Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Waktunya Bermain


__ADS_3

...****************...


Kini suasana lapangan besar pondok pun menjadi semakin ramai dengan muncul nya seorang pemuda bersorban putih dengan baju silat nya masuk perlahan ke dalam lapangan, hal itu membuat para santri yang menonton pun menjadi penasaran siapa pemuda bersorban itu?.


"Bukannya itu Syafi'i?", Bu Nyai yang kenal dengan pemuda bersorban itu pun langsung berdiri dan penasaran apa yang akan dilakukan oleh Syafi'i yang masuk ke dalam lapangan.


" Untuk apa anak itu masuk ke dalam lapangan,, bukannya pertandingan nya belum selesai ya?", ucap Pak Kyai.


"Boleh aja kalau Syafi'i mau tanding,, dan terserah mau melawan siapa,,, tapi setidaknya dia harus ikuti aturan yang ada dan menunggu giliran,, kenapa dia langsung masuk ke dalam lapangan?", lanjut Pak Kyai.


...----------------...


" Hah hah,,, Ya Allah,,, apa yang mau dilakukan oleh Syafi'i?", ucap Ustadz Rohman yang berhenti di pinggir lapangan sambil kelelahan karena berlari mengejar Ustadz Syafi'i.


Hal itu juga membuat Ustadz Rendy dan Ustadzah Rinjani yang sedang bertarung pun juga menghentikan pertandingan nya, dan perhatian mereka berdua tentu nya tertuju kepada Syafi'i yang mulai mendekat ke arah mereka berdua.


Syafi'i sendiri pun tidak menghiraukan teriakan dan sorakan dari para santri yang sedang menonton, dia dengan santai berjalan dan mendekat ke arah Ustadzah Rinjani yang sedang kelelahan.


"Ya Allah,,, apakah itu Ustadz Syafi'i,,mau apa dia kesini? ", batin Ustadzah Rinjani mulai canggung.


" Siapa pemuda bersorban itu?,,,, ", batin Ustadz Rendy. Entah apa yang terjadi, Ustadz Rendy hanya melihat adanya pemuda bersorban yang baru selain Ustadz Rohman yang memakai sorban, Ustadz Rendy bahkan tidak terpikirkan oleh sosok pemuda bersorban yang bisa membuat nya gemetar hanya dengan aura nya, kesannya Ustadz Rendy seperti sudah lupa dengan keberadaan dari Farhan.


"Biar ku ingat dulu,,, apakah pemuda bersorban itu adalah salah satu santri yang baru pulang beberapa minggu lalu?,, kalau tidak salah dia merupakan santri yang lama sudah ada di Ponpes Miftahul Huda ini,,, sekali nya kembali ke Pondok, dia langsung mendapatkan gelar Ustadz nya lagi,,, enak banget dia", batin Ustadz Rendy.

__ADS_1


...****************...


Disaat Ustadz Rohman hendak masuk ke dalam lapangan untuk menghentikan Ustadz Syafi'i, dia telah dihentikan oleh seseorang dari arah belakang nya.


Seseorang tersebut tak lain adalah Farhan yang baru selesai mengajak Masyitah jalan jalan keliling dan bermain di taman Pondok.


"Mau apa kamu?", tanya Farhan.


" Itu,, itu mas,,, Syafi'i ", jawab Ustadz Rohman tidak bisa berkata kata.


" Udah, biarin Syafi'i yang main kali ini,, kita nonton aja,, ayo kita ke tenda nya Pak Kyai ", ucap Farhan perlahan berjalan menuju arah tenda paman nya.


" Tunggu dulu,,, apa maksud nya mas Fajar Syafi'i yang main?,,, emangnya Syafi'i mau main apa?", batin Ustadz Rohman tidak peka.


...****************...


...*Tenda Pak Kyai dan Bu Nyai*...


"Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh,,, "


Kedatangan Farhan pun di sambut sangat baik oleh paman dan bibi nya, segera Farhan menurunkan Masyitah yang sedari tadi ia gendong. Farhan pun segera mencium tangan bibi dan paman nya, lalu giliran Masyitah yang mencium tangan Pak Kyai dan Bu Nyai.

__ADS_1


"Ma Syaa Allah,,, keponakan ku udah balik ke Pondok,, habis dari mana,, kenapa nggak langsung kesini?", ucap Bu Nyai mengelus kepala Farhan.


" Farhan pulang tadi pagi bi,, tadi Farhan habis ngajak Masyitah jalan jalan sebentar", jawab Farhan dengan senyum hangat.


"Assalamu'alaikum semua"


"Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh"


Rohman yang baru sampai pun juga segera mencium tangan Pak Kyai dan Bu Nyai,,, kedatangan Ustadz Rohman sangat membuat Ukhty Wulan bahagia, tak hanya Ukhty Wulan tapi sang ibu juga senang melihat Ustadz Rohman, ibu Murni tahu bahwa anak nya suka dengan Ustadz Rohman yang mengenakan sorban putih itu.


"Hmm,,, Farhan,,, apa yang mau dilakukan Syafi'i yang masuk ke dalam lapangan?", tanya Pak Kyai.


" Yaah,,, dia hanya mau merenggangkan otot nya aja,,, udah kaku itu,,, biar dia main main hari ini", jawab Farhan duduk di sebelah bibi nya.


...****************...


...*Beberapa waktu lalu di kediaman Pak Kyai dan Bu Nyai*...


"Saya ingin melaporkan adanya tindakan pemerkosa*n, ancaman, pelecehan, dan pencemaran nama baik".


" Baik, kami akan segera membuat surat penangkapan dan memproses kasus ini, dan kami akan segera mengirim petugas untuk menangkap pelaku "


"Bapak santai aja,,, sang pelaku tidak akan bisa lagi dari Ponpes Miftahul Huda"

__ADS_1


Setelah mengajak Masyitah bermain di taman Pondok, Farhan pun segera menuju rumah paman dan bibi nya untuk meminjam telpon dan menghubungi Polisi, melaporkan semua kejahatan yang diperbuat oleh Ustadz Rendy.


__ADS_2