
...****************...
...*Setelah Shalat Isya'*...
...*Aula Ikhwan*...
Malam ini, seluruh aula penuh dengan para akhwat dan ikhwan yang ingin melakukan tes dan menyetor hafalan kitab dan Al-Qur'an.
Banyak Ustadz dan Ustadzah yang berada di aula untuk menjadi guru penguji, termasuk Ustadz Rendy. Entah apa yang di pikirkan oleh Ustadz Rendy, dia seperti sangat nyaman bila banyak ikhwan yang ingin menjadikan ia sebagai guru penguji.
"Rohman,,, bolehkan aku memukul orang itu,,, aku sangat kesal melihat wajah sombongnya saat para santri memilih dia sebagai guru penguji".
Dan dari kejauhan terlihat Ustadz Rohman dan Ustadz Syafi'i sedang berjaga jaga di pintu untuk mengawasi dan mengabsen ikhwan yang akan di uji.
__ADS_1
" Jangan dong Syafi'i,,, kalau kamu mukul Ustadz Rendy pasti akan ada keributan malam ini. Kamu jangan buat ribut, karena malam ini adalah malam penilaian untuk para santri Pondok, kalau kamu mau mukul Ustadz Rendy, tunggu minggu depan waktu pertandingan silat di mulai", ucap Ustadz Rohman.
"Hufff,,, baiklah aku akan bersabar untuk saat ini,,, aku akan memukul wajah bodo* nya itu satu minggu lagi", ucap Syafi'i kesal melihat Ustadz Rendy yang sedang menguji para ikhwan.
...*Aula Akhwat*...
Setelah aula ikhwan, kini aula akhwat juga telah ramai dengan para akhwat yang sedang di uji di dalam aula, dan ada juga yang menunggu di luar sambil nama nya di panggil selanjutnya nya.
Kini giliran ketiga ukhty yang sedang di uji oleh ketiga Ustadzah, Ukhty Wulan di uji oleh Ustadzah Siti, Ukhty Azizah di uji oleh Ustadzah Rini, dan Ukhty Alimah di uji oleh Ustadzah Fitri. Ketiga ukhty malam ini sangat bersemangat untuk menyetor hafalan nya dan melakukan tes yang akan diberikan oleh para guru penguji.
Dan ada Ani, sahabat nya Azizah yang sedang di uji oleh Ustadzah Husna. Kini ada 4 Ukhty populer yang sedang mendapatkan sebuah ujian untuk kelayakan mereka untuk menjadi Ustadzah baru di Ponpes Miftahul Huda.
...----------------...
__ADS_1
"Apakah Ukhty kesayangan ku telah lulus ujian?. Awas saja kalau ada Ustadzah yang berani nggak meluluskan Wulan, aku akan bertindak", batin Ustadz Rendy.
" Apa sebaiknya aku lihat ke aula akhwat,,, toh nggak ada yang bisa melarangku untuk ke aula akhwat karena aku adalah orang yang akan mengatur seluruh acara yang akan diadakan minggu depan dan malam ini".
Saat pemikiran jahat Ustadz Rendy keluar, maka saat itu juga aura kodam milik Farhan yang ada di gelang tasbih yang dipakai oleh Ukhty Wulan pun ikut keluar. Karena kodam Farhan sudah diberi tahukan bahwa Ustadz Rendy sudah di tandai oleh Farhan, maka saat Ustadz Rendy punya niat jahat kepada Ukhty Wulan, maka kodam tersebut juga merasakan nya. Sang kodam hanya mengeluarkan aura menekan,,, tapi dengan jarak yang begitu jauh bahkan Ustadz Rendy telah merasakan aura menekan yang sangat mengerikan menyerang dirinya.
Karena takut Ustadz Rendy terpikirkan untuk melarikan diri lagi dari Ponpes Miftahul Huda, maka sang kodam menggunakan kekuatan nya untuk menghilangkan pikiran Ustadz Rendy tentang aura menekan dan membuat nya seperti tidak terjadi apa apa, dan itu dilakukan sampai Farhan kembali ke Pondok.
"Kamu cari apa Syafi'i?", Saat sedang mengabsen ikhwan yang akan di uji selanjutnya, Rohman melihat Syafi'i yang sedang celingak celinguk seperti mencari sesuatu.
"Hmm,,, aku seperti merasa ada aura milik mas Farhan,,, apa cuma perasaan ku aja ya?", ucap Syafi'i.
" Sebenarnya aku juga merasakan nya tadi,, tapi mas Farhan kan nggak ada di Pondok,,, mungkin itu aura yang ditinggalin sama mas Farhan di Pondok,, tapi nggak tau dimana", sebagai teman masa kecil Farhan, Rohman dan Syafi'i bahkan tahu semua tentang Farhan. Dari Farhan yang hebat dalam ilmu silat, sampai Farhan yang memiliki kodam leluhur dari Almarhum sang kakek. Tak hanya Rohman dan Syafi'i, ada 2 orang lagi yang mengetahui tentang kodam milik Farhan selain Pak Kyai Hasyim.
__ADS_1