Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Menguras Banyak Tenaga


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Semakin lama suasana Pondok Pesantren Darul Musthafa pagi itu menjadi mencekam dan sangat menekan akibat dari aura yang dikeluarkan oleh Farhan. Para santri pun mulai merasakan perasaan yang tidak enak, bahkan ada yang tiba tiba pusing dan mual oleh aura tersebut.


Para santri pun bingung apa yang sebenarnya sedang terjadi, dan para santri yang sudah terlihat pusing dan panas dingin pun langsung dibawa ke ruang perawatan.


Karena kejadian itu banyak yang mencari Pak Kyai dan Bu Nyai untuk meminta bantuan untuk mengkondisikan para santri itu.


...----------------...


...*Ruang rawat*...


"Tak salah lagi,,, ini adalah aura menekan milik keponakan ku itu,,, tapi apa yang sebenarnya terjadi,,, tadi pagi Farhan jelas - jelas nampak bahagia bersama Syifa, tapi kenapa sekarang Farhan seperti marah begitu? ", gumam Pak Kyai.


Karena terpikirkan oleh Farhan, Pak Kyai pun langsung bergegas mencari Farhan untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi.


Karena di ruang rawat sudah ada Bu Nyai dan Dinda, Pak Danang pun tetap stay di ruang rawat tersebut untuk membantu mengkondisikan para santri itu.


......................


"Maaf Pak Kyai,,, sebenarnya apa yang sedang terjadi di Pondok ini,,, kenapa para santri jadi sakit semua?"


"Nanti kamu akan tahu dengan sendirinya Fajri"


Pak Kyai bersama ketua tim keamanan Pondok pun bergegas mencari Farhan di dalam Pondok itu,,, bahkan beberapa anggota tim keamanan yang lain juga ikut mengkondisikan para santri di aula rawat, dan sebagian ikut Pak Kyai untuk mencari keberadaan Farhan.


"Aura milik Farhan yang sekarang jelas lebih menakutkan waktu ia masih kecil dulu,,, yang sekarang bahkan bisa mempengaruhi keadaan di sekelilingnya,,, entah berapa besar aura yang dikeluarkan oleh Farhan tapi yang jelas ini bahkan belum ada setengah nya", batin Pak Kyai mulai panik dan khawatir dengan kondisi Farhan.


...----------------...


"Assalamu'alaikum Pak Kyai"


"Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh"


Saat Pak Kyai dan tim keamanan sedang bergegas,,, ada tiga Ustadz yang berlari menghampiri Pak Kyai dan yang lainnya. Tak lain Ustadz itu ada Ustadz Fikri, Ustadz Halim, dan Ustadz Zainal.


"Kenapa kalian ngos ngosan gitu,,, kan bisa jalan kenapa harus lari?", ucap Pak Kyai melihat ketiga Ustadz itu yang kelelahan karena berlari.


" Hah hah,,, maaf Pak Kyai,,, mas bersorban itu,,, lagi marah "


"Iya Pak Kyai,,, mas bersorban itu lagi nyari anaknya yang lagi diculik"


"Dan,,, hah hah,,, mas bersorban itu nyari Ustadz Firmansyah"


Ketiga Ustadz itu pun melaporkan apa yang mereka alami bahwa benar Farhan sedang dalam keadaan marah karena Syifa diambil oleh orang lain tanpa sepengetahuannya.


"Astaghfirullah Hal'adzim Ya Allah,,, terus,,,, terus Farhan kemana?", tanya Pak Kyai semakin panik.


" Hah hah,,, kebelakang Pondok Pak Kyai", jawab Ustadz Fikri.


Pak Kyai bersama tim keamanan pun langsung menuju daerah Pondok, karena belakang Pondok sangat luas maka tim keamanan pun dibagi beberapa tim untuk menyebar dan mencari keberadaan Farhan. Dan ketiga Ustadz tadi pun ikut Pak Kyai untuk mencari keberadaan Farhan.


...****************...


...*Di sebuah tempat persembunyian*...


"Kenapa sedaritadi aku merasakan ada aura kuat yang menekan aku?"


Seorang pemuda berpeci yang sedang keluar dari sebuah ruangan pun juga merasakan aura yang dikeluarkan oleh Farhan. Seorang pemuda berpeci hitam, berbaju hitam, dan memakai celana hitam pula, tak lain ia adalah Ustadz Firmansyah yang ditanyakan oleh Farhan kepada ketiga Ustadz tadi dengan ciri ciri yang dikatakan oleh Farhan.


...*SWUUHSSS*...


...*BOOMM*...


Tiba tiba ruangan itu pun bergetar setelah mendapatkan serangan kuat berupa angin. Angin itu juga bukan angin biasa, angin itu bahkan bisa membuat seisi ruangan itu bergetar dan berjatuhan ke lantai.


