Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Aura Milik Utsman


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dengan waktu singkat, Farhan hampir menjelaskan semuanya kepada Utsman, dan Utsman mendengarkan Farhan dengan seksama dan konsentrasi supaya ia bisa memahami sepenuhnya yang dikatakan oleh Farhan.


Sesekali kedua pemuda itu menyeruput teh hangat yang ada diatas meja, lalu diam sejenak untuk mengatur nafas, lalu Farhan kembali menjelaskan kondisi Pondok kepada Utsman.


"Yaah kurang lebih seperti itu,,, "


"Paham mas,,, itu mudah saja untuk ku. Apalagi tentang kasus Ustadzah itu,,, "


"Baguslah kalau kamu mengerti".


Karena waktu mendekati Shalat Ashar, Farhan pun mengajak Utsman untuk siap siap ke Masjid Pondok untuk Shalat berjamaah.


Utsman meletakkan tas nya disamping sofa dan langsung keluar untuk menunggu Farhan di teras. Farhan sendiri pun membawa kedua cangkir teh itu ke dapur lalu berpamitan kepada Dinda dan Syifa untuk pergi ke Masjid.


...****************...


Kehadiran sosok pemuda bersorban lagi, para santri yang melihat Farhan dan Utsman berjalan bersama pun langsung berbisik bisik dan saling bertanya siapa lagi pemuda bersorban yang berjalan bersama Farhan itu?.


Dengan sifat Utsman yang memang sangat dingin, ia tidak menghiraukan para santri yang sedang memperhatikan dia dan Farhan. Beda hal nya dengan Farhan yang kini memang lebih sering tersenyum kepada para santri yang ia temui.


...----------------...


Saat Farhan dan Utsman sedang berjalan diantara pohon pohon yang tinggi dan besar, raut wajah Utsman melihat sekeliling dengan aneh.


"Yaah,,, kamu tahu sendiri kan! ", ucap Farhan yang mengetahui sikap Utsman.


Utsman merasakan ada sekelompok orang yang sedang mengawasinya dari tempat tempat yang tersembunyi. Dan Utsman menganggap mereka aneh, bodoh, tidak ada kerjaan.

__ADS_1


" Anak buah nya saja bodoh apalagi bos nya", cibir Farhan melanjutkan jalannya.


"Sejenak Utsman masih mengawasi sekitar,,, lalu segera berjalan mengikuti Farhan ...


...****************...


Setelah Shalat Ashar berjamaah, Utsman langsung pamit kepada Farhan untuk langsung melakukan investigasi dan pergi ke beberapa area Pondok untuk melakukan penyelidikan. Bahkan Utsman belum bersalaman dan menyapa sang paman yang masih ada di Masjid.


Terlihat Farhan sedang berdiri di teras Masjid sambil tersenyum puas, ia merasa bahwa masalah nya akan segera berakhir jika ada bantuan dari Utsman. Dan untuk seterusnya semua hal yang bersangkutan dengan semua kasus yang ada di Pondok akan menjadi urusan Utsman.


"Farhan,,, tadi kayaknya ada anak muda pake sorban kayak kamu deh,,, siapa dia?"


Tak lama Pak Kyai keluar dari dalam Masjid dan menghampiri Farhan...


"Sama keponakan sendiri masa nggak kenal? ", ucap Farhan.


" Huff,,, udahlah ayo pulang,,, nanti juga ketemu sama dia ", ucap Farhan segera turun lalu mengenakan selop nya dan langsung berjalan.


" Eh Farhan,,, tunggu!! ", Pak Kyai pun juga langsung buru buru mengejar Farhan.


...****************...


Dan kini Utsman sedang berjalan jalan menyusuri jalan jalan Pondok, ia berjalan dengan santai sambil mengawasi sekeliling nya.


Ia benar benar tidak nyaman ketika menjadi pusat perhatian orang orang, apalagi menjadi pusat perhatian para santri di Pondok Pesantren. Tapi ia berusaha untuk tidak memperdulikan nya dan mulai fokus dengan apa yang akan ia lakukan.


......................


Saat Utsman berada di taman rerumputan Pondok, ia menghentikan langkah nya dan raut wajahnya yang awalnya dingin sekarang bertambah dingin lagi.

__ADS_1


Ia sekarang dihadang oleh sekelompok orang berpakaian serba hitam dan menggunakan penutup wajah, dan hanya kedua matanya saja yang terlihat.


Tak lama setelah itu, ada sekelompok orang lagi yang menghadang Utsman dari arah belakang, kini Utsman terkepung oleh orang yang berjumlah 10 orang itu.


*Boom!!! *


Tiba tiba Utsman langsung menyerang mereka menggunakan aura nya dan membuat mereka terbang dan terjatuh ke tanah, mereka bersepuluh itu langsung pingsan.


"Udah bodoh lemah pula,,, nggak ada 5% aku ngeluarin aura,, tapi udah pada pingsan. Kurang kerjaan banget", ucap Utsman langsung berjalan kembali dan meninggalkan para orang orang itu.


" Huh huh huh,,, kakak,,, kekuatan pemuda bersorban itu menakutkan sekali "


"Aku juga tahu itu,,, sepertinya dia juga memiliki kemampuan,,, tapi kita juga tidak lemah. Kita akan melawan dia bersama"


"Benarkah kak,, kapan? "


"Nggak tau"


...----------------...


"Aku harus cepet ke aula,,, para Ustadzah yang lain udah pada nungguin".


Terlihat Ustadzah Siti sedang berlari di jalan Pondok, ia terburu buru menuju aula Pondok karena akan mengadakan rapat dengan para Ustadzah.


Tapi tiba tiba langkah nya terhenti karena tak jauh di depan nya berdiri seorang pemuda bersorban sedang berselenden di pohon, pemuda itu hanya berdiam diri dan aura nya sangat dingin.


Hal itu membuat Ustadzah Siti menjadi gugup untuk izin dan melewati pemuda bersorban itu...


"Si,, siapa dia?... Sepertinya bukan pemuda bersorban yang waktu itu", ucap Ustadzah Siti.

__ADS_1


__ADS_2