Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Awal Dari Kebenaran


__ADS_3

Tiba tiba ada segerombolan orang orang berbadan besar dan kekar, mereka memasang wajah bengis dan tanpa ampun, tidak ada senyum sedikit pun di wajah mereka.


Tapi Farhan juga tidak kalah garang nya dengan orang orang itu, mau berapa pun preman yang datang Farhan tidak akan pernah takut kepada mereka.


"Aku kira orang hebat mana yang datang,,, ternyata cuma beberapa serangga,,, ", ucap Farhan mengejek para preman itu.


" Hei ibu tua,,, apakah ini anak mu yang baru pulang dari pondok,,, kenapa sikap nya tidak sopan begitu?", ucap salah seorang preman mengira Farhan adalah anak dari Ibu Murni.


"Ibu sebaiknya masuk ke dalam,,, saya yakin mereka sudah membuat ibu tidak nyaman kan", ucap Farhan memapah ibu Murni untuk masuk ke dalam.


*Ceklek*


Setelah memastikan ibu Murni telah masuk ke dalam rumah,,, tiba tiba saja satu preman berbadan kekar itu yang tak lain adalah pemimpin nya langsung maju untuk menghajar Farhan.


"Aku kira baj*ng*n itu menyuruh para orang orang sangar, orang garang, orang yang kuat untuk menekan dan mengancam ibu Murni. Tapi aku terlalu meninggikan pemikiran orang itu,,, sampah", ucap Farhan.


*Buuagghh*


Hanya dengan satu pukulan di wajah, preman berbadan kekar itu jatuh tersungkur ke tanah dengan hidung yang mengeluarkan darah.


"Aaahggh,,, dasar santri kurang ajar,,, biar aku kasih kamu pelajaran bagaimana cara menghormati yang lebih tua,,, maju semuanya,,, habisi anak itu,,, jika anak itu mati,,, aku yang tanggung jawab", teriak pemimpin preman.


" Siap,,,, ", jawab para preman berbadan kekar itu langsung mengepung Farhan.


Jangankan panik,,, Farhan hanya diam tanpa bergeming. Para preman itu tidak ada yang bisa membuatnya ketakutan,,, bahkan Farhan tidak berniat untuk mengeluarkan aura miliknya.


*------------------------*

__ADS_1


*Ponpes Miftahul Huda*


*Aula Utama Pondok Akhwat"


Entah apa yang terjadi dengan Ukhty Azizah dan Ukhty Alimah, mereka berdua semakin bersemangat untuk bermain darbuka setelah mendengar cerita dari Ustadzah Rini tentang Farhan yang selalu bermain darbuka.


"Hihi,,, lucu banget lihat kedua teman ku ini yang semakin bersemangat untuk main darbuka,,, beruntung banget Akhy bersorban bisa disukai sama 2 Ukhty terpopuler di Pondok", batin Ukhty Wulan.


Wulan sendiri juga terlihat senang karena mendengar cerita dari Ustadzah Rini tentang Rohman yang selalu bermain rebana ketika manggung bersama Farhan, bahkan Wulan punya pemikiran untuk menjadikan latihan rebana untuk bisa lebih dekat dengan sang pria idaman.


Wulan ingin sekali bermain rebana bersama Rohman suatu saat nanti,,,


*---------------------------*


Seperti yang diduga,,, Farhan telah menumbangkan semua para preman berbadan besar dan kekar itu yang jumlah nya lebih dari 7 orang.


"Lemah banget sih,,, ", batin Farhan sambil mengikat balutan sorban nya yang mengendur akibat pertarungan tadi.


" Tolong maafkan saya,,, saya cuma disiruh", ucap pemimpin preman itu.


"Aku sudah tahu semua nya,,, telpon bos mu sekarang,,, ", ucap Farhan.


" Tapi... "


"Telpon sekarang atau kau mau sesuatu yang lebih menyakitkan dari ini", ancam Farhan sedikit mengeluarkan aura nya.


" Ba baik baik,,, tolong jangan pukul lagi!!! ", ucap pemimpin preman itu.

__ADS_1


*-------------------------------*


*Ponpes Miftahul Huda*


Kini ada seorang Ustadz yang sedang mengawasi Wulan yang ada di aula utama Pondok Akhwat, tak lain adalah Ustadz Rendy.


" Hah hah,,, apa yang terjadi kemarin. Kenapa baru 1 langkah aku mau mendekati Wulan langsung ada tekanan yang kuat menyerang ku,, dan tekanan itu adalah milik Ikhwan bersorban itu", batin Ustadz Rendy.


*Kriiingg kriiiing*


Dan tiba tiba handphone milik Ustadz Rendy pun berdering, ada telpon masuk.


Tapi Ustadz Rendy langsung panik,,, karena nada dering nya sangat kencang. Peraturan Pondok melarang para santri untuk membawa handphone termasuk para Ustadz dan Ustadzah, Ustadz Rendy pun langsung berlari menuju tempat sepi di daerah Pondok Ikhwan.


*Tempat sepi daerah Pondok Ikhwan*


"Ada apa Bagas menelpon di waktu begini,,, untung tadi tidak ada santri atau santriwati yang lewat dan memergoki aku membawa handphone", ucap Ustadz Rendy segera mengangkat telpon dari anak buah nya itu.


" Ada apa?... Ada masalah apa sampai kamu menelpon aku,,, aku kan sudah bilang supaya kirim SMS aja,,, nanti kalau ketahuan orang Pondok pasti aku yang kena hukuman ", ucap Ustadz Rendy memarahi anak buahnya.


" Nggak apa apa kok Rendy,,, santai aja", ucap seseorang yang bukan anak buah nya Ustadz Rendy.


Wajah Ustadz Rendy pun menjadi pucat pasi,,, ia mengenali suara itu. Suara seorang pemuda bersorban yang memiliki aura menekan yang sangat kuat.


"I Ikhwan bersorban?... ", ucap Ustadz Rendy.


" Siapa Ikhwan bersorban?... aku adalah orang yang akan mengakhiri kelakuan bejat mu itu wahai binatang ", jawab orang tersebut yang tak lain adalah Farhan.

__ADS_1


Ustadz Rendy pun langsung mematikan handphone nya dan langsung berlari menuju Pondok Akhwat lagi,,, tapi ia langsung di serang oleh aura menekan milik Farhan.


" Astaghfirullah,,, kenapa aura menekan ini lagi?! ", ucap Ustadz Rendy.


__ADS_2