Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Dia Memang Mas Farhan


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Eh,,, "


Saat Dinda hendak menutup pintu tiba tiba ia tertegun melihat sosok pemuda bersorban yang tinggi, tinggi Utsman memang hampir sama dengan Farhan, tapi masih lebih tinggi Farhan.


"Suruh dia masuk"


Mendengar Farhan berucap, Dinda pun membuka pintu lebih lebar sedikit, lalu menepi dan mempersilahkan Utsman masuk. Setelah meletakkan selopnya Utsman pun masuk tanpa ragu.


...****************...


Saat ini raut wajah Utsman begitu serius, ia sedang duduk di sofa dan sedang memperhatikan Farhan yang sedang bermain bersama Syifa. Sosok Farhan begitu murah senyum bahkan tertawa lebar bersama gadis bercadar itu.


Selain Rohman dan Syafi'i, Utsman juga merupakan salah seorang sahabat yang tumbuh bersama Farhan. Dan sosok Utsman yang begitu dingin itu juga meniru sifat dingin milik Farhan. Utsman mengagumi sosok Farhan yang begitu tegas dan tidak bertele tele, sifatnya yang dingin dan mendominasi membuat Utsman bangga mempunyai Farhan yang sudah dianggap sebagai kakak laki lakinya.


Tapi kini ia melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa Farhan sedang tersenyum dan tertawa lebar dengan seorang gadis kecil. Ia hampir mencurigai bahwa itu adalah sosok Farhan palsu.


......................


"Syifa,,, bantu mama bikin teh untuk ayah sama om ya"

__ADS_1


"Iya ayah! "


Syifa langsung berdiri dari pangkuan Farhan lalu bergegas menuju dapur, ikut Dinda membuat teh untuk Farhan dan Utsman.


Farhan pun hanya tersenyum, ia merasakan ada aura menekan yang menyerang dirinya. Ia sedikit melirik ke arah Utsman yang sedari tadi sedang mengawasi dirinya dan tidak berpaling sedikit pun. Tatapan Utsman yang tajam itu seperti ingin menerkam mangsa nya.


Dan Farhan yang melihat sikap Utsman hanya tersenyum lalu berdiri dari tikar dan ikut duduk di sofa, duduk di sisi lain Utsman. Utsman terus menatap ke arah Farhan dengan tatapan tajam dan aura menekan yang kuat. Tapi Farhan tidak menggubris aura dari Utsman dan menganggap aura Utsman seperti menggelitiki nya saja.


"Siapa kamu?", tanya Utsman dengan dingin.


" Apa maksudmu Utsman?", dan Farhan balik bertanya dan berpura pura merasa aneh.


"Kamu bukan mas Farhan,,, mas Farhan yang aku kenal tidak akan tersenyum semudah itu dan tidak ak... "


Belum selesai berbicara, Farhan tiba tiba sudah ada di depan Utsman dan langsung mencekiknya dengan sedikit tenaga tapi itu sudah membuat Utsman kehabisan nafas.


Utsman meronta dan berusaha melepaskan cekikikan dari Farhan tersebut namun tidak bisa...


"Utsman,,, aku nyuruh kamu kesini untuk ngurus 2 orang bodoh,,, jangan kamu ikut ikutan bodoh juga dong", ucap Farhan santai memutar matanya dan mengatakan hal hal tentang rencana nya kepada Utsman dengan kondisi ia masih mencekik nya.


Dalam kondisi itu Utsman langsung yakin jika orang yang ada dihadapan nya saat ini dan sedang mencekiknya adalah benar benar Farhan, bukan orang lain yang menyamar sebagai Farhan.

__ADS_1


Orang yang bar bar itu, yang langsung mencekik dirinya tanpa ragu sambil berbicara santai, memang sifat unik dari Farhan. Saat hampir kehilangan nafas secara keseluruhan, Farhan pun melepas cekikan nya dan sudah berada si sofa kembali.


"Huh huh,,, huh"


Utsman pun langsung mengatur nafas nya sambil menelan ludah nya karena tenggorokan nya menjadi kering karena cekikan itu...


...****************...


"Ayaah,,, ini teh nyaa!!! "


Beberapa menit kemudian Syifa dan Dinda pun keluar dari dapur sambil membawa 2 gelas teh hangat, dan kedua teh itu sedang dibawa oleh Syifa diatas nampan, dibawanya dengan perlahan takut jika teh nya tumpah.


*Tuk*


Dengan sikap lucunya, Syifa perlahan menaruh teh di atas meja dan mendekatkan nya ke Farhan, lalu memberikan teh satunya lagi ke arah Utsman.


"Ini namanya Utsman,,, dia sahabat ku dari kecil,,, "


Farhan pun memperkenalkan Utsman kepada Dinda, Dinda pun hanya menatap sebentar ke arah Utsman dan langsung menundukkan pandangan nya.


Dan Farhan tidak berniat memperkenalkan Dinda kepada Utsman,,, karena Farhan tau itu tidak penting untuk Utsman.

__ADS_1


Lalu Farhan menyuruh Dinda dan Syifa untuk masuk ke kamar, karena ia dan Utsman akan mulai membahas rencana mereka. Dinda dan Syifa hanya menurut dan masuk ke dalam kamarnya Dinda.


Kini wajah Utsman mulai kembali normal, tidak seperti tadi yang pucat seperti orang mati. Ia merasa lega karena Farhan hanya bermain trik kecil itu untuk meyakinkannya. Jika Farhan menggunakan trik yang lebih dari itu, sudah dipastikan bahwa ia akan langsung mati.


__ADS_2