Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Aura Menekan


__ADS_3

Saat Ustadz Rendy melihat ke arah belakang nya, sejenak ia terdiam...


"Bu bukankah Ikhwan bersorban itu yang aku lihat tadi?", batin Ustadz Rendy.


Dengan tatapan sinis, Farhan mulai mendekat ke arah Ustadz Rendy. Perlahan aura menekan Farhan pun berkurang, namun masih ada 5 persen aura menekan yang ia keluarkan.


" Assalamu'alaikum ", ucap salam Farhan.


" Wa'alaikumussalam ikhwan ", jawab Ustadz Rendy sedikit takut, lalu mereka berdua pun berjabat tangan.


" Apakah antum Ustadz Rendy?", tanya Farhan. Sebenarnya Farhan sudah mengetahui bahwa yang ada di hadapan nya adalah Ustadz Rendy setelah melihat data nya di komputer, itu hanya basa basi Farhan supaya Ustadz Rendy tidak terlalu waspada.


"I iya ikhwan, saya Ustadz Rendy", jawab Ustadz Rendy.


" Huff,,, ana baru pertama kali lihat ada Ustadz terfavorit yang rambut nya panjang ", ucap Farhan.


" Hehe,, apanya yang Ustadz terfavorit, itu cuma panggilan yang dia buat anak anak. Oh iya, ada urusan apa ikhwan cari saya, seperti nya ikhwan ini santri baru ya?", ucap Ustadz Rendy.

__ADS_1


"Saya ingin bicara sama Ustadz,,, ", ucap Farhan berbalik badan dan mulai berjalan, mengisyaratkan supaya Ustadz Rendy mengikuti nya.


Seperti dugaan, Ustadz Rendy mengerti apa yang dimaksud oleh pemuda bersorban itu...


" Para ikhwan, latihan nya sampai sini dulu. Kalian boleh kembali ke pondok masing masing ", ucap Ustadz Rendy kepada murid murid silat nya.


" Na'an Ustadz! ", jawab para ikhwan.


Tanpa pikir panjang, Ustadz Rendy pun langsung mengikuti pemuda bersorban yang semakin jauh berjalan...


*Rumah Pak Kyai*


"I iya mas,,, ayo kita samperin Farhan,, aku panik banget", ucap Bu Nyai.


" I iya,, aku ambil sorban dulu", jawab Pak Kyai.


Setelah Pak Kyai mengambil sorban hijau yang ada di kamar nya, beliau pun langsung bergegas menuju pondok ikhwan bersama dengan Bu Nyai untuk menghampiri Farhan.

__ADS_1


*-------------------*


Farhan dan Ustadz Rendy sedang duduk bersama di bangku taman yang ada di area pondok ikhwan.


Ustadz Rendy yang terkenal sebagai guru silat pertama yang ada di Ponpes Miftahul Huda, ia adalah guru silat yang gagah dan kuat. Banyak para ikhwan yang belajar silat dari Ustadz Rendy.


Walaupun ke 4 Ustadz terpopuler di Ponpes Miftahul Huda sangat hebat di dunia persilatan, tapi yang paling menonjol adalah Ustadz Rendy, dia bisa menguasai semua jurus jurus silat yang di ajarkan oleh sesepuh Pondok dulu.


Tapi hari ini, entah mengapa Ustadz Rendy bahkan tidak berani menatap mata seorang ikhwan baru di Pondok. Sudah begitu lama mereka duduk bersama, namun tidak ada pembicaraan sedikit pun.


"Ada apa dengan pemuda bersorban ini?,kenapa aura nya sangat kuat dan menyeramkan, bahkan lebih kuat dari aura milik sesepuh dulu", batin Ustadz Rendy.


" Aku dikenal sebagai guru silat yang paling ditakuti di Pondok ini, tapi entah kenapa kali ini aku tidak berani sedikit pun menatap mata pemuda bersorban ini", lanjut nya.


*Di salah satu kamar Pondok ikhwan*


Seorang ikhwan berpeci sedang membereskan kamar tidur nya, raut wajah nya seperti orang ketakutan.

__ADS_1


Lalu, ia keluar dari kamar nya setelah dirasa kamar nya sudah tertata rapi...


"Astaghfirullah Hal'adzim Ya Allah,,, mimpi barusan sangat menakutkan. Mimpi tadi mengingat kan aku kejadian 10 tahun lalu, ada seorang pemuda yang membantai aku beserta teman teman ku karena suatu kasus kecil", ucap ikhwan itu.


__ADS_2