
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah melaksanakan Shalat Tahajjud sekarang Farhan sedang bersantai di ruang depan, duduk berselenden di sofa yang empuk. Seperti kebiasaannya setiap kali bangun jam 2 atau jam 3 Farhan sudah tidak kembali tidur setelah Shalat Tahajjud, hal yang biasa Farhan lakukan adalah membaca Al-Qur'an dan Bershalawat.
Dan itu juga baru selesai Farhan lakukan dan sekarang Farhan sedang bersantai di ruang depan, dengan keadaan lampu masih dalam keadaan mati dan hanya ada cahaya cahaya kecil yang masuk ke dalam dari celah celah rumah.
Beberapa kali Farhan menutup mata tapi tidak tidak, lalu membuka mata dan menghela nafas panjang, ia merasa nyaman sekali saat ini.
......................
...*Diwaktu yang sama di tempat persembunyian*...
Ustadz Ronald yang seperti sedang bersemedi dengan menutup mata dan dalam posisi duduk bersila sekarang telah membuka mata nya lalu memasang wajah dingin.
"Cecunguk mana yang memasang pagar ghaib di Pondok?", ucapnya kesal.
Ternyata aura misterius yang mencoba masuk ke Pondok Pesantren tadi adalah kiriman dari Ustadz Ronald, ia mengirim aura nya untuk mengecek keadaan di Pondok. Tapi tanpa ia kira aura nya tidak bisa masuk karena ada pagar ghaib hingga aura nya tidak bisa masuk.
"Ternyata ada yang berani bermain denganku", ucap Ustadz Ronald menyeringai.
...****************...
Kini Subuh pun menjelang, suasana Pondok sudah mulai ada suara para santri yang mulai melakukan aktivitas kecil, dan itu terdengar oleh Farhan.
" Sudah mau Subuh, sebentar lagi orang orang akan bangun, sebaiknya aku segera ke Masjid dulu ", ucap Farhan menutup buku yang sedang ia baca lalu menyimpan nya.
Lalu Farhan perlahan membuka pintu rumah dengan kunci yang Farhan sudah mengetahui letak kunci nya, Farhan kembali menutup pintu tanpa menimbulkan suara lalu bergegas ke Masjid.
__ADS_1
Farhan berjalan santai menyusuri jalan Pondok, ia berjalan sambil bersenam kecil merenggangkan tubuhnya. Di pagi itu Farhan sudah mendapatkan salam dan sapaan dari para santri ikhwan yang ia temui dalam perjalanan menuju Masjid, karena sudah bertemu Farhan pun berjalan bersama para santri itu menuju Masjid.
...****************...
Di waktu yang sama, Pak Kyai yang sudah terbangun pun juga segera membangunkan istrinya untuk ikut Shalat Subuh berjama'ah, tak butuh waktu lama Bu Nyai segera bangun.
Pak Kyai pun segera mengenakan pakaian nya untuk pergi ke Masjid, dan Bu Nyai masih duduk di atas kasur untuk mengumpulkan nyawanya. Dan karena sudah siap maka Pak Kyai pun izin untuk pergi ke Masjid duluan.
Melihat suaminya sudah keluar, Bu Nyai juga mulai bersikap siap. Dan ia juga tidak lupa untuk membangunkan Dinda dan Syifa.
...****************...
الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْكَ*
يَاإمَامَ الْمُجَاهِدِيْنَ*
يَارَسُوْلَ اللهْ*
Sejenak tangan Bu Nyai yang hendak mengetuk pintu pun tertegun dan tidak berucap apapun.
Di dalam kamar, Dinda sendiri sudah bangun dan hendak keluar. Sama halnya dengan Bu Nyai, Dinda juga sama mendengar suara lantunan Shalawat tersebut, ia juga terdiam dan merasakan hatinya menjadi tenang karena mendengarnya.
Di dalam kamar nya Farhan Syifa juga sudah bangun, ia menyadari jika Farhan sudah tidak ada di samping nya. Saat tadi Syifa hendak memanggil Farhan dan mencarinya ia langsung mendengar lantunan Shalawat Tarhim itu juga, sejenak Syifa juga terdiam lalu memasang senyum lebar dan wajah yang berbunga bunga.
"Ya Allah,,, suaranya ayah bagus bangeeett", ucap Syifa sangat mengenali suara tersebut, bahwa yang sedang melantunkan Shalawat di Masjid adalah Farhan, ayah nya.
Dengan hati yang sangat senang Syifa pun perlahan turun dari kasur dan hendak pergi ke kamar mama nya...
__ADS_1
...----------------...
" Aunty?!"
Saat Syifa hendak masuk ke dalam kamar nya Dinda ia melihat ada Bu Nyai sedang berdiam diri di depan kamar nya Dinda. Bu Nyai yang sejak tadi diam pun langsung tersadar setelah dipanggil oleh Syifa.
"I iya Syifa?", Bu Nyai pun langsung menjawab panggilan dari Syifa.
"Hihi,,, aunty ngapain diem disitu?. Ayah Farhan lagi Shalawatan di Masjid, kenapa aunty masih disini?", tanya Syifa tersenyum.
Sejenak Bu Nyai memang mengenali suara tersebut tapi ia menjadi sangat nyaman dan terdiam beberapa saat, lalu setelah Syifa menyebut bahwa Farhan sedang Bershalawat di Masjid Bu Nyai pun langsung tersenyum lebar.
"Sudah lama sejak hari itu,,, dan sekarang Farhan Bershalawat lagi di Pondok,,, walau hanya sekedar Shalawat Tarhim", gumam Bu Nyai.
...----------------...
Mendengar suara di luar, Dinda pun langsung tersadar dan langsung menuju pintu...
Dan saat pintu kamar terbuka Dinda langsung mendapatkan pelukan hangat dari Syifa.
"Mamaa!! "
"Eh,,, Syifa?,,, udah bangun sayang?,,, mama baru mau bangunin Syifa tadi", ucap Dinda memeluk Syifa.
" Iya mama Syifa udah bangun,,, terus denger ayah Shalawatan,,, ayo mama kita ke Masjid,,, ayo maa,,, ayoo", Syifa pun langsung menarik lengan Dinda supaya langsung mengikuti nya.
"Astaghfirullah,,, tunggu sayaang,,, ambil mukena duluu sama sajadah", jawab Dinda menenangkan Syifa.
__ADS_1
" Ya udah Dinda,,, ambil mukena kalian berdua,,, kita ke Masjid sekarang ", Bu Nyai yang sedari tadi hanya tersenyum kecil melihat kelakuan Syifa pun langsung berkata.
" Iya bibi ", jawab singkat Dinda.