
...****************...
Syifa yang sedang berlari lari kecil begitu bahagia karena bisa bertemu dan bermain lagi dengan Farhan, pemuda bersorban yang ia panggil ayah itu.
"Ya Allah,,, baru sadar kalau Syifa pakai sorban putih yang aku titipkan ke mama nya", batin Farhan yang berjalan di belakang Syifa.
" Syifa,,, jangan lari larian,, nanti jatuh", ucap Farhan mengingat Syifa.
"Iya ayaah", jawab Syifa.
Tapi Syifa sendiri bahkan tidak melihat ke arah depan dan melihat bawah sambil menghitung petak petak lantai yang di pijak..
*Bruughh*
" Aduh"
"Astaghfirullah Hal'adzim"
"Haa,,, ayaaah"
Karena Syifa tidak fokus dengan jalan di depan, dan Syifa tidak mendengar perkataan Farhan, ia pun menabrak seseorang yang ada di depan nya dan terjatuh.
"Siapa itu yang nabrak aku?"
"Adik kecil bercadar,,, "
"Hii lucu banget,,, anaknya siapa ini? "
Farhan yang mendekati Syifa pun langsung membantu Syifa berdiri,,,
"Ayaah", dan dengan manjanya Syifa memeluk kaki Farhan...
" Ayah udah bilang,, jangan lari larian,, jatuh kan?!", ucap Farhan.
"Iya ayah,,, Syifa minta maaf", jawab Syifa merasa bersalah.
" Hihi,,, lucu banget sih Syifa kalau lagi rengek gini ", batin Farhan tersenyum.
" Akhy Farhan?", ucap akhwat yang tadi di tabrak oleh Syifa.
"Zahra?,,, ngapain kamu di sini?", ucap Farhan baru sadar jika yang ditabrak oleh Syifa adalah Zahra, si gadis buta bercadar.
" Hmm,,, nggak lagi apa apa kok akhy,,, lagi kumpul aja sama temen temen sambil menghafal kitab", jawab Zahra tersenyum.
__ADS_1
"Sebaiknya kalian segera ke Masjid,,, udah mau Shalat Ashar", ucap Farhan.
" Ooh,,, udah mau Shalat Ashar ya,,, ya udah temen temen,,, yuk ke Masjid,,, sebentar lagi mau adzan ", ucap Zahra.
Temen temen nya Zahra pun perlahan menggandeng tangan Zahra dan perlahan mulai menuntun nya berjalan menuju arah Masjid...
" Ayaah!"
"Husst,,, yuk ke Masjid", Farhan pun langsung menggendong Syifa yang sedang manja kepadanya.
Karena sedari tadi Farhan merasa ada yang sedang mengawasi Zahra dan teman teman nya, Farhan pun segera menyuruh mereka untuk pergi ke Masjid, karena di sekitar juga sudah tidak ada santri yang lewat karena hampir semuanya sudah menuju Masjid.
...****************...
Farhan dan Syifa pun tiba di Masjid sesaat setelah Zahra dan teman teman nya masuk ke dalam gerbang Masjid. Dan Farhan pun berpapasan dengan, Pak Danang dan Istri nya.
"Eh nak Farhan juga baru sampai di Masjid?", tanya Pak Danang.
" Hmm,, iya Pak,,, tadi habis nemenin Syifa main di taman sebentar ", jawab ramah Farhan.
" Syifaa?", panggil kakeknya.
"Iya kakek?", jawab Syifa menengok ke arah sang kakek sambil tersenyum.
" Hmm,,, nggak kok kakek,,, Syifa nggak capeek ", jawab Syifa.
" Terus,,, kenapa minta gendong?", tanya kakek.
"Aaa biarin,,, mau sama ayaah", ucap Syifa memeluk Farhan lagi.
Pak Danang dan istri nya pun hanya tersenyum dan tertawa kecil karena sikap Syifa yang begitu manja kepada Farhan.
" Oh iya Pak Danang,,, mama nya Syifa mana?", tanya Farhan mencari Dinda.
"Oooh Dinda?,,, katanya nanti nyusul", jawab Pak Danang.
Mendengar bahwa Dinda tidak ada di Masjid, Farhan pun sedikit panik karena teringat akan para 'preman pondok' yang sedang berkeliaran.
" Hmm,,, saya izin jemput Dinda Pak Danang,,, sekalian saya mau ambil barang,,, ketinggalan di kamar nya paman tadi", ucap Farhan.
"Oh ya,,, silakan", jawab Pak Danang.
" Syifa sayang,,, Syifa ikut kakek sama nenek dulu ya,,, ayah mau jemput mama", ucap Farhan membujuk Syifa.
__ADS_1
"Jemput mama?,,, hmm,,, iya deh,, nanti kita Shalat bareng", jawab Syifa.
Farhan pun tersenyum dan perlahan menurunkan Syifa lalu memberikan nya kepada Pak Danang dan istrinya.
Farhan pun langsung berlari menuju rumah paman dan bibinya,,,
...----------------...
"Huh huh huh huh"
Saat Farhan berhenti berlari dan mengatur nafasnya, apa yang ia kawatir kan benar terjadi. Sekarang Farhan melihat Dinda sedang berbicara dengan seorang ikhwan berpeci, dilihat dari mana pun ikhwan itu adalah Ustadz Pondok.
"Bajing*n nggak ada akhlak".
Farhan pun bergegas menghampiri Dinda...
" Assalamu'alaikum ".
"Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh".
" Mas Farhan?,,, kenapa kesini?,, Syifa mana mas?", tanya Dinda.
"Syifa lagi sama bapak di Masjid,,, saya cari kamu katanya kamu sebentar lagi nyusul", ucap Farhan.
" Eh,,, i iya mas,,, tadi Dinda mau ke Masjid,,, terus ketemu sama Ustadz Fikri", ucap Dinda.
"Dinda,,, cepat ke Masjid,,, temenin Syifa", ucap Dinda.
" I iya mas,,,, Dinda ke Masjid dulu... Assalamu'alaikum ", ucap Dinda pamit.
" Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh ".
...----------------...
Tanpa pikir panjang, Farhan langsung mengeluarkan aura menekannya 5 persen, dan itu sudah cukup untuk menahan Ustadz Fikri yang ada di depannya.
" Astaghfirullah,,, a apa yang antum lakukan?", ucap Ustadz Fikri.
"Anda kira saya tidak tahu niat busuk mu,,,, ini peringatan pertama dan terakhir,,, jika anda masih mendekati keluarga saya,,, habis anda", ancam Farhan langsung berbalik badan dan pergi.
" Huh huh huh,,, Astaghfirullah "
Begitu Farhan pergi,,, aura menekan nya pun juga ikut hilang...
__ADS_1
"Huh huh,,, kalau perempuan itu tidak bisa aku dapatkan,,, maka anak perempuan itu adalah sasaran selanjutnya", ucap Ustadz Fikri.