Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Silakan Beristirahat


__ADS_3

...****************...


Kini Ustadz Syafi'i telah berdiri tepat di hadapan Ustadz Rendy dengan tatapan yang dingin, sedangkan Ustadzah Rinjani menjadi sangat canggung karena Ustadz Syafi'i berdiri tepat di hadapannya.


"Ya Allah, kenapa jadi deg degan ginii?", batin Ustadzah Rinjani.


" Ustadz Rendy, saya akan menggantikan Ustadzah Rinjani untuk melawan anda", ucap Ustadz Syafi'i.


Tak hanya Ustadz Rendy dan Ustadzah Rinjani yang terkejut dengan ucapan Ustadz Syafi'i, para santri, para Ustadz dan Ustadzah yang lain, bahkan Pak Kyai dan Bu Nyai juga terkejut dengan pernyataan Ustadz Syafi'i yang ingin menantang Ustadz Rendy untuk bertarung.


...----------------...


"Apa maksud dari Syafi'i yang mau menantang Rendy bertarung?" ucap Pak Kyai.


"Hmm,,, dari yang aku amati tadi, seperti memang Rinjani yang lagi kurang fit kondisi tubuh nya, tapi dia masih maksa untuk bertanding, ", batin Bu Nyai.


" Ya Allah,,, apakah Syafi'i mau melindungi Rinjani ya", lanjut Bu Nyai menyadari sesuatu.

__ADS_1


"Ma Syaa Allah,,, ternyata Ustadz Syafi'i mau melindungi Ustadzah Rinjani", batin Ukhty Wulan.


Entah apa yang terjadi dengan Ustadz Rohman, dia diam tanpa berbicara.....


" Kenapa aku belum ngerti juga ya maksud dari mas Farhan yang ngomong kalau kali ini Syafi'i yang main,, main apa ya, bukannya sekarang lagi pertandingan silat?,,, ", batin Ustadz Rohman.


......................


" Dan untuk Ustadzah Rinjani,,, silakan kembali ke tenda untuk beristirahat ", ucap Ustadz Syafi'i tanpa melihat ke arah Ustadzah Rinjani yang ada di samping nya.


" Ehm,, tapi tapi Ustadz,,, ini kan pertandingan saya dengan Ustadz Rendy,, saya masih mau bertanding lagi", jawab Ustadzah Rinjani.


" Tapi Ustadz Syafi'i... "


"Mau kembali ke tenda sendiri atau saya paksa?! ", ancam Ustadz Syafi'i masih tidak menoleh sedikit pun ke arah Ustadzah Rinjani.


" I iya Ustadz,,, saya saya balik ke tenda sendiri ", jawab Ustadzah Rinjani sedikit takut.

__ADS_1


Ustadzah Rinjani pun dihampiri oleh beberapa murid nya, ia pun dibantu untuk kembali ke tenda untuk beristirahat.


Farhan sedari tadi pun hanya duduk diam sambil memperhatikan gerak gerik dari Ustadz Syafi'i dan Ustadz Rendy.


Farhan tahu apa yang ada dipikiran Syafi'i kali ini, Farhan pun memberikan kesempatan untuk Syafi'i melakukan apa yang ingin dia lakukan hari ini.


Farhan tahu jika Ustadz Syafi'i ada rasa kepada Ustadzah Rinjani, jika masalah cinta antara saudara nya, Farhan pasti peka, tapi ia sama sekali tidak peka dengan urusan cinta nya sendiri.


Disisi lain Ustadz Rohman masih berpikir dengan keras, memikirkan apa maksud dari perkataan Farhan tadi..


Sesaat setelah Ustadzah Rinjani telah meninggalkan lapangan, kini masih ada Ustadz yang menjadi wasit dalam pertandingan silat yang bingung harus melakukan apa.


"Anda yakin ingin menggantikan Ustadzah Rinjani untuk bertarung melawan saya?", tanya Ustadz Rendy sedikit meremehkan.


" Jangan banyak omong Ustadz,,, saya tahu daritadi Ustadz Rendy menahan kekuatan nya saat melawan Ustadzah Rinjani, saya juga nggak tahu apa alasan. Tapi kali ini, silakan Ustadz Rendy melepas semua kekuatan nya, dan mari kita saling 'belajar dan bersenang senang',,,, ", ucap Ustadz Syafi'i sedikit memasang kuda kuda.


" Huff,,, baiklah kalau itu memang mau nya antum,, saya tidak akan sungkan lagi", jawab Ustadz Rendy.

__ADS_1


......................


"Ya Allah,,, baru nyambung otak ku,,, maksud mas Fajar adalah Syafi'i yang akan tampil untuk bertarung melawan Ustadz Rendy,,, bukan mas Fajar sendiri yang turun tangan", ucap Ustadz Rohman baru sadar dan mengerti.


__ADS_2