
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah menginterogasi Ustadzah Siti sebentar, Utsman langsung kembali ke rumah Pak Kyai. Dan sekarang Utsman sudah berada di depan rumah, tapi ia tidak langsung masuk ke dalam. Sejenak Utsman menatap dingin ke arah pintu, dan entah mengapa aura dingin yang melekat di tubuh Utsman berkurang drastis, tapi aura dingin nya masih tetap ada.
Utsman menarik nafas lalu naik ke tangga dan meletakkan selopnya di tempat nya,,,
"Assalamu'alaikum"
Utsman pun membuka pintu sambil mengucapkan salam...
"Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh", orang rumah pun menjawab salam tersebut.
Dan,,, sejenak suasana di dalam pun langsung menjadi hening.
" U Utsman?,,, i itu kamu?", bibi Anjani yang melihat sosok Utsman yang dingin langsung berdiri dari sofa dan menghampirinya.
Tanpa ragu Utsman pun langsung mencium tangan sang bibi dan memeluknya, bibi Anjani yang tersenyum bahagia juga memeluk Utsman.
"Ternyata Utsman ya", ucap Pak Kyai Zaki.
" Paman ", sekilas Utsman memandang ke arah Pak Kyai dan mengapanya, dan Pak Kyai hanya tersenyum dan mengangguk.
__ADS_1
" Nggak nyangka kamu main ke Ponpes Darul Musthafa ", ucap bibi Anjani setelah melepas pelukannya dari Utsman.
" Huff,,, yaah,,, namanya juga main bi. Utsman juga udah lama nggak main ke Pondok Pesantren kan,,, mungkin terakhir kali waktu Utsman dan mas Farhan masih kecil,,, mungkin waktu itu umur 10 tahunan lah,,, dan setelah itu udah nggak pernah main lagi kesini", ucap Utsman.
"Iya sih ya,,, hihi,,, udah tambah tinggi aja kamu Utsman, tapi masih tinggi Farhan", ujar bibi Anjani.
" Hm bibi,,, nggak usah bahas tinggi badan", ucap Utsman.
"Iya iya,,, langsung tersinggung gitu kamu kayaknya,,, hihi. Nggak usah sampai ngeluarin aura dingin kamu,,, ada anak kecil", ucap bibi Anjani yang sudah tidak heran dengan sifat dan aura dingin milik Utsman.
Farhan sejenak melihat Utsman dan bibi Anjani yang sedang ngobrol di dekat pintu, lalu kembali bermain bersama Syifa yang ada sedang duduk di hadapannya.
Malam pun menjelang, setelah Shalat Isya keluarga kecil Pak Kyai sedang makan malam di ruang makan. Dan bibi Anjani lah yang sering mengajak Utsman mengobrol, saat kedatangan Utsman bibi Anjani seperti nampak ceria.
Dan Farhan yang melihat hal itu tidak merasa heran karena Farhan sudah mengetahui cerita dibalik itu semua, yang melibatkan banyak orang. Tak hanya kedekatan bibi Anjani dengan Utsman yang sudah dianggap seperti anak sendiri, tapi Farhan mengetahui semua cerita dibalik para paman dan bibi nya yang tidak diketahui oleh orang lain selain dirinya dan almarhumah ibunya.
......................
Di sisi lain sejak kedatangan Utsman, Syifa diam diam selalu memperhatikan Utsman. Mulai dari sikapnya, tatapan matanya, dan Syifa juga bisa merasakan aura dingin milik Utsman, jangankan Syifa Dinda pun juga merasakan betapa dingin nya Utsman.
Sosok Utsman yang selalu mengenakan penutup wajah dan sorban memang mirip seperti sosok Farhan, waktu pertama kali melihat sosok Utsman di depan pintu tadi siang Dinda mengira bahwa itu adalah sosok Farhan yang lain karena semua nya mirip dengan Farhan, yang membedakan antara Utsman dan Farhan hanya tinggi badannya saja.
__ADS_1
Tak hanya Dinda, Syifa pun juga hampir tidak percaya bahwa sang ayah ada 2. Tapi Syifa sendiri sudah bisa membedakan mana Farhan yang asli. Dan sejak saat itu Syifa selalu memanggil Utsman dengan sebutan 'Kakak Dingin'.
Tapi untuk sekarang Syifa tidak berani memanggil Utsman dengan sebutan itu secara langsung, tapi ia memanggil nya dalam hati.
......................
......................
Setelah makan malam bersama, keluarga kecil itu pun sekarang sedang bersantai bersama di ruang depan. Dan kali ini Pak Kyai juga ikut mengobrol bersama Utsman, dan Utsman juga saling berbagi cerita nya saat tidak lagi kembali ke Pondok setelah sekian lama.
Namun Farhan sendiri malah sudah berada di kamar dan sedang beristirahat, sejak Utsman kembali ke rumah sore tadi ia sekalipun tidak berbicara kepada Utsman bahkan tidak menanyakan tentang penyelidikannya, karena Farhan tahu semuanya pasti bisa diatasi oleh Utsman.
Dinda dan Syifa juga sedang berkumpul di ruang depan, walau hanya sebentar dan kedua nya sudah kembali ke kamar dan beristirahat.
"Bibi,,, kapan mas Farhan nikah dan udah punya anak?", ucap Utsman setelah Dinda dan Syifa masuk ke kamar.
Dan bibi Anjani langsung tertawa mendengar pertanyaan Utsman, bahkan Pak Kyai juga tertawa mendengar nya.
Sejenak Utsman sedikit bingung, tapi ia hanya diam tanpa ekspresi karena ia merasa tidak ada yang salah dengan pertanyaan nya.
Lalu setelah tenang bibi Anjani langsung menceritakan pertemuan antara Farhan dan keluarga nya Dinda.
__ADS_1