
*Ba'da Maghrib*
Meskipun sang pemuda bersorban sudah pamit pergi dari rumah si gadis bisu bercadar, tapi pemuda bersorban itu masih belum keluar dari desa itu. Pemuda bersorban itu ikut Shalat Maghrib berjamaah di desa tersebut.
Setelah pemuda bersorban itu keluar dari masjid dan mulai keluar dari desa tersebut, ia tiba tiba terpikir dengan gadis bisu bercadar.
"Hmm,,, kenapa aku khawatir dengan gadis bisu bercadar itu?"
"Dari sikap nya tadi waktu dihadang oleh para preman, gadis bisu bercadar itu sangat ketakutan. Mungkin dia jarang sekali keluar dari rumah, walaupun keluar rumah pasti tidak akan pergi jauh dari daerah rumah nya".
"Aku juga yakin para preman itu tidak akan diam saja karena aku telah menghajar beberapa dari mereka".
" Kalau begitu,,, aku akan menyelesaikan masalah ini sampai ke akar nya, dan supaya gadis bisu bercadar itu tidak di ganggu lagi"
Karena khawatir akan keselamatan si gadis bisu bercadar, pemuda bersorban itu berniat untuk menghampiri para preman itu untuk membicarakan masalah tersebut.
Karena tidak tahu keberadaan daripada para preman preman itu, sang pemuda bersorban pun bertanya kepada orang orang yang ia temui di jalan.
Tapi saat pemuda bersorban bertanya tentang para preman itu, orang orang malah lari karena ketakutan.
Tak lama kemudian sang pemuda bersorban bertemu dengan seorang bapak bapak, Farhan pun menghampiri bapak tersebut untuk bertanya.
"Permisi pak,, apakah saya boleh bertanya?", ucap pemuda bersorban.
"Iya nak boleh, silakan", jawab sang bapak.
"Bapak tahu dimana para preman desa ini berkumpul?", tanya pemuda bersorban.
Kali ini, orang tersebut tidak lari dan takut, melainkan hanya tersebut kepada pemuda bersorban.
" Di sana ada sebuah gang, kamu masuk dan di ujung gang ada gudang kosong, biasanya para preman desa berkumpul di situ", jawab sang bapak sambil tangan nya menunjuk ke suatu arah.
__ADS_1
"Terima kasih pak. Assalamu'alaikum", jawab pemuda bersorban tersebut di balik sorban nya.
" Wa'alaikum salam", jawab sang bapak
Tanpa pikir panjang lagi, dengan mantap sang pemuda bersorban langsung berjalan menuju arah yang telah di tunjukkan oleh bapak tadi.
*Beberapa menit berjalan*
Akhirnya sang pemuda bersorban telah sampai di depan gudang kosong, di mana itu merupakan tempat berkumpul nya para preman desa.
Tanpa ragu sang pemuda bersorban mendekat ke arah gudang, tangan mulai memegang pintu gudang, membuka pintu gudang, dan tanpa ragu masuk ke dalam.
*Di dalam gudang*
Setelah sang pemuda bersorban masuk ke dalam gudang, ia melihat banyak sekali para berandal dan preman preman di dalam, ada yang sedang bermain judi dan minum minum.
Beberapa preman tersebut menyadari kedatangan pemuda bersorban, lalu menyuruh teman teman nya untuk berhenti beraktivitas sejenak, lalu tatapan para preman tertuju kepada pemuda bersorban.
Tanpa takut, pemuda bersorban itu juga balik menatap para preman itu. Dengan tatapan dingin dan tajam, sang pemuda bersorban menatap satu persatu preman yang ada di gudang itu.
Kurang lebih jarak 5 langkah, preman itu berhenti. Preman berbadan kekar itu bertatap mata dengan sang pemuda bersorban dengan tatapan tajam dan dengan durasi cukup lama.
"Jadii,,, lo yang udah menghajar anak anak buah gue?", ucap preman itu memulai pembicaraan.
" Jangan ganggu gadis bisu bercadar lagi! ", ucap tegas pemuda bersorban.
Para preman pun tertawa terbahak bahak karena jawaban pemuda bersorban...
" Lo kira lo siapa,,, lo punya sedikit kemampuan karena bisa nge hajar anak buah gue. Tapi lo nggak ada apa apa nya di hadapan gue", ucap sang preman.
Preman berbadan kekar itu berbalik badan tanpa menoleh ke pemuda bersorban. Tanpa instruksi lagi, para preman lain mulai mendekati pemuda bersorban, dan siap untuk bertarung.
__ADS_1
*Setelah beberapa menit bertarung dengan para preman*
Preman berbadan kekar yang tak lain ada bos daripada para preman itu pun melongo melihat anak anak buah nya banyak yang terkapar di lantai karena bertarung dengan pemuda bersorban.
Dengan ganas pemuda bersorban itu pun menghajar semua para preman tanpa ada keraguan sedikit pun.
Setelah melihat semua preman sudah di kalahkan oleh dirinya, pemuda bersorban pun dengan mantap perlahan berjalan mendekat ke arah preman berbadan kekar.
"Siapa anak ini sebenarnya, bagaimana bisa ia mengalahkan orang sebanyak itu?"
"Anak ini pasti sudah kelelahan karena pertarungan barusan, ia pasti sudah tidak ada tenaga lagi, tunggu sampai jarak nya sudah dekat aku akan menghajar anak ingusan ini", ucap sang preman dalam hati dengan niat licik nya.
Benar saja, setelah jarak antara pemuda bersorban dan preman itu, preman berbadan kekar itu langsung memasang kudu kuda dan siap untuk menghajar wajah dari pemuda bersorban.
Tapi dengan santainya sang pemuda bersorban menangkis nya, lalu menggenggam tangan preman tersebut dengan kuat. Lalu pemuda bersorban pun memberikan satu pukulan di wajah preman berbadan kekar itu, dan dengan satu pukulan preman itu langsung tumbang.
Walau sudah terkapar di tanah dan berdarah, tapi pemuda bersorban masih mengepal kan tangan nya dan bersiap untuk memukul preman itu.
"Heeii,,,tunggu tunggu,, tunggu dulu. Aku tidak ada masalah dengan mu, kenapa kamu tiba tiba datang ke sini dan menghajar kami semua?", ucap panik preman itu.
" Jangan pernah mengganggu si gadis bisu bercadar lagi!!! ", ucap sang pemuda bersorban.
" Baik baik, aku akan memberi tahu ke semua anak buah ku untuk tidak menggaggu gadis yang kau maksud!!", jawab preman.
Dan, karena merasakan sudah selesai, sang pemuda bersorban berbalik badan dan perlahan menuju pintu, lalu keluar.
"Ya Allah,,, apakah masih bisa untuk ku bertobat?. Walaupun anak muda tadi pakaiannya seperti santri, tapi ia seperti monster ganas yang tidak berekspresi, sungguh mengerikan", ucap preman berbadan kekar.
*Di luar gudang*
" Semoga kamu tidak di ganggu lagi oleh para preman,, wahai ukhty bercadar".
__ADS_1
"Dan semoga kita bisa bertemu lagi kelak"
Sang pemuda pun pergi meninggalkan desa itu, dan meneruskan perantauan nya.