
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Esoknya selesai Shalat Subuh berjama'ah di Masjid Farhan tidak kembali tidur, ia membuat teh untuk dirinya sendiri dan bersantai di teras rumah, dan setelah itu ia tidak beranjak lagi dari tempat duduknya dan terus bersantai tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Sambil sesekali dirinya menutup mata dan menikmati waktu santainya itu, bahkan ada juga para santri yang menyapanya karena lewat di depan rumah Pak Kyai, Farhan pun membuka matanya dan membalas nya dengan anggukan dan senyuman dibalik sorban putihnya.
Suasana rumah memang sedang sepi, sejak selesai Subuh tadi Pak Kyai sudah kembali mengurus hal hal yang harus ia selesaikan, karena ia tidak mau ada masalah yang serius lagi untuk kedepannya, Bu Nyai juga sedang rapat dengan para Ustadzah Pondok di aula santri akhwat. Dan Utsman juga menghilang setelah Subuh dan belum pulang ke rumah sampai sekarang, entah keliling kemana dia? .
...****************...
"Saya minta tolong sama akhi,,, tolong hilangkan ingatan Afifah tentang Ustadz Ronald,,, supaya dia tidak memikirkan nya terus".
Saat ini nampak Ustadzah Indah sedang memohon kepada seseorang di taman Pondok yang berada di dekat kawasan asramanya.
Selesai Shalat Subuh tadi Utsman seperti merasakan ada aura yang memanggilnya, ia pun mulai menerawang tentang aura tersebut dan ternyata itu adalah aura milik Ustadzah Indah.
Setelah Shalat Subuh Utsman pun tidak pulang dulu, ia langsung menuju taman dimana Ustadzah Indah menunggu nya untuk membicarakan sesuatu.
"Kenapa saya harus melakukan hal itu?", tanya Utsman dengan dingin.
" Sa saya nggak mau Afifah selalu mengingat dan meminta ingin bertemu dengan bajing*n itu,,, saya mohon sama akhi", jawab Ustadzah Indah.
"Walau bagaimana pun,,, Ronald tetaplah ayah dari anakmu,,, saya tidak ada hak untuk melakukan itu. Bahkan jika kamu memohon kepada mas Farhan,,, dia pasti juga tidak akan mau", ucap Utsman dingin.
" Ta tapi akhi,,, "
"Sudahlah,,, untuk saat ini,, kamu rawat baik baik anakmu,,, ajarkan dia agama yang lurus,,, jangan sampai ia tertular sifat dari ayahnya itu", ucap Utsman.
" Kamu tidak mungkin menghilangkan kebahagiaan dari anak mu kan,,, aku lihat anakmu nampak sangat bahagia saat bertemu dengan ayahnya", ucap Utsman lagi, dan ucapan nya itu membuat Ustadzah Indah terdiam sesaat.
"Untuk saat ini biarkan Ronald menjalani hukuman nya,,, jika ia sudah keluar dari penjara dan masa hukuman nya sudah selesai,,, jika ia ingin bertemu dengan anaknya,,, kalian bisa bicarakan baik baik,,, dan jika kamu ingin meminta pendapat,,, minta ke Bu Nyai dan Pak Kyai", setelah berucap Utsman pun langsung pergi lagi dan tidak memperdulikan Ustadzah Indah yang sedari tadi diam mendengarkan ucapan nya.
"Sepertinya akhi Utsman yang pantas menjadi ayah dari Afifah", setelah melihat Utsman menghilang dari pandangan nya Ustadzah Indah baru berbicara.
" Ehem ehem,,, cieee ada yang jatuh cinta niih sama Ustadz Utsman hihi ".
Seketika wajah Ustadzah Indah menjadi merah karena ada seseorang yang menggodanya, dan muncul lah Ustadzah Siti dari balik pohon yang tak jauh dari situ.
__ADS_1
" Iih Siti apa sih kamuu,,, nggak,,, si siapa yang jatuh cinta sama akhi dingin itu,,, ", ucap Ustadzah Indah malu.
" Ngaku aja kali mbak,,, nggak apa apa kok,,, nanti kalau kalian nikah,,, mbak pasti jadi keluarga nya Pak Kyai dan Bu Nyai", ujar Ustadzah Siti.
"Bodo", Ustadzah Indah pun bergegas pergi tapi adiknya itu langsung mengikuti nya dan kembali menggodanya.
...****************...
...****************...
...****************...
Di tempat lain ada Zahra dan teman teman nya sedang berkumpul di salah satu taman Pondok yang ada di dekat aula akhwat, mereka sedang berkumpul sambil melantunkan beberapa Shalawat.
Tak jarang mereka saling berlajar bersama dan bertukar pendapat soal kitab kitab yang mereka pelajari, karena kawasan taman itu memang ramai jadi ada beberapa santri akhwat lain yang ikut berkumpul dan belajar bersama.
Karena area tersebut masuk ke wilayah santri akhwat jadi tidak ada santri ikhwan yang terlihat disana, kecuali beberapa Ustadz yang memiliki suatu urusan dengan para Ustadzah lainnya.
Dan dari kejauhan nampak ada seorang ikhwan yang masuk ke dalam area tersebut, ikhwan itu tidak ragu untuk masuk dan bertemu banyak santri akhwat bercadar. Tapi herannya para santri akhwat itu tidak melarang kehadiran dari ikhwan tersebut, bahkan para Ustadzah yang bertemu dengannya berinisiatif untuk menyapa dan mengucapkan salam.
