
"I inikan kasus nya Rohman?", ucap Ustadzah Rini.
" Bibi yakin, pelaku nya adalah Rohman?", tanya Farhan.
"Saat kasus itu muncul, dan bahkan sampai kasus itu di tutup, bibi nggak akan percaya kalau Rohman adalah pelaku nya", ucap yakin Ustadzah Rini.
" Bibi kenal sama korbannya?", tanya Farhan.
"Kenal, dia adalah salah satu murid nya bibi", jawab Ustadzah Rini.
" Bawa dia kesini", ucap Farhan serius.
Ustadzah Rini pun pergi keluar untuk menghampiri murid nya itu, tapi ia tidak memanggilnya nya langsung melainkan menyuruh murid akhwat nya yang ada di depan aula untuk memanggil murid nya itu.
*10 menit kemudian*
" Ustadzah Rini nya mana?"
"Ada di dalam ruangan aula, ruang komputer"
"Ya udah aku masuk dulu ya"
(tok tok)
__ADS_1
"Assalamu'alaikum Ustadzah,,, ini saya Wulan, katanya Ustadzah manggil saya?".
"Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh,,, iya Wulan, silahkan masuk".
*Di dalam ruang komputer*
Akhwat bercadar yang bernama Wulan itu terdiam sejenak setelah masuk ke dalam ruang komputer, ia berdiam diri di dekat pintu. Wulan melihat ada seorang pemuda bersorban yang berdiri di dekat jendela dan melihat ke arah luar.
" Wulan,, duduk disini", ucap Ustadzah Rini.
"Iya Ustadzah,,, ", jawab grogi Wulan.
Wulan pun dengan sungkan duduk di kursi yang ada di depan meja komputer,,,
" Ya Allah,, siapakah pemuda bersorban itu?. Kenapa perasaan ku nggak enak", batin Wulan.
"Wulan"
"I iya Ustadzah?"
"Bisa tolong ceritakan kasus 4 tahun lalu, yang dimana kamu dilec*hkan oleh Rohman?".
Tiba tiba Wulan membeku, ia sangat gugup dan ketakutan saat Ustadzah Rini menyuruh ia untuk menceritakan kejadian di masa lalu.
__ADS_1
" Ke kenapa Ustadzah Rini tanya tentang itu, bukankah kasus itu sudah di tutup?", tanya Wulan.
Perlahan Farhan langsung membalikkan badan dan duduk di kursi yang ada di hadapan Wulan.
Dan tiba tiba Farhan langsung menatap mata Wulan dengan sangat tajam, tentunya itu membuat Wulan semakin takut.
"Cerita kan kejadian 4 tahun lalu", ucap tegas Farhan.
" Cerita kan dengan detail", lanjut nya.
Dan entah kenapa Wulan seperti terhipnotis, tiba tiba mulut nya mulai berbicara dan itu tanpa kendalinya.
*Aula Akhwat*
Betapa ramai nya aula yang ada di tempat akhwat, karena banyak sekali akhwat bercadar yang berkumpul untuk berlatih khadroh. Beda hal nya dengan Azizah, Ani, dan Alimah, mereka bertiga adalah pelatih khadroh para akhwat bercadar yang ada di Ponpes Miftahul Huda.
"Hmm,,, waktu di kereta, Akhy bersorban tanya ke aku, apakah aku main khadroh di Pondok?", batin Azizah.
" Hmm,,, apakah Akhy bersorban juga main khadroh di Ponpes ini?. Kalau Akhy bersorban juga main khadroh, mungkin aku bisa main bareng sama Akhy bersorban ", lanjut nya.
" Dan yang lebih buat aku kaget adalah, Akhy bersorban adalah keponakan dari Pak Kyai Hasyim dan Bu Nyai Aini", batin Azizah.
"Aku nggak nyangka kalau Akhy bersorban adalah keponakan nya Pak Kyai Hasyim dan Bu Nyai Aini", batin Alimah.
__ADS_1
" Pantas aja dulu Akhy bersorban nyuruh aku mondok di Ponpes ini, ternyata dia keponakan dari pemilik Ponpes Miftahul Huda ini", lanjut Alimah lagi.
Tak berapa lama, Bu Nyai pun datang bersama Ustadzah Aida. Tapi tiba tiba saja ekspresi Azizah dan Alimah menjadi sedikit murung, karena melihat kedekatan Bu Nyai dan Ustadzah Aida. Karena banyak rumor beredar kalau Ustadzah Aida sedang mencari tahu tentang pemuda bersorban itu.