
...****************...
Setelah Shalat Ashar berjamaah, Farhan masih duduk tenang di dalam Masjid sambil berdzikir dengan khusuk. Pak Kyai dan Ustadz Pondok lainnya sekarang berada di teras Masjid, mereka sedang membahas kasus yang baru saja terjadi.
Hampir semua Ustadz setuju bahwa pelaku harus di keluarkan dari Pondok dan dilaporkan ke Polisi. Pak Kyai pun hanya bisa setuju karena tidak ada yang bisa dilakukan lagi selain diserahkan ke pihak berwajib. Pak Kyai juga berharap supaya kasus nya sedikit demi sedikit berkurang dengan melaporkan nya ke Polisi, tapi Pak Kyai sendiri belum berani untuk melaporkan kasus yang lain karena suatu alasan.
Saat Pak Kyai sedang berdiskusi dengan para Ustadz itu, Farhan pun keluar dari dalam dan hendak pulang ke rumah pamannya. Tapi ia di panggil oleh pamannya untuk ikut duduk kumpul dengan para Ustadz Pondok, Farhan pun diperkenalkan oleh pamannya kepada para Ustadz Pondok. Farhan dengan sopan menyalami satu persatu para Ustadz Pondok.
Ustadz yang sedang berkumpul dengan Pak Kyai saat ini adalah Ustadz yang paling populer dan juga merupakan guru Madrasah yang sudah banyak pengalaman.
Farhan pun melihat para Ustadz Pondok itu satu persatu tanpa membuat mereka risih karena sedang diperhatikan...
"Lumayan,,, Ustadz yang ada di sini sekarang adalah Ustadz baik baik,,, mereka bersih tidak ada kasus yang menempel pada mereka... Dan seperti dugaan ku,,, para bajing*n itu tidak ada satu pun yang datang ke Masjid untuk Shalat berjamaah", batin Farhan.
...----------------...
Saat Farhan dan Pak Kyai serta para Ustadz Pondok sedang berbincang bincang, Dinda dan Syifa pun keluar dari tempat Shalat akhwat.
"Ayaah!!! "
Mengetahui ada sang ayah, Syifa pun berlari dan memeluk Farhan dari belakang. Para Ustadz Pondok pun tersenyum dan tertawa kecil melihat tingkah lucu Syifa yang manja di Farhan.
Tidak dengan Pak Kyai, beliau malah tertegun karena mendengar Syifa memanggil Farhan dengan sebutan ayah dan melihat Syifa yang sekarang sedang duduk di pangkuan Farhan dengan manja nya.
__ADS_1
"Sejak kapan Farhan nikah sama Dinda?,,, sejak kapan juga dia punya anak?,,, Astaghfirullah", batin Pak Kyai tidak percaya dengan apa yang beliau lihat dan dengar.
" Mas Farhan,,, titip Syifa ya,,, Syifa seneng banget main sama mas Farhan", ucap Dinda.
"Kamu mau kemana?", tanya Farhan.
" Mau balik dulu,,, mau istirahat sebentar,,, hehe", jawab Dinda.
"Iya,,, silakan kamu istirahat,,, biar Syifa saya yang jaga", ucap Farhan tersenyum.
" Iya mas Farhan,,, terima kasih", ucap Dinda.
"Assalamu'alaikum semua"
Pak Kyai tambah terkejut lagi melihat Farhan yang tersenyum ke orang lain, apalagi seorang perempuan. Pak Kyai Zaki sebagai paman, beliau tidak pernah melihat Farhan yang begitu harmonis dengan seseorang, apalagi dengan anak kecil.
"Keponakan ku yang satu ini emang beda", batin Pak Kyai
Mereka pun kembali berbincang bincang santai sambil bergurau...
......................
......................
__ADS_1
Sekarang jam sudah menunjukkan pukul 16.30 WIB. Syifa yang bermain di halaman Masjid pun tidak jenuh dan tidak bosan menunggu Farhan yang sedang mengobrol dengan para Ustadz Pondok, Syifa masih bermain dengan santai dan beberapa kali bermain dengan kucing yang lalu lalang di sekitar Masjid.
Farhan yang melihat Syifa yang anteng bermain pun merasa tenang sedikit karena Syifa tidak rewel...
Tapi rasa tenang itu sedikit hilang karena ada suara gaib yang memanggil Syifa...
Farhan pun menyadari bahwa Syifa sudah dalam tidak sadarkan diri, ia sudah dikontrol oleh aura gaib tersebut, dan Syifa pun berjalan keluar malalui gerbang pagar Masjid dan berjalan perlahan menuju suatu tempat.
"Loh,,,, itu Syifa mau kemana Farhan?", tanya Pak Kyai.
" Biasalah anak anak,,, suka keluyuran,,, ya udah paman dan para Ustadz sekalian,,, saya juga sekalian pamit", ucap Farhan.
"Assalamu'alaikum".
" Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh "
Farhan segera mengenakan selop nya dan bergegas mengejar Syifa...
...****************...
Syifa benar benar sudah dikontrol penuh oleh kekuatan gaib tersebut, Syifa berjalan tanpa kesadaran sendiri menuju ke suatu tempat. Tapi dengan ilmu milik nya, Farhan mendengar dengan jelas bahwa ada suara yang sedang memanggil Syifa.
"Mau main main dia,,, kita liat saja,,, sampai mana kamu mau bermain mian denganku?! ", ucap Farhan mengikuti Syifa tepat dibelakang nya.
__ADS_1