
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Selesai Shalat Dzuhur berjamaah, Farhan langsung bergegas kembali ke rumah pamannya untuk beristirahat sejenak.
Dalam perjalanan menuju rumah, Farhan melihat sekumpulan akhwat bercadar yang sedang melakukan sebuah tes di aula Pondok yang diuji oleh 2 Ustadzah Pondok. Didalam barisan para akhwat bercadar itu Farhan melihat Zahra, si gadis buta.
"Udah lama aku nggak ketemu sama dia,,, ternyata benar dia lagi sibuk belajar. Semoga cita cita mu menjadi seorang Ustadzah tercapai suatu hari nanti Zahra", batin Farhan melihat Zahra yang semangat untuk melakukan tes bersama teman teman nya itu. Entah mengapa, sejenak Farhan memandang Zahra dari kejauhan ia langsung terpikirkan oleh 2 sosok yang akan kembali ke Pondok itu.
"Cih,,, bisa bisa nya ada sampah yang suka dan mau mendekati Zahra", batin Farhan mengangkat salah satu ujung bibir nya.
__ADS_1
Karena Farhan sedang berada di kawasan para santri, sedaritadi Farhan selalu mendapatkan salam hangat dan sapaan dari para santri Pondok, dari santri akhwat dan ikhwan. Karena Farhan merasa kurang nyaman maka ia pun segera melangkahkan kaki nya untuk pulang.
...****************...
...*Rumah Pak Kyai*...
Sebelum Farhan pergi ke Masjid untuk ikut Shalat Dzuhur berjamaah, ia sempat pulang sebentar untuk menyimpan flashdisk dan berkas berkas yang ia temukan di dalam lemari di kamar nya. Saat Farhan menuju rumah ia tidak melewati jalan Pondok melainkan pulang melalui jalan yang ada di belakang area Pondok, karena disana tidak ada seorang santri pun yang lewat maka Farhan bisa membawa berkas berkas itu dengan santai tanpa ada yang curiga. Apalagi waktu ia masuk lewat pintu belakang, paman dan bibi nya tidak ada di rumah, mereka sudah ada di Masjid Pondok.
"Huff,,, paman lagi rapat sama para Ustadz Pondok,,, tapi bibi kemana ya,,, terakhir aku liat bibi waktu selesai Shalat Subuh tadi pagi,,, habis itu udah nggak ketemu lagi", gumam Farhan yang kini sedang berbaring dikamar nya sambil melihat langit langit kamar.
__ADS_1
Perlahan Farhan pun bangun dan bangkit dari kasur nya itu, ia menuju lemari dan mengambil berkas berkas yang ia simpan tadi. Farhan pun membaca satu persatu berkas berkas yang ada di dalam map itu, ia pahami dengan teliti kasus yang tercatat di dalam berkas tersebut.
"Inilah kenapa paman bisa takut dengan kedua orang bodoh itu,,, dia kurang tegas dalam mengambil keputusan,,, banyak berfikir dan kurang tindakan", ujar Farhan melihat lembar demi lembar berkas itu.
" Kasus kelima akhwat ini sedikit demi sedikit mulai terselesaikan lah,,, tapi lambat banget. Jujur aku nggak terlalu ingin menyelesaikan semua masalah dan kasus yang ada di Pondok ini,,, tapi jika ini menyangkut para santri,,, apalagi santri akhwat,,, aku harus bantu", ucap Farhan menutup berkas berkas itu dan mengambil satu lembar kertas dari tumpukan berkas tadi dan melihat isi kasus itu.
"Masalah kelima akhwat ini lumayan gampang lah,,, aku bisa menyelesaikan kasus kelima akhwat ini besok sekaligus. Tapi aku lebih tertarik dengan yang satu ini", ucap Farhan melihat satu lembar kertas itu.
" Kasus yang dialami seorang Ustadzah yang aku temui tadi pagi,,, Ustadzah Indah,,, kasus ini sangat menarik... Bisa bisanya ia hamil tanpa tahu siapa yang melakukan nya,,, karena saat pelaku menjalankan aksi nya,,, si Ustadzah Indah ini dalam kondisi tidak sadarkan diri,,, dengan garis besar dikendalikan ", ucap Farhan.
__ADS_1
" Tapi sang pelaku bukan mengendalikan nya dengan sebuah obat melainkan menggunakan bantuan alam gaib,,, unik juga trik si sampah satu ini,,, bahkan ia sampai punya anak", lanjut Farhan perlahan membaringkan tubuhnya kembali di kasur yang empuk itu.
"Yaah,,, kita tunggu saja tanggal mainnya", ucap Farhan membuat senyum licik.