Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Jangan Ada Masalah Dengan Pemuda Bersorban Itu


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Walau belum membuka matanya tapi Farhan sudah bisa merasakan tubuh nya seperti ada yang memeluk. Orang yang memeluk itu adalah Syifa yang sedang menangis sambil memeluk nya karena khawatir.


Sedari tadi Syifa tidak mau berhenti menangis karena Farhan belum bangun juga, ia pun selalu memeluknya dan tidak melepaskan nya sedikit pun.


Didalam kamar dimana Farhan sedang terbaring disitu, ada Syifa yang sedang memeluk nya, ada Dinda yang duduk dipinggir kasur juga sedang mengkhawatirkan kondisi Farhan, ada juga bibi Anjani yang sedang mengelus pelan kepala Farhan sambil mengkompres nya.


"Astaghfirullah,,, beneran belum bisa dibuka ini mata,,, tapi aku sendiri sudah bisa merasakan apa yang sedang terjadi pada tubuhku dan juga sudah bisa mendengar suara yang ada di sekitar ku", batin Farhan yang belum bisa membuka mata tapi sudah bisa merasakan dan mendengarkan.


Kamar itu sendiri, yang digunakan oleh Farhan untuk beristirahat adalah kamar milik bibi nya. Dan sang paman bersama Pak Danang sedang duduk di ruang tamu sambil menunggu Farhan sadar.


Pak Kyai sendiri sudah membawa satu Ustadz Pondok yang bisa dalam hal medis, jika Farhan bangun nanti bisa langsung diperiksa keadaan nya.


...****************...


Didalam salah satu ruang rawat di aula Pondok, Ustadz Firmansyah sudah sadar dan bangun daritadi. Dalam keadaan masih terbaring dikasur, Ustadz Firmansyah berusaha bangun dan duduk.


"Hah hah,,, seperti nya ini ruang rawat di aula", ucap Ustadz Firmansyah.


Padahal kondisi tubuhnya juga belum pulih, banyak balutan perban di badannya tapi Ustadz Firmansyah sudah memaksa untuk berdiri dan berjalan keluar.

__ADS_1


Saat hendak membuka pintu ruangan tersebut, Ustadz Firmansyah mendengar suara berisik diluar ruangan. Ustadz Firmansyah pun diam sejenak untuk mendengar suara siapa kah yang ada di luar ruangan itu.


Karena sudah sangat penasaran akhirnya Ustadz Firmansyah pun langsung membuka pintu nya untuk melihat sendiri keadaan diluar ruangan...


Dan betapa terkejutnya Ustadz Firmansyah saat melihat ada banyak sekali para santri yang terbaring di aula dengan badan lemas dan pucat.


Ustadz Firmansyah juga tidak mengetahui apa yang terjadi dengan para santri itu, ia pun berjalan perlahan dan melihat santri itu satu persatu...


Ustadz Firmansyah juga melihat ada banyak para tim keamanan yang sedang merawat para santri santri itu, dan ia tidak berani mendekat karena takut mengganggu.


"Ustadz Firmansyah mau kemana?,,, "


Saat Ustadz Firmansyah sedang memperhatikan salah satu santri yang sedang dirawat oleh tim keamanan, ada salah seorang yang mengajak nya berbicara dari arah belakang.


"Oh Ustadz Alif", ucap Ustadz Firmansyah saat mengetahui orang yang berbicara kepada nya adalah Ustadz Alif. Ustadz yang mengejar Farhan saat hari pertama ke Pondok yang berlari ke arah belakang Pondok.


" Ustadz Firmansyah emang udah sembuh,,, kenapa jalan jalan?", tanya Ustadz Alif.


"Hmm,,, yaa masih agak pusing sih,, hehe,,, tapi untuk jalan aman aja,,, nggak masalah", jawab Ustadz Firmansyah.


" Oh iya,,, ngomong ngomong,,, para santri ini kenapa ya?", tanya Ustadz Firmansyah.

__ADS_1


"Sebelumnya saya mau tanya sama Ustadz Firmansyah", ucap Ustadz Alif serius.


" Hmm,,, i iya silakan,,, kenapa mendadak jadi serius gitu wajah Ustadz Alif", ucap Ustadz Firmansyah canggung karena tiba tiba Ustadz Alif berubah menjadi serius.


"Apakah tadi Ustadz Firmansyah berhadapan dengan pemuda bersorban?", tanya Ustadz Alif.


Pertanyaan dari Ustadz Alif pun membuat Ustadz Firmansyah terdiam, ia pun langsung terbayang kembali kejadian yang menyakitkan itu,,,


" Hmm,,, kenapa Ustadz Alif tanya itu?", tanya Ustadz Firmansyah.


Ustadz Alif tanpa menjawab pertanyaan dari Ustadz Firmansyah hanya menatapnya tajam tanpa berbicara,,,


"Ok ok,,, tadi saya emang ada ketemu sama seorang pemuda bersorban,,, setelah ituu,,, saya tiba tiba nggak sadarkan diri,,, dan bangun bangun sudah ada disini", ucap Ustadz Firmansyah. Ustadz Firmansyah sendiri tidak menceritakan bahwa ia sempat bertarung dengan pemuda bersorban itu, dan karena penjelasan singkat itu Ustadz Alif sedikit curiga dan menyerngitkan dahinya.


"Saya harap anda tidak ada masalah apapun dengan pemuda bersorban itu,,, sebaiknya anda istirahat lagi Ustadz,,, kondisi mu belum pulih betul", ucap Ustadz Alif serasa pergi meninggalkan Ustadz Firmansyah.


" Jangan ada masalah dengan pemuda bersorban itu! "


Kata kata itulah yang saat ini terngiang-ngiang oleh Ustadz Firmansyah, kata kata itu seperti peringatan untuknya.


Walau begitu,,, Ustadz Firmansyah masih belum tahu alasan para santri bisa mengalami sakit secara bersamaan dan dirawat di aula Pondok...

__ADS_1


"Siapa pemuda bersorban itu?"


Pertanyaan itulah yang akan selalu diingat oleh Ustadz Firmansyah


__ADS_2