Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Lawan Yang Serius Pula


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Ayaaah!!! "


Syifa pun sangat senang bisa menemukan Farhan dan langsung memeluk erat kaki Farhan yang panjang itu.


"Ma Syaa Allah Syifa,,, udah mandi anak ayah ya,,, wangi banget", ujar Farhan langsung menggendong Syifa.


" Hihi,,, iya ayah,,, Syifa sama mama udah mandi,, udah pada seger", jawab Syifa melingkarkan tangannya ke leher Farhan.


Melihat sikap ayah dan anak yang begitu harmonis itu para akhwat bercadar itu pun langsung terharu dan merasakan kehangatan juga. Apalagi saat Syifa mulai bersikap manja kepada Farhan saat digendong, para akhwat itu pun hanya tertawa kecil dan mengucapkan kata kata yang menggoda Syifa, Syifa sendiri pun langsung tersipu dan lalu membenamkan wajahnya dipelukan Farhan.


Saat Farhan hendak membawa Syifa pergi tiba tiba ia terpikirkan sesuatu yang harus ia urus, ia tidak mungkin membawa Syifa bersama nya. Lalu melihat kearah para akhwat yang ada di depannya dan langsung terpikirkan untuk kelima akhwat itu mengajak Syifa bermain.


"Syifa,,, "


"Iya ayah?"

__ADS_1


"Ayah lagi ada urusan sebentar,,, Syifa mau balik ke rumah dulu atau mau main sama kakak kakak bercadar ini?", Farhan pun bertanya kepada Syifa sebelum ia menurunkan nya.


" Ayah mau kemana,,, Syifa ikut ayaah", jawab Syifa memeluk Farhan.


"Hei,,, sayang kuu,,, Syifa yang cantik,,, ayah cuma sebentar kok ya,,, nanti kalau ayah udah selesai,,, ayah ajak Syifa main lagi ya", ucap Farhan membujuk Syifa.


" Hmm,,, ya udah deh nggak apa apa,,, Syifa mau main sama kakak kakak bercadar", ucap Syifa tersenyum.


Kelima akhwat bercadar itu pun langsung senang karena Syifa mau ikut bersama mereka, sebenarnya mereka berlima memang sudah merasa greget kepada gadis kecil itu.


Walau sudah tahu bahwa Farhan membiarkan mereka membawa Syifa bermain bersama, tapi mereka tetap meminta izin kepada Farhan sebagai adab. Dan Farhan pun langsung mengiyakan.


Kelima akhwat itu dan Syifa pun mengucapkan salam kepada Farhan dan langsung pamit, setelah melihat Syifa pergi bersama kelima akhwat itu wajah Farhan langsung berubah menjadi serius dan tatapannya langsung menuju ke suatu tempat, ia pun langsung melangkah kan kaki nya dan pergi dari situ.


...****************...


...*Di suatu tempat persembunyian*...

__ADS_1


Ustadz Ronald dan Ustadz Roland sedang mengadakan rapat dengan para anak buah nya, mereka tidak menyembunyikan apapun dan langsung mengatakan semua informasi tentang Pondok selama kedua Ustadz itu pergi.


Saat para anak buah nya memberi info tentang kelima temanya yang ditangkap oleh polisi, kedua Ustadz itu langsung fokus kepada sosok pemuda bersorban yang dicurigai oleh anak buahnya.


Kedua Ustadz itu juga langsung berpikir serius, seperti nya memang ada kaitannya dengan pemuda bersorban itu dengan penangkapan para pelaku kejahatan itu. Karena mereka belum ada bukti bahwa pemuda bersorban memang terlibat, maka mereka langsung melakukan penyelidikan.


Karena kedua Ustadz itu tidak percaya dengan pernyataan para anak buah nya yang mengatakan bahwa para pelaku itu tertangkap oleh tim keamanan Pondok dan Pak Kyai, karena kedua Ustadz itu tahu betul jika Pak Kyai tidak akan berani asal menangkap teman temannya.


...----------------...


...----------------...


Dari jarak yang lumayan jauh dari tempat persembunyian tersebut, Farhan sedang duduk santai di atas pohon sambil mendengarkan percakapan mereka,,,


"Hahaha,,, Astaghfirullah Hal'adzim Ya Allah,,, kenapa orang orang bodoh ini bersikap serius", ucap Farhan sambil tertawa dingin.


" Karena kalian ingin bermain serius,,, maka aku akan memanggil lawan yang serius pula untuk kalian,,, haha" ucap Farhan langsung menghilang dari pohon yang tinggi itu.

__ADS_1


__ADS_2