Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Masih Saudara


__ADS_3

...****************...


Farhan pun sudah tidak memikirkan kasus yang baru saja terjadi, walau bagaimana pun tim keamanan dan Pak Kyai yang bertanggung jawab untuk menyelesaikan nya.


Karena sudah tidak ada hal lain lagi, Farhan pun segera menuju rumah bibi nya untuk istirahat sejenak setelah perjalanan.


Setiap Farhan berjalan di sisi jalan jalan pondok, banyak mata tersembunyi yang sedang mengawasi Farhan. Farhan yang sudah mengetahui hal itu pun hanya tersenyum lucu dan tertawa kecil.


Selama berjalan menuju kediaman Pak Kyai, banyak para santri yang memandangi Farhan. Kebanyakan dari para santri itu pasti mengira Farhan adalah santri baru di Pondok itu yang sedang mencari tempat untuk melapor, tapi sebenernya tidak. Farhan adalah anggota lama dari Ponpes Darul Musthafa yang setelah sekian lama akhirnya kembali lagi ke Pondok.


......................


Sesampainya di teras rumah sang bibi, Farhan tidak langsung masuk melainkan berdiam diri sambil memandang ke arah bawah. Farhan melihat ada banyak selop yang tertata rapi di rak selop.


"Dari yang aku liat,,, nggak mungkin selop selop ini milik paman sama bibi,,, mana ada orang dewasa yang pakai selop seukuran anak umur 5 tahunan", ucap Farhan berjongkok di dekat rak selop dan memperhatikan semua selop itu.


" Lagian,,, paman sama bibi nggak punya anak deh", lanjutnya sambil memegang salah satu selop anak kecil yang ada di rak tersebut.


"Apa di dalam lagi ada tamu nya paman yang sedang berkunjung ke Pondok,, dan tamu tersebut memiliki anak kecil?", pikir Farhan meletakkan kembali selop tersebut.


Daripada mengira ngira hal yang tidak jelas, Farhan pun segera berdiri untuk segera masuk ke dalam dan melihat siapa yang ada di dalam rumah yang sedang bertamu.


" Assalamu'alaikum ", ucap salam Farhan perlahan menampakkan dirinya di mulut pintu.

__ADS_1


" Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh "


"Ayaah!!!"


Saat setelah terdengar suara jawaban salam, tiba tiba ada sautan lagi yang tertuju kepada Farhan dengan panggilan "ayah".


Seketika Farhan pun terkejut dan langsung melihat ke dalam, siapa yang baru saja memanggilnya ???.


Farhan pun melihat dengan jelas bahwa ada anak perempuan berniqob yang sedang berlari mendekat ke arah nya.


" Ayaah,,, ini ayah Farhan!!! ", ucap anak perempuan berniqob itu yang tak lain adalah Syifa.


" Syi Syifa?", Farhan pun terkejut bahwa anak perempuan yang sedang memeluk kaki nya adalah Syifa, anak perempuan yang ia temui di restoran tadi siang.


" Kalau Syifa ada di sini,,, berarti,,,, ", pandangan Farhan pun sontak melihat ke dalam ruangan, dan terlihat ada perempuan bercadar yang sedang tersenyum ke arah nya yang tak lain adalah Dinda, ada juga Pak Danang dan istrinya yang sedang memperhatikan dirinya, ada bibi Anjani yang sekarang sedang melihat ke arah Farhan dengan tatapan aneh dan kaget.


...****************...


...*Beberapa menit kemudian*...


Farhan pun keluar dari dalam kamar setelah menaruh tas besarnya, dan Syifa berjalan di belakang nya.


"Bibi,,, Farhan mau keliling sebentar,,, nanti langsung sekalian ke Masjid,,, mau Shalat Ashar juga ini", ucap Farhan kepada bibinya.

__ADS_1


" I iya Farhan", jawab Bu Nyai.


"Ayaah,,, Syifa mau ikuut! ", ucap manja Syifa sembari memeluk kaki Farhan.


" Eee hmm,, itu Syifa,,, "


"Maas,,, bawa aja Syifa,,, daritadi siang sejak bangun tidur Syifa nyariin kamu lo,,, ", ucap Dinda memberi izin.


" Iya nak Farhan,,, mending kamu ajak Syifa jalan jalan sebentar sama kamu,,, nanti sekalian aja ajak Syifa ke Masjid", saut Pak Danang.


Sebenarnya Farhan tidak mau mengajak Syifa keluar bersama nya,,, tapi karena sudah diberi izin oleh Dinda, Pak Danang dan istrinya, Farhan juga sungkan mau menolak. Farhan juga kasihan melihat Syifa yang merengek kepada nya.


"Huff,,, ya sudah kalau memang kalian memperbolehkan saya untuk membawa Syifa,,, ", jawab Farhan tersenyum.


" Yeey ikut ayaah,,, ayo ayah kita jalan jalan!!! ", ucap senang Syifa langsung menarik tangan Farhan keluar dari ruangan.


" Astaghfirullah,,, pelan pelan Syifa,,, Assalamu'alaikum semuanya,,, pamit dulu", ucap Farhan langsung mengucapkan salam.


"Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh"


"Padahal tadi aku cuma ngarang kalau mas Farhan ada di Pondok untuk nenangin Syifa,,, tapi kok jadi kenyataan ya,,, mas Farhan beneran ada di sini,,, dan nggak nyangka kalau kita masih saudara", batin Dinda.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2