Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Farhan Dan Keempat Saudaranya


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah acara penyambutan atas kedatangan kembali dari Ustadz Ronald dan Ustadz Rolald maka acara selanjutnya pun segera dimulai, yaitu acara pertandingan silat antar santri.


Dibalik para Ustadz Pondok yang selalu mengajar di Pondok waktu mengaji dan mengajar di Madrasah tak sedikit pula para Ustadz yang mengajarkan silat kepada para santri akhwat dan santri ikhwan diwaktu yang sudah dijadwalkan oleh Ustadz tersebut.


Dengan acara tersebut para sesepuh juga menilai baik para santri karena memiliki ilmu dan kekuatan yang kuat di usia yang begitu muda, jika terus dilatih pasti akan tumbuh menjadi pendekar yang kuat untuk Pondok Pesantren.


Selain menjadi seorang Ustadz di usia muda waktu lampau, para sesepuh itu juga merupakan guru besar silat di Pondok Pesantren Darul Musthafa itu, mereka sangat ditakuti dan disegani pada masanya, dan tak banyak para santri yang begitu mengenal para sesepuh itu kecuali para santri senior yang sudah lama mondok dan para Ustadz Pondok yang sekarang.


Dihadapan para sesepuh itu semua orang yang mengenalnya pasti menyapa ramah dan tidak berani tidak sopan kepada mereka semua, walaupun hanya beberapa santri yang mengenal para sesepuh itu tapi para santri yang tidak mengenal tetap mengucapkan salam dan menyapa para sesepuh tersebut karena itu merupakan adab para santri.


...****************...


Dari kejauhan nampak ada Utsman yang sedang duduk berselenden di atas pohon yang tak jauh dari area lapangan Pondok. Ia dalam posisi sedikit berbaring malah di atas sana, walau tatapan matanya tetap dingin tapi dilihat dari manapun wajahnya nampak terlihat bosan, Utsman bahkan tidak terlalu tertarik untuk menonton pertandingan para santri itu, ia hanya sedang bosan karena tidak ada yang harus dikerjakan, karena tugasnya akan ia laksanakan diakhir nanti, dan Utsman hanya mendengarkan suara pukulan, tendangan, tangkisan, bantingan dari pertandingan para santri tersebut dan tidak berniat untuk menonton nya.


Disisi lain Utsman juga menunggu kehadiran dari Ustadzah Siti, Ustadzah Indah, dan Afifah. Setelah sekilas menutup matanya maka Utsman pun tahu bahwa mereka sedang dalam perjalanan menuju lapangan Pondok.


"Memang betul tugas ini sangat mudah dan membosankan,,, tapi mau bagaimana lagi,,, acara kali ini harus ada adegan yang lucu untuk hiburan,,, ", ucap Utsman memasang senyum puas dan nampak bersemangat membayangkan adegan yang ia nantikan.


......................


" Apa yang kamu tertawakan Utsman? "

__ADS_1


Dari bawah pohon terdengar sebuah suara dingin yang membuat Utsman langsung berhenti tertawa walau sebenarnya tertawa nya sudah berhenti baru ada pertanyaan tersebut yang dituju kepada nya.


Dengan ekspresi sedikit terkejut Utsman langsung melihat kebawah pohon dan melihat siapa yang berbicara itu walau seperti Utsman sudah mengenali suara tersebut.


"Mas,,, mas Farhan", mengetahui bahwa orang tersebut ada memang benar Farhan Utsman hanya bisa menelan ludah nya,,, ia pun langsung lompat turun dari atas pohon itu.


" Bagaimana rencana mu?,,,, apakah semuanya sudah siap? ", tanya Farhan.


" Mas Farhan tenang aja,,, karena mas Farhan sudah memberikan tugas ini kepadamu maka aku akan menyelesaikan tugas ku dengan baik ", jawab Utsman memberikan senyum kepada Farhan.


" Baguslah kalau begitu,,, ", ucap Farhan singkat.


" Hmm,,, mas Farhan,,, gimana dengan orang misterius itu?", tanya Utsman sedikit gugup.


"Hufff,,, mati", jawab singkat Farhan tanpa ekspresi setelah menghela nafas sejenak.


"Sudah lama aku nggak dengar mas Farhan bunuh orang lagi", batin Utsman menggigil.


" Mas Farhan udah nggak pernah bunuh orang lagi sejak kejadian waktu itu,,, aku malah merinding kalau bayangin kejadian waktu itu,,, menakutkan ", gumam Utsman membayangkan kajadian waktu dulu.


Utsman benar benar ketakutan saat membayangkan kejadian dimana adegan Farhan membantai 3 Perguruan Silat sekaligus. Awalnya Farhan berseteru kecil dengan murid dari salah satu Perguruan tersebut, dan karena sudah marah murid itu sudah tidak tahan dan mulai bertarung melawan Farhan, bahkan tidak ada 5 menit Farhan sudah menumbangkan murid tersebut dengan teman teman nya sekaligus.


