Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Pergi Dan Datang


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Selepas Shalat Dzuhur berjamaah di Masjid, Farhan dan Utsman pun akan segera kembali ke rumah Pak Kyai, mereka berencana untuk istirahat sebentar sebelum nanti akan mulai perjalanan jauh.


Mulai dari akan mulai Shalat Dzuhur dan hingga selesai Shalat Dzuhur, Utsman menjadi pusat perhatian dan perbincangan di Masjid itu karena suara adzan nya yang sangat merdu, dan itu membuat Utsman sedikit tidak nyaman.


"Hmm,,, mas Farhan,,, apa benar cuma sekali ini aja adzan nya,,, nggak adzan Ashar kan nanti? ", tanya Utsman ragu.


" Kenapa,,, mau adzan lagi?", tanya balik Farhan.


"Ng nggak mas,, nggak usah,, hehe,,, cukup 1 kali aja", jawab Utsman buru buru karena takut disuruh adzan lagi oleh Farhan.


" Ayo balik", ucap Farhan langsung mengenakan alas kaki dan mulai berjalan meninggalkan Masjid.


"Iya mas", jawab Utsman bergegas mengikuti Farhan.


Farhan tahu kondisi itu membuat Utsman tidak nyaman, maka Farhan pun segera mengajak Utsman untuk segera balik ke rumah.


Didalam tempat Shalat akhwat, banyak Ustadzah yang sedang mengintip Utsman dari balik jendela, dan Bu Nyai hanya menggeleng kepala karena melihat sikap para Ustadzah itu, mereka seperti hewan buas yang sedang mengincar mangsanya dan siap di buru, para Ustadzah itu sepertinya memang sudah mengincar Utsman untuk mendapatkan nya.


...****************...


...****************...


...****************...


Sesampainya di rumah, Farhan langsung menuju kamarnya untuk beristirahat sejenak. Sedangkan Utsman menuju kamar mandi untuk mencuci kain penutup wajahnya, ia merasa bahwa kain nya mengeluarkan bau yang tak sedap ia pun langsung berfikir untuk mencuci nya, karena cuaca memang lagi panas jadi itu akan cepat kering karena Utsman hanya mencuci kain itu saja.


Setelah mencuci kain tersebut Utsman pun akan membuka pintu belakang, ia tidak mau wajahnya terlihat oleh para santri yang lewat di depan rumah Pak Kyai.


Tapi walau begitu ia tetap mengintip saat membuka pintu belakang, biar bagaimana pun area belakang rumah juga dekat dengan asrama akhwat, ia takut akan ada akhwat yang histeris saat melihat wajahnya, ia pun berhati hati.


Karena merasa kondisi aman dan sepi, ia berlari menuju tali jemuran dan langsung menjemur kain miliknya itu, lalu bergegas masuk ke dalam kembali.


"Huh huh huh,,, aman,,, Alhamdulillah", ucap Utsman sedikit ngos ngosan.


Karena sudah mencuci kain dan menjemur nya, Utsman pun berjalan masuk ke dalam kamarnya dan hendak istirahat pula, karena merasa matanya sudah mengantuk ia juga tidak bisa menahan nya lagi.


...****************...


Setelah kedua pemuda itu beristirahat, suasana hening pun kembali menyelimuti rumah itu. Bibi Anjani juga langsung kembali ke aula untuk membahas beberapa hal dengan para Ustadzah, tapi sepertinya tema tersebut sudah berubah setelah Utsman adzan, bibi Anjani malah semakin pusing karena para Ustadzah itu menanyakan berbagai hal tentang Utsman.


Kini jam sudah menunjukkan pukul 2 siang, hari juga sangat terik, kain yang dijemur oleh Utsman juga telah kering.


Tapi kedua pemuda itu masih beristirahat dan belum ada yang bangun, mereka seperti menikmati kasur empuk milik paman dan bibi untuk terakhir kalinya, mereka sangat nyaman dengan kasur itu.


"Assalamu'alaikum"


Dalam suasana hening itu ada yang membuka pintu dan mengucapkan salam, tapi suasana sangat sepi seperti tidak ada orang, orang yang masuk itu adalah Pak Kyai, beliau baru kembali dari kampung untuk mengurus masalah masalah yang tersisa.


Melihat kondisi rumah yang sepi itu Pak Kyai merasa sepi juga, ia melihat seisi ruangan dan pandangannya pun melihat ke arah sofa, ia melihat ada 2 tas besar yang ada di atas sofa itu.

__ADS_1


"Hufff,,,, mereka berdua mungkin lagi istirahat karena nanti akan pergi", ucap Pak Kyai menghela nafas.


Walau hubungan Pak Kyai dan para keponakan nya tidak terlalu dekat tapi beliau juga merasa sedih jika keponakan nya akan segera pergi meninggalkan Pondok.


Pak Kyai berjalan perlahan menuju kasur lipat yang ada disamping sofa, ia duduk perlahan dan mulai berbaring.


Pelan pelan mulai menutup mata dan tertidur, rasa lelah yang berat menyebabkan Pak Kyai langsung tertidur dengan nyaman, bahkan terdengar suara dengkuran samar samar.


...****************...


Sudah cukup lama rumah Pak Kyai tidak ada aktivitas apapun dan hanya kesunyian, bahkan para santri yang lewat di depan rumah juga mengira bahwa Pak Kyai belum pulang.