Ikhwan itu tak lain adalah Farhan, sudah banyak kabar yang beredar tentang Farhan di Pondok Pesantren Darul Musthafa itu, padahal Farhan sudah berusaha tidak terlalu mencolok jika beraktivitas di dalam Pondok itu, tapi kabar tentang dirinya sepertinya nya sudah diketahui oleh para santri, dan para santri mulai memanggil dan menyapa Farhan dengan sebutan 'Ustadz', padahal Farhan sendiri tidak pernah menjadi Ustadz di Pondok milik paman dan bibinya itu. Tapi Farhan sendiri juga tidak menolak jika dipanggil Ustadz oleh para santri, para Ustadz dan Ustadzah Pondok.
...----------------...
Tak butuh waktu lama Farhan sudah melihat ada sekumpulan para akhwat bercadar disalah satu taman Pondok, dan diantara sekumpulan akhwat bercadar itu adalah Zahra yang menggunakan penutup mata berwarna merah, sangat cocok dengan setelan gamis dan niqob yang ia gunakan.
Ikhwan mana yang tidak tertarik dengan Zahra, walau tidak bisa melihat tapi aura yang dimiliki Zahra sangatlah kuat, hingga membuat para santri ikhwan kagum dengannya.
...----------------...
...----------------...
Awalnya sekumpulan akhwat bercadar itu sedang asyik melantunkan Shalawat, tapi suara mereka mulai pelan dan akhirnya berhenti. Karena tidak mendengar suara teman teman nya Zahra pun bingung, lalu mulai bertanya.
"Kenapa kalian berhenti Shalawatan,, ayo lanjut lagi", tanya Zahra.
" Hmm,, Zahra,,, ada akhi Farhan", jawab pelan salah satu temannya yang melihat sosok pemuda bersorban yang semakin mendekat ke arah mereka.
__ADS_1
"Akhi Farhan?,,, mana? ", tanya Zahra girang karena teman nya bilang bahwa ada Farhan yang datang, Zahra pun membalikkan badannya.
" Akhi Farhan,,, apa benar itu kamu?", tanya Zahra.
Setelah Farhan sudah dekat ia pun menghentikan langkah nya dan menatap Zahra sejenak, lalu tersenyum kecil dibalik sorban nya.
"Iya Zahra,,, ini saya", jawab Farhan ramah.
" Hmm,,, ada apa akhi,,, apakah akhi ada keperluan disini,,, apa akhi lagi cari salah satu Ustadzah disini dan ada urusan dengan mereka? ", tanya Zahra penasaran kenapa Farhan bisa datang kesini kecuali memang ada urusan.
" Saya mencari kamu", jawab singkat Farhan. Dan jawaban Farhan itu membuat teman teman nya Zahra terdiam sejenak dan mulai mengerti dengan situasi nya. Bahkan Zahra sendiri tidak menyangka bahwa Farhan datang kesini khusus untuk mencari dirinya?.
"Saya mau pamit sama kamu,,, nanti sore saya akan pergi dari Pondok", baru saja nampak bahagia karena Farhan mencarinya, tapi pernyataan Farhan selanjutnya membuat Zahra terdiam dan mulai sedih, bahkan teman teman nya juga tidak menyangka bahwa Farhan ingin berpamitan kepada Zahra.
"Akhi mau kemana,,, apa akhi nggak betah di Pondok Pesantren Darul Musthafa ini? ", tanya Zahra.
" Kalau dibilang betah,,, betah lah,,, tapi saya masih ada masalah yang harus saya selesaikan,,, saya sudah mendapatkan petunjuk di Pondok ini,,, dan saya akan melanjutkan perjalanan untuk mencari petunjuk lain", jelas Farhan.
Zahra pun hanya bisa menghela nafas dan tersenyum, ia tahu bahwa dirinya tidak bisa menghalangi Farhan untuk pergi dari Pondok, dan Zahra pun harus siap dengan kepergian sosok kakak laki laki yang ia kagumi itu.
"Dan saya mau memberikan gelang tasbih ini untuk kamu", ucap Farhan mengeluarkan gelang tasbih berwarna putih cerah dari saku baju nya.
" Gelang tasbih?"
Farhan pun mengisyaratkan supaya salah satu temannya mengambil gelang tersebut, dan salah satu akhwat bercadar pun mendekati Farhan dan mengambil gelang tasbih nya.
"Ini Zahra gelang nya,,, sini aku pakai kan ke tangan kamu", ucap teman nya yang mengambil gelang tersebut.
Akhwat bercadar itu pun langsung memakaikan gelang tasbih itu ke pergelangan tangan Zahra, setelah itu Zahra memegang pelan gelang tersebut dan tersenyum.
"Terima kasih banyak akhi,,, Zahra suka sama gelang nya,,, ", ucap Zahra.
" Jaga dirimu baik baik Zahra,,, semoga sehat selalu", ucap Farhan.
"Iya akhi,,, akhi juga jaga diri baik baik,,, hati hati di perjalanan nanti", ucap Zahra.
" Assalamu'alaikum ", Farhan pun mengucapkan salam lalu berbalik dan pergi.
__ADS_1
"Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh akhi", jawab salam para akhwat bercadar dan Zahra.