
...****************...
Satu minggu telah berlalu sejak usainya pertandingan besar Pondok Pesantren, karena para jajaran pengurus Pondok, para Ustadz Ustadzah Pondok juga sedang beristirahat karena lelah mengurusi berbagai perlengkapan yang telah selesai digunakan.
Para santri saat ini juga sedang bebas melakukan aktivitas nya masing masing, ada yang sedang nongkrong di taman, ada yang main hadroh di aula, ada yang sedang berkumpul di teras Masjid untuk sama sama belajar kitab.
Tak semua Ustadz Ustadzah sedang beristirahat, ada juga beberapa yang masih keliling untuk tetap mengawasi para santri santri nya. Disisi lain, para santri juga masih tidak percaya dengan apa yang terjadi waktu pertandingan saat itu.
Di akhir pertandingan yang dimenangkan oleh Ustadz Syafi'i, Ustadz Rendy langsung di hampiri oleh para polisi dan langsung di bawa ke kantor polisi. Mereka saling bertanya, apa yang telah di perbuat oleh Ustadz Rendy sampai dia di bawa dan di tangkap oleh polisi.
Banyak perbuatan jahat yang telah dilakukan oleh Ustadz Rendy di Ponpes Miftahul Huda, tidak ada 1 saksi mata pun yang melihat kejahatan yang diperbuat oleh nya, sampai Farhan datang ke Pondok dan membongkar semua perilaku bejat nya itu, bahkan Farhan sendiri sampai membuat Ustadz Rendy tidak mengenali dirinya walau dia sudah berada tepat di depan nya.
Dan setelah kejadian itu, Ponpes Miftahul Huda telah kembali aman dari genggaman kotor orang jahat yang berkedok "Ustadz".
...----------------...
Setelah pertandingan besar Pondok, Ukhty Wulan pun tinggal bersama ibunya di Pondok, karena Farhan sendiri yang menyarankan hal tersebut maka ibu Murni pun menurut kepada Farhan begitu pula dengan Ukhty Wulan. Ukhty Wulan sangat berterima kasih kepada Farhan karena sudah membantu nya dalam menyelesaikan masalah dan berhasil menangkap Ustadz Rendy dengan bukti bukti yang ada.
Dan di tempat lain, ada duo Ustadz terpopuler di Pondok pada masanya kembali tenar dikalangan para santri di Ponpes Miftahul Huda saat ini. Duo Ustadz tersebut tak lain adalah Ustadz Rohman dan Ustadz Syafi'i, mereka berdua kembali menjadi Ustadz dan bisa mengajar lagi sejak beberapa hari lalu.
Ustadz Rohman, Ustadz Syafi'i, Ustadz Ahmad, Ustadz Farid, dan Ustadz Andi. Perginya Ustadz Rendy adalah hadiah besar untuk Ponpes Miftahul Huda, gugur satu tumbuh seribu, dengan tidak adanya Ustadz Rendy maka Duo Ustadz itupun menempati urutan pertama dan kedua dalam daftar 5 Ustadz Terpopuler di Ponpes Miftahul Huda. Kelima Ustadz itu ada kisah nya sendiri bagaimana mereka bisa menjadi Ustadz Terpopuler yang sangat disegani dan disukai oleh para Santri.
Sebenarnya ada 6 Ustadz Terpopuler, yaitu Ustadz Farhan. Tapi Farhan sendiri menolak untuk gelar Ustadz itu, karena ia berpikir itu tidak pantas untuk dirinya.
Disisi lain Farhan juga akan meninggalkan Ponpes Miftahul Huda dan akan segera menuju Pondok yang kedua milik paman nya yang lain, jadi ia tidak mau menjadi Ustadz di Ponpes Miftahul Huda hanya untuk beberapa hari saja dan tanpa tugas apapun.
