Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Saingan


__ADS_3

*Selesai Shalat Ashar berjamaah*


Setelah Shalat Ashar berjamaah, para ikhwan dan akhwat pun perlahan lahan mulai sedikit karena kembali ke pondok masing masing, tapi masih ada beberapa ikhwan dan akhwat yang masih di Masjid, beberapa santri itu ada yang masih berdzikir, dan beberapa yang lain nya mulai membaca Al-Qur'an.


Farhan yang masih duduk bersila di dalam masjid pun juga masih duduk anteng sambil berdzikir, ia tidak sadar bahwa dirinya sedang diawasi oleh beberapa akhwat bercadar yang ada di shof belakang. Para akhwat itu sangat penasaran dengan pemuda bersorban itu,,,


"Ya Allah,,, aku semakin yakin kalau pemuda bersorban itu adalah pemuda bersorban yang pernah menyelamatkan aku dulu", ucap Alimah dalam hati sambil memperhatikan pemuda bersorban dari belakang.


" Ya Allah,,, kalau benar dia adalah pemuda bersorban yang aku temui waktu di kereta,, berarti aku sama dia akan sering ketemu karena dia mondok di sini", ucap Azizah dalam hati.


*-----------------------*


"Bu Nyai,,, kalau boleh tahu, pemuda bersorban itu siapa?"


Alimah dan Azizah pun terdiam setelah ada seseorang yang bertanya tentang pemuda bersorban kepada Bu Nyai. Alimah dan Azizah pun langsung pucat setelah melihat orang yang bertanya itu, seorang akhwat bercadar dengan setelan gamis berwarna merah.


Akhwat itu adalah salah satu Ustadzah di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Ustadzah Nur Aida. Ia merupakan Ustadzah terfavorit di Pondok karena sikap nya yang lembut kepada semua santri dan seorang penyabar.


Ada rumor yang mengatakan bahwa Ustadzah Aida ingin mencari calon suami, tak masalah jika calon suami nya adalah salah satu ikhwan di Ponpes Miftahul Huda. Dengan alasan itulah Alimah dan Azizah langsung pucat, mereka takut kalau Ustadzah Aida mengincar pemuda bersorban itu, mereka takut karena lawannya adalah seorang Ustadzah.

__ADS_1


Sudah banyak Ustadz muda di Ponpes yang ingin melamar Ustadzah Aida, tapi entah kenapa selalu di tolak. Padahal ilmu agama para Ustadz itu juga sudah tinggi, mereka juga merupakan para guru madrasah di Ponpes Miftahul Huda. Alimah dan Azizah takut kalau pemuda bersorban yang mereka kagumi adalah tipe yang diinginkan oleh Ustadzah Aida.


"Pemuda bersorban itu keponakan saya", jawab Bu Nyai kepada Ustadzah Aida.


" Ma Sya Allah,,, namanya siapa Bu Nyai?", tanya Ustadzah Aida.


"Kalau kamu mau,,, kenalan aja. Denger denger kamu mau cari calon suami kan,, mungkin keponakan saya cocok sama kamu", ucap Bu Nyai.


" Hmm,, umur keponakan nya Bu Nyai berapa?", tanya Ustadzah Aida.


"Umur keponakan saya,, 20 tahun. Seumuran sama kamu", jawab Bu Nyai.


" Tapi,,, keponakan saya orang nya dingin. Jangankan sama perempuan, bahkan sama laki laki aja dia juga dingin banget", lanjut Bu Nyai. Ustadzah Aida pun hanya tersenyum.


" Ya Allah,,, apakah pemuda bersorban yang aku kagumi akan hilang begitu saja oleh Ustadzah Aida?", ucap Azizah dalam hati.


Kedua ukhty bercadar itu sangat gelisah, mereka benar benar takut jika pemuda bersorban yang mereka incar akan di rebut oleh Ustadzah mereka sendiri.


*----------------------------------*

__ADS_1


Sejenak Farhan melihat jam dinding, jam menunjukkan pukul 15.35 WIB. Perlahan Farhan mulai berdiri, lalu berbalik badan dan melihat ke arah shof akhwat, ia melihat ada bibi nya, bibi Aini. Tanpa memperdulikan para ukhty bercadar yang ada di dekat bibi nya, Farhan langsung menuju ke belakang (shof akhwat ).


Dan, saat ini Farhan sedang berdiri memandang bibi nya. Karena memang pembatas shof hanya setinggi perut. Tak hanya Ustadzah Aida, Alimah, dan Azizah, beberapa akhwat yang masih berada di situ, langsung memandang pemuda bersorban.


"Ada apa nak?", tanya Bu Nyai.


" Paman tadi buru buru mau kemana?", tanya Farhan.


"Sore ini paman mu ada urusan,,, jadi dia keluar sama supir nya dan beberapa ikhwan", jawab Bu Nyai.


Farhan pun hanya menghela nafas, lalu hendak berjalan menuju pintu keluar. Baru beberapa langkah,,,


" Akhy Bersorban!!! "


Ada yang memanggilnya dengan sebutan 'Akhy Bersorban'., sejenak Farhan menghentikan langkahnya.


Yang memanggilnya adalah kedua akhwat bercadar yang mengaguminya, yaitu Alimah dan Azizah. Alimah dan Azizah pun saling pandang,,,


"Apa Azizah juga kenal sama Akhy bersorban?", ucap Alimah dalam hati.

__ADS_1


" Apakah Ukhty Alimah kenal sama Akhy bersorban?", ucap Azizah dalam hati.


............


__ADS_2