Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Rohman Dan Syafi'i


__ADS_3

...****************...


...*Aula Akhwat*...


Memang benar Rohman dan Wulan hebat dalam bermain rebena, tanpa diberi aba aba pun Wulan sudah mengerti ritme tinggi dan rendah saat bermain variasi rebana. Kedua Ukhty yang sedang menonton Rohman dan Wulan pun memberi semangat, mereka sangat senang bisa melihat Wulan perlahan dekat dengan Rohman, karena mereka tahu bahwa Wulan memiliki perasaan kepada Rohman.


"Ternyata memang benar kalau Ukhty Wulan hebat main rebana nya,,, saya sampai nggak bisa mengimbangi kecepatan nya", ucap Rohman meletakkan rebana nya.


" Ng nggak kok Ustadz Rohman,,, saya biasa aja kok main rebana nya. Yang lebih hebat main rebana nya kan Ustadz Rohman, karena Ustadz Rohman diajarin main rebana sama Pak Kyai langsung", jawab Wulan tersipu.


Ukhty Azizah dan Ukhty Alimah hanya tersenyum karena melihat Ukhty Wulan yang dipuji oleh Rohman, jika sahabat mereka senang maka mereka pun juga ikut bahagia melihat nya.


...----------------...


"Ternyata benar kata Pak Kyai,,, Rohman ada di aula Akhwat sedang bucin sama ukhty bercadar"


Saat Rohman sedang mengecek rebana yang lain bersama ketiga ukhty, ada yang datang ke aula sambil melontarkan kata kata barusan.


Seketika ketiga ukhty bersama dengan Rohman terkejut karena ada seseorang datang, mereka mengira yang datang adalah salah satu Ustadz yang sedang keliling dan mengawasi para santri. Tapi saat mereka melihat ke pintu aula, ternyata orang tersebut bukan salah satu Ustadz yang mereka bayangkan.


Melainkan ada sosok pemuda bersorban putih sambil membawa sebuah bas dan darbuka.


"Kenapa pemuda bersorban itu mirip Akhy Farhan?", batin ketiga Ukhty.

__ADS_1


Rohman seketika terdiam melihat pemuda bersorban putih itu, Rohman dan pemuda bersorban itu pun saling pandang. Rohman menatap dengan tatapan seperti ingin menangis, sedangkan pemuda bersorban putih itu menatap Rohman dengan tatapan bahagia sambil tersenyum dibalik sorban nya.


Rohman pun berdiri dan berjalan mendekat ke arah pemuda bersorban putih itu,,,


"Ustadz Rohman kenal sama pemuda bersorban putih itu?", batin Ukhty Wulan.


Setelah Rohman berada dihadapan si pemuda bersorban putih, ia mulai meneteskan air mata sambil tersenyum. Dan si pemuda bersorban putih pun menurunkan bas dan darbuka yang ia bawa dan langsung memeluk Rohman.


"Ya Allah,,, ternyata benar Ustadz Rohman kenal sama pemuda bersorban putih itu", batin Ukhty Wulan.


" Azizah,,, pemuda bersorban putih itu mirip sama Akhy Farhan", ucap Ukhty Alimah.


"Iya Alimah,,, mirip banget, cara bersorban nya mirip banget sama Akhy Farhan,, tapi pemuda bersorban putih itu pakai sarung, kalau Akhy Farhan kan pakai celana", ucap Ukhty Azizah.


(Setelah beberapa saat berpelukan dan akhirnya melepaskan pelukan)


"Bagaimana kabar kamu Rohman?", tanya pemuda bersorban putih itu yang tak lain adalah Syafi'i.


" Hahaha,,,, Alhamdulillah kabar ku sehat,,, gimana kabar kamu,, dan kapan kamu balik ke Pondok?", ucap Rohman sangat bahagia.


"Alhamdulillah kabar ku juga sehat,,, yaah aku udah dari tadi sampai, terus langsung ke rumah Pak Kyai", jawab Syafi'i.


Betapa bahagianya Rohman bisa bertemu dengan salah satu sahabat nya itu, sahabat di Pondok dan menjadi teman duet saat bermain hadroh (rebana).

__ADS_1


Syafi'i juga sangat bahagia bisa kembali ke Pondok dan bertemu dengan sahabat nya itu...


" Kamu lagi apa disini?", tanya Syafi'i.


"Aku lagi ngecek rebana baru", jawab Rohman.


" Oh iya,,, itu bas nya disuruh simpan disini sama Pak Kyai,,, dan darbuka nya juga suruh simpan disini", ucap Syafi'i melihat bas dan darbuka yang ada di bawah.


"Siap biar aku yang simpan,,, ", ucap Rohman langsung mengambil bas dan darbuka nya lalu menyimpan nya di dalam lemari.


Perlahan Syafi'i melihat ke arah rebana rebana baru yang ada di dekat ketiga Ukhty, ia pun langsung saja berjalan menuju ke arah rebana.


Kini Syafi'i telah duduk di dekat para Ukhty, tapi para ukhty yang deg degan karena bertambah lagi pemuda bersorban.


Setelah menyimpan bas dan darbuka, Rohman pun ikut duduk bersama Syafi'i. Dengan tersenyum, Syafi'i mulai mengambil 1 buah rebana dan mengetes suaranya.


"Udah lama aku nggak megang dan bermain rebana", ucap Syafi'i sambil memukul rebana.


Setelah mendengar ucapan Syafi'i, Rohman sambil tersenyum mengambil 1 rebana. Dan tanpa aba aba lagi, Rohman dan Syafi'i langsung bermain rebana, dan mulai memainkan variasi variasi rebana.


Tanpa ada nya aba aba, Rohman dan Syafi'i bisa saling mengerti dalam bermain rebana, mereka mulai melakukan variasi dasar, dan perlahan mulai memainkan kratakan.


Ketiga ukhty dibuat kagum dengan permainan rebana mereka berdua, dan yang paling merasa kagum adalah Ukhty Wulan. Ia sangat senang bisa melihat pria yang ia kagumi bermain rebana dengan sangat hebat.

__ADS_1


__ADS_2