Ustadz Firmansyah sendiri pun semakin tertekan setelah angin itu masuk ke dalam ruangan...


"Ke kenapa,,, hah hah hah,,, aura nya semakin menekan aku?! ", ucap Ustadz Firmansyah.


Ustadz Firmansyah pun langsung mengkondisikan tubuhnya dan perlahan duduk sila dan menutup mata sambil membaca sebuah mantra.


Tak berapa lama kemudian,,,, ada beberapa aura yang keluar dari dalam tubuh Ustadz Firmansyah. Aura itu pun langsung keluar dari ruangan tersebut.


"Hufff,,, untuk sekarang aura yang menekan itu sudah tidak bisa menekan ku lagi,,, dan pasukan ku sudah aku kondisikan untuk berjaga diluar", ucap Ustadz Firmansyah.


" Ayaaah,,,, ayah dimanaa??! "


Terdengar suara Syifa yang memanggil sang ayah dari dalam suatu ruangan...

__ADS_1


"Uh,,, anak imut itu sudah bangun,,, ", ucap Ustadz Firmansyah perlahan menuju sebuah ruangan.


...****************...


...****************...


...****************...


...*SWUUHHHSS*...


Kini Farhan sudah berada di belakang Pondok dan segera mencari sebuah pohon besar yang dikatakan Ustadz Fikri tadi, dimana pohon itu adalah pintu masuk ke dalam tempat persembunyian Ustadz Firmansyah.


Farhan pun mulai mencari ke sudut sudut tempat yang sekiranya bisa menjadi pintu masuk,,,


"HUUMMMM"


"HUUMMM"


Saat Farhan berjalan perlahan untuk mencari pohon tersebut, tiba tiba ia kedatangan tamu dari arah belakang...


Saat Farhan berbalik badan, ia melihat ada asap hitam yang tinggi dan besar, asap hitam itu juga memiliki mata yang berwarna merah sedang memperhatikan Farhan. Asap hitam itu berjumlah 5.


"Coro lemah", ucap Farhan.


Saat Farhan berbalik badan dan hendak mencari lagi, dari dalam tubuh nya keluar aura hitam pekat yang tinggi besar pula, dan aura itu langsung menghadapi kelima asap hitam itu lalu menghilang ke suatu tempat.


......................


......................


"Halo adik manis!"


"Ee,,, kamu siapa?,,, ayahnya Syifa mana?"


"Husst,,, kamu sekarang sama saya ya,,, nanti saya belikan eskrim"


"Nggak mau,,, Syifa mau ayah! "


"Ayaaah,,,, ayaaah tolong Syifa,,,, Syifa takuut!!! "


"Husst,,,, nggak ada yang dengar suara kamu sayang,,, karena ruangan ini kedap suara,,, nggak ada yang dengar teriakan kamu, nggak ada yang tahu kamu disini,,, "


Karena tangan dan kaki Syifa diikat,,, Syifa pun tidak bisa bergerak dan lari dari tempat itu,,, Syifa pun mulai ketakutan dan mulai meneteskan air matanya sambil kembali memanggil sang ayah...


...----------------...


Di luar, saat Farhan sedang fokus mencari keberadaan pintu masuk nya tiba tiba saja Farhan merasakan aura milik Syifa. Aura itu berasal dari pojokan dekat gerobak rusak...


Saat Farhan fokus melihat ke arah tersebut, ada beberapa barang pohon yang berdiri di pojok itu. Tanpa basa basi lagi Farhan langsung menggunakan aura nya untuk menyerang pohon pohon itu.


...*BOOMM*...


Lalu pohon pohon itu pun langsung hancur, dan pohon yang ada di tengah pun menampakkan sebuah jalan masuk. Farhan pun langsung menuju tempat tersebut lalu masuk ke dalam nya...


......................


"Dasar manusia lemah,,,, bisa bisanya ia masuk ke dalam sini", batin Ustadz Firmansyah merasakan pintu masuk nya telah dibobol.


Ustadz itu pun langsung pergi keluar untuk memastikan...


...----------------...


Setelah berhasil masuk kedalam, Farhan berjalan dan memperhatikan seisi ruangan tersebut, banyak benda benda supranatural dan lukisan lukisan yang di dalam nya terdapat penghuninya. Tapi bagi Farhan itu adalah sebuah pajangan belaka yang tidak ada apa apanya.


"Berani sekali kamu masuk kesini?"


Tiba tiba Ustadz Firmansyah pun keluar dan mendapati Farhan sedang berdiri ditengah ruangan itu...


"Siapa yang memberikan izin untuk kamu masuk kesini?!", ucap Ustadz Firmansyah.