Kini jam menunjukkan pukul 14:45 WIB, sebentar lagi sudah mau masuk waktu Ashar, dan kedua pintu kamar hampir terbuka secara bersamaan, dan nampaklah Farhan dan Utsman keluar dari kamar masing masing.


"Mana kain mu?", tanya Farhan dingin.


" Oh iya,,, masih aku jemur mas,,, tadi siang sebelum tidur aku cuci kain dulu,, bau", jawab Utsman menjelaskan. Ia pun menuju belakang dan akan mengambil kain penutup wajahnya itu, dirasa sudah kering karena cuaca memang lagi panas nya.


Melihat Utsman berjalan ke belakang, Farhan juga segera bersiap siap dan langsung menuju ruang depan untuk memeriksa barang barang yang ada di tas nya.


...****************...


...****************...


Di ruang depan itu Farhan melihat paman Zaki sedang tertidur pulas, ia nampak kecapean karena mengurus masalah masalah yang tersisa, tapi Farhan juga tetap tanpa ekspresi, setelah sejenak memperhatikan sang paman yang masih tertidur itu ia juga tidak berniat untuk membangunkan nya.


Farhan segera menuju sofa untuk memeriksa tasnya kembali, apakah ada barang miliknya yang masih tertinggal.


Karena merasa semuanya sudah lengkap dan tidak ada yang tertinggal, Farhan segera menggendong tas miliknya lalu berjalan menuju pintu.


"Ayo ke Masjid dulu untuk Shalat Ashar berjamaah", ucap Farhan membuka pintu.


Farhan mengetahui bahwa di belakang nya sudah ada Utsman yang sudah kembali dengan memakai kain penutup wajah nya.


" Siap mas", jawab Utsman juga mengecek sebentar barang miliknya dan segera menyusul Farhan keluar.


...****************...


...****************...


...****************...


Kali ini Utsman tidak kembali adzan, padahal sudah banyak para santri bahkan para Ustadzah menunggu supaya Utsman melantunkan adzan nya lagi tapi ternyata tidak.


Pak Kyai yang sudah bangun saat mendengar adzan dari Masjid juga segera bersiap dan langsung menuju Masjid...


......................


......................


Dan momen sedih pun dimulai setelah Shalat Ashar, dimana Bu Nyai memeluk erat kedua keponakan nya itu di depan para santri dengan air mata yang menetes, Bu Nyai seperti tidak mau keponakan nya pergi dari Pondok.

__ADS_1


Begitupun dengan Pak Kyai, walau dia tidak menangis seperti Bu Nyai tapi beliau juga merasakan hal yang sama, walau tidak begitu dekat dengan keponakan nya beliau berusaha supaya tidak putus kontak dengan mereka.


Bahkan ada para santri yang bersalaman dengan Farhan karena mereka sudah merasa bahwa Farhan adalah guru mereka serta Ustadz mereka di Pondok walau aslinya Farhan sendiri bukanlah seorang Ustadz.


Padahal Farhan juga hanya mengajarkan hal hal kecil kepada beberapa santri saja, tapi bagi mereka itu adalah pelajaran yang sangat berharga dari Farhan.


"Jaga diri kalian baik baik ya,,, jaga kesehatan", pesan bibi Anjani.


" Iya bi", jawab singkat Farhan dan Utsman.


Sebagaimana adab seorang santri, Farhan dan Utsman pun mencium tangan paman dan bibi...


Farhan sejenak melihat ke arah paman dan bibi nya, melihat sang paman yang menghela nafas dan pasrah, melihat ke arah sang bibi yang memasang senyum yang dipaksakan untuk menutupi kesedihan nya.


"Assalamu'alaikum semua,,, kita berdua pamit dulu,,, semoga bisa bertemu kembali suatu saat nanti", ucap salam Farhan dan Utsman berpamitan.


" Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh Ustadz Ustadz,, Ustadz Farhan", jawab salam para santri.


Kedua pemuda bersorban itu hanya tersenyum mendengar sebutan itu,,, mereka berbalik badan dan mulai melangkah menuju gerbang Pondok.


"Farhan,,, Utsman", sang bibi tentunya nampak sedih melihat kedua keponakan nya mulai menghilang dari pandangan nya.


...****************...


...****************...


...****************...


Di depan gerbang Pondok kedua pemuda bersorban itu berhenti sejenak, lalu saling pandang dan tersenyum kecil di balik sorban putih nya.


"Selamat jalan mas,,, jaga diri baik baik,,, semoga kita bisa bertemu kembali", ujar Utsman.


" Jaga diri baik baik Utsman ", ucap Farhan.


Kedua pemuda itu pun mengambil jalan yang berbeda, Farhan berjalan ke arah kiri dan Utsman ke arah kanan,,,,


...----------------...


.


Tak lama setelah Farhan dan Utsman pergi,,, terlihat sesosok pria berpeci yang menggunakan kain putih yang sama dengan Farhan dan Utsman, bahkan pria itu juga mengenakan sorban putih pula.


"Sebenarnya aku kangen banget sama kamu mas Farhan,,, tapi waktu nya tidak sekarang", ucap pria tersebut.


Sosok pria berpeci itu hanya tersenyum melihat kepergian Farhan dan Utsman,,, lalu ia melangkah masuk ke dalam Pondok Pesantren Darul Musthafa.


...----------------...


...----------------...


Dari kejauhan Farhan dan Utsman hanya tersenyum tipis, mereka berdua tentunya merasakan dari kehadiran sosok pria berpeci itu, dan mereka mengenalinya.

__ADS_1


__ADS_2