Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Berpapasan


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Suasana Pondok Pesantren Darul Musthafa setelah Shalat Subuh berjama'ah kini kembali ramai dengan aktifitas para santri santri. Ada yang melakukan aktivas kecil seperti menyapu halaman Pondok, walau hanya beberapa santri yang melakukan nya tapi lama kelamaan para santri yang lain pun ikut membantu membersihkan, itulah kebersamaan yang hangat dari para santri.


Entah mengapa aura para santri Pondok terlihat lebih adem dan tenang, mereka hari ini murah senyum dan saling menyapa, entah itu menyapa menggunakan bahasa Indonesia maupun menggunakan bahasa Arab, terkadang mereka berbicara menggunakan bahasa Arab juga untuk melatih hafalan mereka.


......................


Di sisi lain Farhan sedang memangku Syifa yang kini sedang bermanja kepadanya, Farhan tidak tahan untuk selalu menggendongnya dan memeluknya. Dan karena lantunan Shalawat Tarhim Subuh tadi, Syifa selalu ingin Bershalawat bersama Farhan.


Karena Shalawat juga merupakan amalan yang sudah pasti diterima, Farhan pun mulai melantunkan Shalawat. Dan memang benar lantunan Shalawat Farhan memanglah merdu, dengan sendirinya Syifa juga melantunkan Shalawat bersama Farhan.


Dan Dinda yang sedang mendengarkan mereka berdua di dalam pun malah senyum senyum sendiri, sambil membayangkan sesuatu yang hanya ia sendiri yang tahu.


Karena Dinda juga menikmati dan menghayati Shalawat yang dilantunkan oleh Farhan dan Syifa, ia tidak sadar dengan kehadiran Bu Nyai yang sekarang telah duduk di dekatnya dan melihat nya sedang senyum senyum sendiri, walau Dinda menggunakan cadar tapi Bu Nyai sendiri tahu jika Dinda sedang tersenyum.


"Ehem ada yang tergoda nih sama Shalawat nya Farhan!! "


Bu Nyai pun berdehem dan itu langsung membuat Dinda tersadar dan tergagap menjawab nya...


"A Astagfirullah bi bibi,,, ngagetin aja sih".


" Ngapain kamu senyum senyum sendiri gitu? hmm? ", tanya Bu Nyai menggoda Dinda.


" Eem hmm ng nggaak,,, si siapa yang senyum senyum sendiri,,, nggak ada tuh ", jawab grogi Dinda langsung memalingkan wajahnya dengan wajah merah karena malu.


" Udah ah mau mandiin Syifa dulu", ujar Dinda berdiri dan menghampiri Syifa yang ada di teras bersama Farhan.


Bu Nyai yang melihat sikap Dinda itu pun hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala...


"Dasar Dinda,,, malu malu dia", ujar Bu Nyai.


...****************...


Saat Dinda keluar dan berdiri di dekat Farhan, lantunan Shalawat pun juga berakhir dengan diiringi oleh tepuk tangan dari Syifa yang sangat bahagia.

__ADS_1


" Syifaa,,, mandi dulu yuk sama mama,,, nanti main sama ayah lagi ", ucap Dinda berjongkok dihadapan Farhan dan berbicara kepada Syifa.


" Mamah,,, Syifa mandi sama mama dulu ", ucap Syifa.


" Iya sayang,,, kita mandi dulu yuk biar seger,,, nanti main lagi sama ayah ya", ucap Dinda memasang senyum di wajahnya yang tertutup oleh cadar.


"Iya mamah".


" Ayah,,, Syifa sama mama mandi dulu ya,,, ayah nggak mandi?", ucap Syifa.


"Ayah udah mandi pagi sebelum berangkat Shalat Subuh", jawab Farhan dengan senyum hangat dibalik kain putih yang ia pakai itu.


" Uuh ayah curang,,, mandi duluan ", ucap Syifa sedikit kesal.


" Udah udah ah,,, perkara mandi aja lo.. Udah sana Syifa mandi dulu sama mama", ucap Farhan.


"Iya ayah", jawab Syifa perlahan turun dari pangkuan Farhan dan langsung masuk ke dalam.


Melihat Syifa sudah masuk ke dalam, Dinda pun berdiri dan ikut masuk ke dalam, tapi saat Dinda hendak masuk...


Dinda dipanggil oleh Farhan...


"I iya mas Farhan?", Dinda yang terkejut langsung refleks melihat ke arah Farhan.


" Hmm,,, nggak jadi deh"


"Apa sih mas?"


"Nggak, nggak apa"


Farhan pun langsung berdiri lalu mengenakan selop nya dan pergi begitu saja...


"Iih mas Farhan!! ", Dinda pun kesal dan langsung masuk kedalam.


...****************...

__ADS_1


Farhan pun berjalan menyusuri jalan Pondok, Farhan berjalan tanpa ekspresi dan sedikit mengeluarkan aura dingin. Para santri yang berpapasan dengan Farhan pun juga merasakan aura tersebut, mereka yang berniat ingin mengucapkan salam dan menyapa pun langsung menunduk hingga Farhan berjalan melewati mereka.


Hingga Farhan berjalan melewati lapangan Pondok yang luas, Farhan berhenti sejenak dan melihat para pengurus Pondok sedang menata panggung dan tenda tenda kecil untuk acara yang akan datang. Farhan melihat spanduk besar yang bertuliskan 'Selamat Datang' dengan foto wajah dua orang Ustadz.


"Cih,,, ternyata mereka berdua", Farhan pun mencibir foto kedua Ustadz tersebut yang tak lain adalah Ustadz Ronald dan Ustadz Roland.


Lalu Farhan langsung memandang ke arah jalan yang menuju gerbang Pondok,,,


......................


......................


Di waktu yang sama terlihat ada dua orang yang sedang berdiri di depan gerbang Pondok, kedua orang itu adalah Ustadz Ronald dan Ustadz Roland. Mereka telah kembali ke Pondok dengan aura yang dingin dan menekan...


Mereka berdua pun langsung masuk dengan percaya diri dan berjalan dengan mantap menuju area Pondok, para santri yang melihat kedatangan kedua Ustadz itupun langsung berlari menghampiri dan mencium tangan keduanya.


Karena kedua Ustadz itu memang sombong maka mereka menyuruh para santri yang mencium tangan mereka pun supaya lebih cepat lagi supaya mereka bisa bertemu dengan santri lain yang ada di dalam.


Setelah semua santri itu mencium tangan mereka, mereka pun langsung berjalan lagi menuju ke tengah tengah Pondok,,,


...----------------...


Saat kedua Ustadz itu berjalan menuju lapangan, mereka berdua berpapasan dengan seorang pemuda bersorban yang berjalan dengan menunduk, mereka berdua awalnya tidak menggubris tapi.


Langkah kedua Ustadz itu tiba tiba terhenti dengan wajah sedikit pucat, tak jauh dibelakang mereka sosok pemuda bersorban yang tak lain adalah Farhan sedang berdiam diri pula.


Kedua Ustadz itu perlahan menoleh ke arah belakang dan berkata,,,


"Siapa orang itu?... "


Farhan pun hanya sedikit melirik ke arah belakang nya,,,


"Kedua orang bodoh sudah kembali", ucap Farhan dalam hati dan langsung berjalan pergi.


"Mungkin hanya kebetulan", ucap kedua Ustadz tersebut perlahan berjalan kembali...

__ADS_1


__ADS_2