Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Sangat Canggung


__ADS_3

*Suasana canggung Farhan*


Ibu Murni sangat baik dan sangat ramah kepada Farhan, bahkan ibu Murni masak banyak untuk siang ini. Banyak sekali yang di masak oleh ibu Murni, mulai dari membuat sayur bening, ayam goreng, sambal terasi, dan masakan lainnya.


Padahal tamu nya ibu Murni hanya 1 orang, yaitu Farhan. Bahkan Farhan sangat canggung di meja makan, banyak sekali masakan enak buatan ibu Murni, sampai Farhan sendiri menelan ludah nya.


"Ya Allah,,, situasi apa ini?. Padahal aku dan ibu nya Wulan baru 2 kali ini bertemu,,, kenapa ibu nya Wulan ramah banget sampai sampai ia rela memasak semua masakan ini?", batin Farhan.


Yang biasanya Farhan selalu bersikap dingin kepada semua orang, tapi kali ini Farhan tidak bisa menyikapi dingin ibu Murni yang sangat baik kepada nya.


Jangankan menyikapi dingin ibu Murni, Farhan bahkan tidak berani menyikapi dingin masakan ibu Murni, takutnya makanan nya yang akan dingin kepadanya.


Saat Farhan sedang canggung canggung nya dengan makanan yang ada di atas meja itu, ibu Murni pun keluar dari dapur nya sambil membawa beberapa lalapan lagi.


"Ayo nak silakan dimakan! ", ucap ibu Murni duduk di kursi yang ada di depan Farhan.


" Hmm,,, ibu,, kita kan ketemu cuma 2 kali ini,,, kenapa ibu baik banget mau masakin ini semua?", ucap Farhan.


"Waktu kita pertama kali ketemu,,, ibu belum tahu nama kamu... Nama kamu siapa nak?", tanya ibu Murni.


" Nama saya,,, Farhan", jawab Farhan tersenyum.

__ADS_1


"Oh iya nak,,, ibu kan pernah titip anak ibu ke kamu,,, gimana kabar nya sekarang?,,, apa dia punya banyak temen?,,, dia diganggu sama orang lain nggak?", tanya beruntun dari ibu Murni.


Seketika Farhan pun terdiam...


" Huff,,, sepertinya ibu Murni belum tau kabar tentang anaknya yang telah kehilangan kesucian nya,, harus jawab apa aku?... ", batin Farhan.


" Huff,,, kabar nya Wulan baik kok bu,,, dia sehat. Dia juga banyak teman disana,,, dan tidak ada yang menggangu Wulan di Pondok.. Walaupun ada orang yang berani mengganggu Wulan, saya sendiri yang akan maju untuk melindungi nya", jawab Farhan.


"Bisa aja kamu nak Farhan,,, ", gurau ibu Murni.


" Oh iya,,, silakan dimakan,,, ibu udah masak banyak lo,, ", ucap ibu Murni buru buru mengambilkan sepiring nasi untuk Farhan.


" Ng nggak usah banyak banyak bu,,, nanti takut nggak habis ", ucap Farhan sungkan.


"I iya deh,,, ", jawab Farhan sedikit tersenyum karena tahu bahwa ancaman nya ibu Murni hanyalah gurauan.


*---------------------------*


*Ponpes Miftahul Huda*


*Aula Utama Akhwat*

__ADS_1


Menjelang Shalat Dzuhur, para akhwat bersiap siap untuk pergi ke Masjid. Ukhty Azizah dan Ukhty Alimah juga sudah menyimpan semua alat alat hadroh ke dalam lemari penyimpanan, dan dibantu juga oleh Ukhty Wulan.


Di saat yang bersamaan ada seorang Ikhwan berpeci yang masuk ke dalam aula akhwat, seorang Ikhwan tampan yang membawa tas yang berisi hadroh.


"Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh"


"Eh Rohman,,, ada apa?", tanya Ukhty Azizah kepada Ikhwan tersebut yang tak lain adalah Rohman.


Saat mengetahui Ikhwan tersebut adalah Rohman, Wulan langsung menundukkan pandangan nya dan bersembunyi dibelakang Ukhty Alimah.


" Hmm,, ini ada hadroh baru untuk para akhwat, kata Bu Nyai suruh simpan di aula akhwat ", jawab Rohman.


" Oh hadroh baru ya,,, sini biar saya yang simpan", ucap Ukhty Azizah.


Rohman pun segera melepaskan tas hadroh tersebut dan memberikan nya kepada Ukhty Azizah untuk segera disimpan.


"Hmm,, ya udah,, saya ke Masjid dulu. Assalamu'alaikum,,, ", ucap Rohman langsung pamit kepada ketiga Ukhty.


" Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh... ", jawab ketiga Ukhty.

__ADS_1


" Ya Allah,,, barusan aku ketemuketemu sama Ustadz Rohman,,, ", batin Ukhty Wulan.


__ADS_2