Farhan sendiri belum bicara kepada paman dan bibi nya jika ia akan segera meninggalkan Pondok, karena Farhan masih punya banyak waktu untuk berpamitan. Tak hanya berpamitan kepada paman dan bibinya, tapi juga berpamitan kepada ibu Murni, dan juga teman teman yang lain nya,,, termasuk Ustadz Rohman dan Ustadz Syafi'i yang sudah ia anggap saudara sendiri.
__ADS_1
...****************...
...*Salah satu taman di Pondok*...
"Rohman,,, gimana perkembangan hubungan mu dengan Wulan?"
"Hust,,, apa sih,,, ngawur kamu"
"Ngawur gimana sih,,, itu mas Farhan udah bawa ibu nya Wulan ke Pondok,,, kamu tinggal datengin aja ke Pondok nya terus lamar kan,,,"
"Apakah mulut mu bisa di jaga Syafi'i,,, nggak segampang itu juga,,, Astaghfirullah Hal'adzim"
"Kamu sendiri gimana sama Rinjani?"
"Hmm,,, hehe nggak tau juga sih"
Hahaha
Kedua Ustadz itu sedang bersenda gurau sambil melepas penat karena pertandingan waktu itu, walau hanya Ustadz Syafi'i yang bertanding, tapi Ustadz Rohman juga membantu banyak hal, begitu pun dengan Farhan yang membantu menyelesaikan masalah Ukhty Wulan disela sela pertandingan Pondok.
"Assalamu'alaikum,,, Ustadz Syafi'i!!"
Saat Ustadz Syafi'i dan Ustadz Rohman sedang mengobrol, ada seorang Ustadzah bercadar yang menghampiri dan mengucapkan salam kepada mereka...
"Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh"
"Eh Rinjani,,, ada apa?", tanya Ustadz Rohman yang mengenali Ustadzah tersebut yang tak lain adalah Ustadzah Rinjani.
__ADS_1
" Hmm,,,akuu,,, mauu,,, kasih ini untuk Ustadz Syafi'i ", ucap Ustadzah Rinjani memberikan rantang.
Ustadz Rohman pun mengambil rantang tersebut,,,
" Kenapa kamu ngasih rantang ke Syafi'i?", tanya Ustadz Rohman.
"Hmm,,, itu sebagai tanda terima kasih ku karena waktu itu Ustadz Syafi'i mau gantiin aku untuk tanding", jawab Ustadzah Rinjani.
"Hmm,,, ya udah,,, dimakan ya Ustadz Syafi'i,,, aku pamit dulu,,,, Assalamu'alaikum,,, ", Ustadzah Rinjani pun langsung bergegas pergi.
"Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh"
"Tuh,,, dikasih sama Rinjani,,, mau nggak?", ucap Ustadz Rohman mendekatkan rantang ke Ustadz Syafi'i.
" Ya mau lah,,, ", jawab Ustadz Syafi'i langsung mengambil rantang nya dan pergi meninggalkan Ustadz Rohman.
" Syafi'i,,, dasar,,, nggak mau bagi bagi kamu", Ustadz Rohman pun mengejar Ustadz Syafi'i.
......................
"Puff hahaha ,,, Ya Allah. Sekali nya balik ke Pondok,,, langsung dapat jodoh si Syafi'i"
Dari jauh, ada seorang pemuda bersorban yang sedari tadi sedang memperhatikan Ustadz Rohman dan Ustadz Syafi'i yang sedang duduk ngobrol berdua di taman, pemuda bersorban itu tak lain adalah Farhan.
"Huff,,, aku akan ada di Ponpes Miftahul Huda untuk beberapa hari, dan setelah itu aku akan berangkat menuju Pondok milik Paman Zaki", ucap Farhan.
" Entah mengapa setiap aku memikirkan Pondok milik paman Zaki,,, seperti emosi ku tidak bisa tertahan,,, kesannya seperti kasus di sana lebih binatang pelakunya,,, bikin muak", ucap Farhan.
__ADS_1
"Tapi aku tidak peduli bajing*n mana lagi yang buat ulah,,, tapi mereka telah salah besar karena berbuat hal bej*t di Pondok Pesantren yang aku awasi", batin Farhan.