Murid itu kembali dan melaporkan kejadian itu kepada para seniornya, dan setelah itu mereka pun langsung mencari Farhan untuk memberikan pelajaran atas apa yang ia perbuatan. Tapi hasilnya tetap sama, Farhan berhasil menumbangkan senior tersebut yang berjumlah 5 orang, mereka mengalami cedera parah.

__ADS_1


Tak sampai disitu, bahkan Tetua Perguruan silat itu langsung datang mencari Farhan untuk memberikan pelajaran, padahal Farhan sudah menjelaskan bahwa yang salah sebenarnya adalah murid tersebut tapi Tetua itu malah membela murid nya yang bersalah itu.


Farhan pun tidak tahan dan langsung menghajar Tetua tersebut, dan hanya sekali pukulan Tetua itu langsung tumbang dan kekuatan nya menjadi lumpuh, walau masih ada sedikit tenaga tapi ia sudah tidak bisa bertarung lagi.


Akhirnya ia kembali ke Perguruan dan memanggil 2 saudara Perguruan lainnya untuk membantu menangkap Farhan. Dengan adanya berita itu kakeknya Farhan yang waktu itu masih hidup pun langsung membantu dan membela Farhan, karena waktu itu Farhan sudah mendapatkan ilmu warisan dari sang kakek, ditambah dengan kekuatan murni dari Farhan sendiri maka kekuatan nya menjadi sangat kuat.


Datanglah hari dimana pertarungan itu dimulai, bahkan saat itu Farhan tak sendiri ada 4 sahabat nya yang ikut bertarung, 3 diantara nya adalah Rohman, Syafi'i, dan Utsman, dan 1 lagi adalah saudara yang paling kecil diantara kelima nya.


Walaupun Utsman sangat kuat, tapi berdasarkan urutan yang dibuat oleh Farhan maka Rohman lah yang kedua setelah dirinya, lalu setelah itu Syafi'i dan baru Utsman, lalu yang terakhir adalah saudara kecilnya itu, Utsman berada diurutan ke 4 diantara kelima nya.


Tapi kelima anak tersebut yang baru berusia kisaran 11 - 12 tahun malah mampu menggemparkan dunia persilatan. Bagaimana tidak, hanya dengan kekuatan dari keempat saudara nya Farhan mampu membasmi semua murid murid dari ketiga Perguruan tersebut, karena di balik kekuatan kelima dapat membuat sebuah raga yang mengenakan sorban dan pakaian serba putih, jika ditotal maka jumlah nya hanya 10 orang, 10 orang mampu mengalahkan 3 Perguruan silat sekaligus, bahkan kloning dari masing masing nya juga sangat kuat.


Farhan bahkan tidak peduli dengan para murid itu, Farhan langsung mencari ketiga Tetua dari masing masing Perguruan dan langsung bertarung, walaupun tidak semudah itu karena mestilah banyak para guru guru dan wakil Tetua yang ikut bertarung menghadapi Farhan.


Tapi Farhan tidak peduli dengan para orang orang itu, Farhan hanya memanggil kloning nya yang sekarang ini berada didalam dimensi nya, dan kloning itu mampu membunuh semua para guru dan wakil Tetua itu, memudahkan Farhan untuk berhadapan langsung dengan ketiga Tetua itu.


Karena 1 diantara 3 Tetua sebelumnya sudah terluka parah oleh Farhan maka Farhan mudah saja membunuh nya, dan ia hanya perlu menghajar 2 lagi. Walau kedua Tetua sudah mengeluarkan semua kekuatan tersembunyi nya dan menggunakan jurus jurus rahasia tapi tetap tidak bisa mengalahkan Farhan seorang.


3 Perguruan Silat telah musnah oleh Farhan dan saudara saudara nya, dan berita itu juga langsung menjadi pusat perhatian di dunia persilatan. Perguruan Silat yang lain langsung mulai waspada dan memberikan peringatan kepada para murid nya untuk tidak mengganggu Farhan dan para saudaranya.


Dengan bertambah dewasanya Farhan dan keempat saudara nya, berita tersebut pun masih tetap ada dan menjadikan kelima anak muda tersebut menjadi legenda di dunia persilatan.


...----------------...

__ADS_1


Dan setelah sekian lama Farhan tidak pernah membunuh orang lagi tapi hari ini Farhan membunuh seseorang yang menurut nya tidak memiliki niat baik dan berniat untuk merampas Pondok Pesantren dari paman dan bibinya, mana mungkin Farhan membiarkan hal itu sedangkan Pondok tersebut merupakan peninggalan dari almarhum kakeknya.


Dan sejenak Utsman langsung mengatur nafasnya yang sedari tadi saling berburu dan menjadikannya ngos ngosan sesaat.


__ADS_2