jelas siapa mereka. Mereka pun tidak berani bertindak lebih lanjut karena takut kedua orang itu akan membuat kerusakan di kampung mereka...
__ADS_1
...****************...
...----------------...
Malam yang panjang pun mulai terasa dengan berembus nya angin dingin di malam hari, kediaman Pak Kyai pun pintunya sudah ditutup tapi mereka masih belum pergi untuk beristirahat, mereka masih enak mengobrol sambil nyemil makanan yang ada di meja.
Bahkan para santri pun juga masih banyak yang berkeliaran di daerah Pondok,,,,
Disaat santai seperti ini santri ikhwan biasanya akan meminta izin kepada santri akhwat dan Ustadzah untuk meminjam dapur, para ikhwan itu akan mulai mencari bahan bahan untuk dimasak, mereka memasak sambil melantunkan Shalawat sampai para akhwat bahkan terkagum kagum mendengar lantunan Shalawat para ikhwan itu.
...----------------...
Karena hari semakin malam dan jam juga sudah menunjukkan pukul 10 malam Syifa pun memeluk Farhan yang sedang duduk di kursi dan sedang mengobrol dengan yang lainnya.
"Syifa ngantuk?,,, tidur sama mama,,, besok main lagi", ucap Farhan mengelus kepala Syifa.
" Hum,,, mamaa,, Syifa mau tidur sama ayaah", dengan sikap imutnya Syifa berucap ke mamanya dan memasang wajah memelas dibalik niqob nya itu.
__ADS_1
"Iihh dasar Syifa,,, langsung nempel ke ayah nya kalau ketemu,,, mama langsung dilupain", Dinda sendiri menahan ketawa karena sikap yang diperlihatkan oleh Syifa sambil menjawab.
" Hihi,,, Syifa sayang mamaaah ", Syifa pun langsung berbalik lalu memeluk Dinda. Dinda juga mengangkat Syifa lalu mendudukkannya di pangkuannya dan memeluk nya, dan tak lupa memberikan kecupan di kening Syifa. Syifa juga membalas perlakuan mamanya dengan hangat.
"Boleh aja kalau Syifa mau tidur sama ayah,,, tapi jangan nakal,,, nanti ayah Syifa ganggu lagi, jangan ya", ujar Dinda.
" Hihi,,, iya mamah,,, Syifa janji nggak nakal", jawab imut Syifa.
"Beneran Syifa tidur sama aku? ", Farhan yang mendengar jawaban Dinda pun akhirnya bertanya untuk memastikan.
" Iya mas,,, biar Syifa tidur sama kamu,,, kangen sama kamu,,, setiap malam sebelum tidur Syifa pasti inget sama kamu mas", jawab Dinda tersebut dibalik cadar nya.
Farhan pun hanya bisa tersenyum dan menghela nafas, lalu melihat ke arah Syifa yang sudah memeluk kaki nya.
"Dasar unyu bisa aja kamu ya,,, ha kangen kangen,,, sini cium dulu", Farhan pun tidak bisa menahan rasa greget nya kepada Syifa dan langsung menggendong nya. Dan dengan senang nya Syifa mencium wajah Farhan yang memang tidak menggunakan penutup wajah.
...----------------...
__ADS_1
Dan tak berapa lama setelah Farhan membawa Syifa masuk kedalam kamarnya, Dinda juga meminta izin kepada paman dan bibinya untuk beristirahat juga.
Dan akhirnya seluruh nya pun pergi beristirahat setelah semua lampu ruangan dimatikan...