
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Uhuk uhuk,,, uhuk"
"Huh huh huh,,,,, hissst"
Tersadar dari pingsannya Farhan malah berada di dalam dimensi miliknya, sebuah dimensi yang beraura hijau dan putih. Walau kondisi nya sangat lemah tapi Farhan berusaha bangkit dan berdiri.
"Hehe,,, dirimu yang sekarang sungguh berbeda dari yang dulu"
Saat Farhan sedang mengkondisikan tubuhnya yang lemah itu supaya tidak jatuh, tiba tiba ada suara dari arah belakang nya lalu menghampiri.
"Lama tak jumpa kawan"
Seperti sudah mengenal dengan suara itu, Farhan pun menjawab dengan santai kepada sosok yang berbicara kepadanya itu.
Dari arah belakang, ada sesosok pemuda bersorban yang sangat mirip dengan Farhan. Seorang pemuda tinggi, menggunakan penutup wajah berwarna putih dan sorban putih pula yang melingkar di lehernya. Ia adalah sosok Farhan yang ada didalam dimensinya itu.
Dan sosok itu memang sudah ada sejak Farhan masih kecil, walau Farhan masih anak anak tapi sosok itu sudah menjadi sosok Farhan dewasa dimasa depan. Dan hingga kini pemuda itu masih tetap berada didalam dimensi milik Farhan.
"Lemah sekali kondisi sekarang?"
"Yaah mau bagaimana lagi?,,, aku juga sudah jarang sekali mengeluarkan aura yang besar,,, aku mengeluarkan aura hanya untuk menekan saja bukan untuk bertarung"
Farhan dan kembaran nya itu pun mengobrol santai di dalam dimensi, Farhan bahkan lebih sering tersenyum dan tertawa dengan kembaran nya itu.
"Baiklah,,, istirahat lah disini sebentar,,, pulihkan kondisi mu"
"Baiklah"
__ADS_1
Dalam sekejab kembaran nya Farhan pun menghilang dari hadapan Farhan, karena mungkin sudah terbiasa Farhan pun hanya tersenyum lalu perlahan duduk bersila.
Farhan pun mengatur nafasnya sambil perlahan menutup mata, lalu berusaha fokus dan mulai mengucapkan dzikir dzikir sambil menenangkan hati.
...****************...
*Membuka mata secara tiba tiba*
"Huh huh huh,,,, Astaghfirullah"
Kini keadaan Ustadz Firmansyah pun lebih parah dari Farhan, ia kini terbaring di ruang rawat Pondok. Ia tiba tiba terbangun tapi tidak bisa duduk dari tempat baringnya.
Tubuh Ustadz Firmansyah pun penuh balutan perban karena luka yang diberikan Farhan tadi, ia pun hanya bisa mengatur nafas sambil beristighfar. Ustadz Firmansyah sendiri hanya bisa diam, saat ia mengingat kejadian tadi ia malah semakin merasakan sakit.
"Siapa pemuda bersorban tadi?", ucap Ustadz Firmansyah.
" Kekuatan nya sangat mengerikan,,, huh huh", lanjutnya.
"Puff,, hahaha... huff,,, aku tidak menyangka jika ada orang yang bisa mengalahkan Firmansyah"
"Apakah orang itu memang sudah melemah,,, kalau begitu Firmansyah sudah tidak berguna untuk kita"
"Sudah waktunya kita kembali ke Pondok,,, sudah kangen juga aku sama Zahra"
...****************...
...****************...
...*Di dalam dimensi*...
__ADS_1
Farhan yang telah berjam jam duduk bersila sambil berdzikir pun akhirnya membuka mata perlahan, saat Farhan membuka matanya ada aura berwarna hijau dan putih keluar dari tubuhnya.
"Alhamdulillah Ya Allah,,, udah baikan sekarang"
Dan Farhan bersyukur karena tubuhnya sudah pulih...
"Alhamdulillah kalau dirimu sudah membaik Farhan,,, tapi itu belum sepenuhnya. Karena sudah lama kamu tidak mengeluarkan aura sebesar itu,,, sekalinya kamu gunakan itu untuk bertarung, tubuhnya sudah lemah dan butuh waktu untuk benar benar pulih. Tapi biar bagaimana pun,,, tubuh mu memang kuat,,, walau belum pulih sepenuhnya tapi kamu sudah bisa beraktivitas seperti biasanya"
Tak berapa lama setelah Farhan membuka mata, kembarannya pun kembali muncul dari arah belakang. Apa yang dikatakan si kembaran memang benar, tubuh Farhan memang sudah pulih tapi belum sepenuhnya pulih.
"Apa kamu akan keluar sekarang?", tanya si kembaran.
" Sepertinya memang begitu", jawab Farhan.
"Yaaa sekarang kamu memang sudah berbeda dari yang dulu,,, sekarang kamu sudah menemukan keluarga yang sangat menyayangi mu dan mengkhawatirkan mu", ucap si kembaran.
Sekilas Farhan tersenyum karena teringat oleh Syifa si gadis kecil bercadar itu,,,
" Setelah orang dengan aura hitam itu,,,, ada 2 orang terakhir yang harus kamu hadapi kedepannya ", ucap si kembaran.
Mendengar ucapan dari kembaran nya, Farhan hanya tersenyum dan tertawa kecil...
" Apa yang kamu khawatir kan kawan?", ucap Farhan.
"Haha,,, yaah sifat mu yang kejam dan brutal itu tidak akan hilang,,, mau siapa pun lawannya,,, jangan kasih di menang", ucap si kembaran.
" Walau kedua orang itu balik ke Pondok hari ini,,, aku juga tidak takut,,, ", ucap Farhan yakin.
Setelah beberapa saat mengobrol tentang sesuatu, akhirnya kembaran nya Farhan pun kembali menghilang karena Farhan sudah berpamitan untuk kembali ke dunia nyata.
__ADS_1