
...****************...
Sore itu sekitar jam setengah lima sore, Farhan pulang ke rumah ibu Murni. Betapa terkejutnya ibu Murni saat melihat di pakaian Farhan ada banyak bercak darah, ia pun langsung menghampiri Farhan dan memeluknya.
"Kamu dari mana aja nak Farhan,,,dari tadi ibu nyariin kamu, kamu nya nggak ada?", tanya ibu Murni kawatir.
"Hmm,,, maaf ibu, tadi Farhan keliling desa sebentar,,, keliling daerah sini aja kok,,, nggak jauh. Sebenarnya tadi mau izin sama ibu dulu waktu mau pergi,, tapi sungkan mau bangunin ibu yang lagi tidur,,, ", jawab Farhan.
" Terus ini kamu kok banyak darah di pakaian mu?", tanya ibu Murni.
"Hmm,,, tadi di jalan ada hewan mati bu,, terus Farhan buang bangkai hewan itu dan darah nya kena baju nya Farhan", jawab Farhan.
Begitu lah jawaban Farhan kepada ibu Murni,, ada aja untuk bisa menjawab pertanyaan ibu Murni supaya tidak kawatir lagi. Dan ibu Murni sedikit lega karena Farhan tidak kenapa kenapa, lalu ibu Murni pun segera menyuruh Farhan untuk segera masuk ke dalam dan mandi membersihkan diri.
......................
Setelah Farhan mandi, ia pun segera melaksanakan Shalat Ashar, karena waktu ia keluar tadi ia belum Shalat Ashar. Dan kini Farhan sedang duduk bersama ibu Murni di ruang tamu. Sejenak Farhan melihat tas besar yang ada di dekat nya, ia heran kenapa ada tas besar milik ibu Murni diletakkan di ruang tamu.
"Ibu,,, kenapa tas ibu ada diluar?", tanya Farhan.
Sejenak ibu Murni melihat ke arah tas yang dimaksud oleh Farhan,, lalu melihat ke arah Farhan sambil tersenyum.
" Sorban nya nggak kamu pakai nak?", tanya ibu Murni.
"Nggak bu,,, kalau malam saya jarang pakai sorban,, mungkin cuma saya lingkarin di leher seperti sekarang ini", jawab Farhan.
__ADS_1
Memang benar saat ini Farhan tidak mengenakan sorban nya di wajah, melainkan melingkar kan sorban tersebut di leher.
Kini wajah tampan Farhan tidak tertutup apapun,, jika wajah Farhan dilihat oleh para akhwat di Pondok, mungkin seisi pondok akan ramai dibuat nya, bahkan membuat para Ustadzah tidak bisa tidur.
"Hmm,,, ibu bersedia ikut nak Farhan pergi ke Pondok Miftahul Huda", ucap ibu Murni.
" Ibu serius?", tanya Farhan sambil tersenyum.
"Kenapa nak Farhan tersenyum ke ibu,,, coba kalau ibu masih muda,, pasti ibu udah cium kamu dari tadi sangking ganteng nya kamu,,, ", ucap ibu Murni.
" Ibu bisa aja,,, wajah saya juga nggak tampan tampan banget kok", canda Farhan.
"Iya nak Farhan, ibu serius mau ikut nak Farhan untuk pergi ke Ponpes Miftahul Huda. Ibu juga kangen banget sama Wulan,, ", ucap Ibu Murni.
" Setelah ibu masuk ke Ponpes Miftahul Huda,,, ibu udah nggak boleh keluar lagi dari Pondok,,, ", ucap Farhan.
"Karena saya akan menjaga ibu dan Wulan selama ada di Pondok,,, ", jawab Farhan.
" Terima kasih nak Farhan,,, ", jawab ibu Murni tersenyum.
...****************...
...*Ponpes Miftahul Huda*...
Di area Pondok Ikhwan, Rohman dan Syafi'i sedang berjalan jalan sore sambil berjalan santai menuju Masjid Pondok. Kini Rohman sangat senang karena ia bisa menggunakan sorban milik nya lagi, tapi Rohman tidak menggunakan sorban nya untuk menutupi wajah melainkan dilingkarkan di leher.
__ADS_1
Karena tidak ada yang mengetahui jika Rohman kembali menjadi Ustadz Pondok, maka para ikhwan yang melihat Rohman menggunakan sorban pun saling bertanya tanya, mengapa Rohman menggunakan sorban?.
Saat Rohman dan Syafi'i telah berada di luar Pondok Ikhwan, mereka pun banyak bertemu dengan akhwat bercadar yang sedang memperhatikan mereka berdua.
Termasuk Ukhty Wulan yang sedang diam diam memperhatikan Ustadz Rohman dari balik pohon yang lumayan jauh dari Rohman berdiri.
"Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh"
Tak lama kemudian ada Ustadz Rendy yang datang menghampiri Rohman dan Syafi'i...
"Ma Sya Allah,,, Rohman pake sorban?", ucap Ustadz Rendy.
" Eh Ustadz Rendy,, dari mana?", tanya Ustadz Rohman.
"Biasa lah Rohman,,, saya kan orang yang paling penting dalam acara yang akan diadakan dalam waktu dekat ini,, jadi yaa sibuk banget,,, pergi sana sini,, di panggil sana sini", jawab Ustadz Rendy.
" Siapa orang orang bodo* ini?. Ingin sekali aku memukul wajahnya,,, sombong banget,,, muka nya juga nggak enak di pandang", batin Syafi'i sedikit kesal.
"Ma Sya Allah,,, semangat Ustadz Rendy,,, jangan terlalu capek", ucap Ustadz Rohman.
" Siap lah", jawab Ustadz Rendy.
"Assalamu'alaikum Ustadz Rohman"
__ADS_1
Tiba tiba ada yang datang dan mengucapkan salam kepada Ustadz Rohman, mendengar kata 'Ustadz Rohman', Ustadz Rendy pun sangat terkejut.
"Bagaimana bisa ada orang yang memanggil Rohman dengan sebutan Ustadz?. Bukan kah dia sudah tidak menjadi Ustadz lagi?", batin Ustadz Rendy.