Farhan pun juga tidak menganggap Ustadz Firmansyah itu, Farhan hanya sedikit menundukkan kepalanya...


" Dimana anak saya?", tanya Farhan dingin.


"Kurang ajar kamu", tiba tiba Ustadz Firmansyah pun langsung menerjang ke arah Farhan. Tapi sebelum pukulan Ustadz Firmansyah mengenai wajah Farhan, Farhan langsung menatap mata Ustadz Firmansyah dengan tatapan tajam dan aura membunuh dengan mata yang berwarna merah...Ustadz Firmansyah pun terdiam tidak bergerak....


......................


"Hah,,,, hah hah,,, dimana ini?,,, kenapa terang sekali?"

__ADS_1


Tanpa sadar Ustadz Firmansyah sudah berada di sebuah dimensi lain...


Ustadz Firmansyah pun melihat sekelilingnya tapi dimensi itu tidak ada ujung nya...


"Dimana aku?", ucap Ustadz Firmansyah panik.


" Berani beraninya kau mengambil anakku!!! "


Lalu terdengar suara keras yang berkumandang...


"Aku bisa saja meladenimu dengan aman,,, tapi kenapa kau malah menargetkan anakku!?"


Suara itupun membuat Ustadz Firmansyah gemetar ketakutan...


...----------------...


...----------------...


Lalu Ustadz Firmansyah pun kembali ke dunia lagi, dan kini Ustadz Firmansyah perlahan berlutut dihadapan Farhan...


"Apa yang kau lakukan pada ku?! ", tanya Ustadz Firmansyah gemetaran,,, ia merasakan jika aura pelindungnya mulai melemah.


" Dimana anakku?!", tanya Farhan.


"Hah hah,,, aku tidak akan memberikan anak itu padamu! ", jawab Ustadz Firmansyah.


...*BOOMM*...


Tanpa sungkan Farhan pun menekan Ustadz Firmansyah sampai Ustadz itu tengkurap dihadapannya...


" Dimana anakku?! ", tanya Farhan untuk kedua kali nya.


" Aku... !!! "


...*BOMMM*...


Belum sempat Ustadz Firmansyah mengucapkan sepatah kata, Farhan langsung menekannya lagi hingga lantai keramik nya retak...


"Dimana anakku?! ", tanya Farhan untuk ketiga kalinya dengan pertanyaan yang sama.


Karena hehabisan tenaga, akhirnya Ustadz Firmansyah pun hanya bisa menunjuk ke arah satu ruangan yang ada dibagian belakang dengan tangan yang sudah berlumuran darah...


Farhan tanpa melihat ke arah Ustadz itu pun langsung berlalu menuju bagian belakang ruangan...


...****************...


"Syifa??!"


Saat Syifa sedang menangis ketakutan, ia mendengar suara dari luar yang memanggil namanya, ia mengenali suara itu, itu adalah suara sang ayah.


"Ayaaah,,,, ayah Syifa disini,,, tolongin Syifa ayaaah!!", teriak Syifa.


Karena ruangan tempat Syifa disekap memang kedap suara, maka Farhan pun tidak langsung mendengar suara teriakan Syifa...


" Ayaaah"


Sekali lagi Syifa berteriak memanggil sang ayah, tiba tiba Farhan kembali merasakan aura milik Syifa yang keluar dari sela sela ruangan yang ada di sebelah kanannya itu...


Karena pintu itu dikunci, tanpa pikir panjang Farhan langsung menendangnya dengan keras dan akhirnya pintu itu roboh...


Farhan langsung masuk dan melihat Syifa sedang terikat di sebuah kursi...


"Ya Allah Syifa"


"Ayaaah,,, ayah toloong"


Akhirnya Syifa pun merasa aman karena sang ayah sudah menemukannya. Farhan pun segera melepaskan ikatan yang ada pada tangan dan kaki Syifa.


Setelah ikatannya terlepas semua, Syifa pun langsung memeluk sang ayah dengan erat...


"Ayah,,, Syifa takuuut", ucap Syifa menangis dipelukan Farhan.


" Hussst,,,, cup cup sayaang,,, udah yaa,,, udah sama ayah sekarang,,, kita keluar ya sayang", Farhan pun berusaha untuk menenangkan Syifa si gadis kecil.


"He em ayah", jawab Syifa.


Syifa yang memeluk Farhan dengan erat pun tidak mengetahui bahwa dirinya baru saja menghilang dari dalam ruangan dan sudah ada di luar...


Dan entah apa yang terjadi,,, tiba tiba badan Farhan menjadi sangat lemas dan akhirnya pingsan dipelukan Syifa...

__ADS_1


"Ayah,,, ayah kenapa??,,, ayah banguun,,, ayah... ayaaah!! "


__ADS_2