Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Kembali Ke Ponpes


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kelima mobil jeep itu langsung berputar arah dan diparkir sejajar, lalu seluruh orang yang ada didalam mobil jeep itu langsung turun dan bergegas menuju kepada kedua pemuda berpeci yang ada di depan gerbang masuk desa.


"Selamat datang kembali ketua pertama, selamat datang kembali ketua kedua", para orang orang yang berpakaian preman itu langsung menyambut kedatangan kedua pemuda itu. Kedua pemuda berpeci itu tak lain adalah kedua orang yang akan kembali ke Pondok Pesantren Darul Musthafa.


"Terima kasih atas sambutan kalian anak anak", jawab seorang ketua pertama.


" Aku senang kalian berdua telah kembali ketua", dan tak lama ada seorang pria yang berjalan mendekati kedua pemuda berpeci itu sambil berucap, pria itu tak lain adalah Rizal.


Rizal pun berinisiatif untuk memeluk kedua ketua nya itu, kedua ketuanya juga tidak sungkan dan membalas pelukan dari Rizal.


"Mari ketua,,, kami semua telah menyiapkan pesta perayaan atas kembali nya kalian berdua", ucap Rizal dengan sopan.


Mereka pun akhirnya masuk kedalam mobil jeep satu demi satu, dan langsung mencap gas masuk ke dalam desa menuju tempat perkumpulan mereka para preman kampung.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...*Ponpes Darul Musthafa*...

__ADS_1


Pagi hingga sore hari ini di Ponpes Darul Musthafa banyak sekali aktivitas, karena menjelang Haul Ponpes Darul Musthafa maka seluruh santri turut membantu mempersiapkan semuanya bersama dengan para Ustadz, Ustadzah, dan para pengur Pondok lainnya.


Bahkan Farhan juga ikut membantu apapun yang menurut nya bisa ia lakukan untuk membantu. Karena mengetahui Farhan sedang ikut membantu mempersiapkan semuanya Zahra dibantu teman teman nya untuk datang menghampiri Farhan. Tak jarang Zahra memberikan minuman untuk Farhan, seperti tahu Farhan sedang kelelahan.


...----------------...


Sore itu di jalan desa terlihat ada mobil yang melintas dengan perlahan, mobil itu berjalan menuju Pondok Pesantren Darul Musthafa. Terlihat ada seorang akhwat bercadar yang sedang mengemudikan mobil tersebut, dan anak anak gadis sekitar umur 4 - 5 tahun duduk di kursi disebelah kursi pengemudi. Kedua perempuan itu tak lain adalah Dinda dan Syifa, mereka kini kembali lagi ke Pondok Pesantren Darul Musthafa.


Beberapa menit kemudian mobil milik Dinda pun telah sampai di depan area Pondok Pesantren, dan mobil nya perlahan masuk dan berhenti dibawah pohon besar dekat tanah yang penuh rumput hijau.


Bu Nyai yang kebetulan ada di aula dekat area itu pun mengetahui bahwa ada mobil yang masuk dan parkir di dalam Pondok, Bu Nyai tersenyum setelah melihat Syifa yang keluar dari mobil lalu diikuti oleh Dinda.


Syifa yang melihat aunty nya pun berlari mendekat dan memeluk nya...


" Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh sayang", jawab Bu Nyai mencium kening Syifa.


Dinda pun juga mendekat dan mencium tangan bibinya itu,,,


"Paman mana bi?", tanya Dinda.

__ADS_1


" Lagi rapat sama semua pengurus Pondok ", jawab Bu Nyai.


" Ooh,,, terus ini kok lagi pada capek banget keliatan nya,,, habis lagi ngapain?", tanya Dinda melihat para santri akhwat sedang bersantai melepas lelah di dekat Bu Nyai.


"Tadi pagi sampai siang ini habis bersih bersih,,, terus beres beresin barang untuk persiapan Haul Pondok", jawab Bu Nyai.


" Ooh,,, nggak nyangka udah mau Haul ya", ujar Dinda.


"Aunty,,, ayah manaa?", tanya Syifa.


" Ayah?", sejenak Bu Nyai diam sejenak, memikirkan siapa ayah nya Syifa padahal ayahnya sudah meninggal. Lalu terlintas dipikiran Bu Nyai sosok Farhan yang selalu dekat dengan Syifa.


"Ooh,,, Farhan ya,,, coba cari di rumah, tadi ayah nya Syifa juga habis bantu bantu,,, tadi habis Shalat Dzuhur berjamaah dia langsung balik ke rumah, mungkin lagi istirahat", jawab Bu Nyai.


" Uuh,,, ya udah Syifa mau nemuin ayah", ucap Dinda turun dari pangkuan aunty nya.


"Mama,,, Syifa mau nyari ayah", ucap Syifa meminta izin kepada mamanya.


"Iyaah,,, hati hati,,, ingat kan jalan nya?", tanya Dinda memastikan Syifa masih mengingat jalan menuju rumah Oak Pak Kyai.

__ADS_1


" Masih mama", jawab Syifa langsung berlari menyusuri jalan Pondok yang arahnya memang menuju rumah Pak Kyai.


"Dasar Syifa", ucap Dinda tertawa kecil.


__ADS_2