
* 1 Tahun Lalu*
Di suatu daerah yang ramai akan penduduk nya, ada warung makan yang sangat ramai pelanggan. Dan pemilik rumah makan itu adalah seorang ibu paruh baya. Ibu Murni nama nya, ibu itu sudah mendirikan rumah makan dari sebelum ia menikah dan akhirnya mempunyai anak.
Pagi itu, rumah makan ibu Murni sudah sangat ramai orang yang memesan makan. Ibu Murni juga tidak sendirian dalam mengurus rumah makan miliknya itu, ia memiliki 3 orang anak buah yang membantu nya mengurus rumah makan.
*Diluar Rumah Makan Ibu Murni*
"Seperti nya aku harus sarapan dulu,,, habis itu baru meneruskan perjalanan"
Kali ini, seorang pemuda bersorban datang ke rumah makan milik ibu Murni...
*Setelah di dalam rumah makan*
Pemuda bersorban itu mencari orang yang melayani rumah makan itu, tapi ketiga pelayan tersebut sudah sibuk mengurusi para pelanggan nya.
Karena mengetahui para anak buah nya sudah repot melayani para pelanggan yang semakin ramai, ibu Murni sendiri lah yang menghampiri pemuda bersorban itu untuk melayani nya.
"Selamat datang di rumah makan ibu nak,,, anak mau makan pakai apa? ", sambut ramah ibu Murni.
" Saya pesan nasi putih,,, lauk nya pakai telur dadar sama tumis kangkung,, sama sambal nya sekalian ", jawab ramah pemuda bersorban itu yang tak lain adalah Farhan.
" Baiklah,,, silahkan duduk dulu ya nak", ucap Ibu Murni.
Dengan mengangguk pelan sambil tersenyum di balik sorban nya, Farhan pun duduk di kursi yang jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat ibu Murni melayani.
*-----------------*
Tak menunggu lama, pesanan nasi Farhan pun datang di meja makan nya...
"Terima kasih bu", ucap Farhan.
" Sama sama nak, silahkan dinikmati ", jawab ibu Murni.
__ADS_1
Tapi,,, saat Farhan hendak makan, ibu Murni berdiam diri di hadapan nya sambil tersenyum.
" Maaf Bu,, ada apa ya?", tanya Farhan.
"Hmm,, maaf nak,,, ibu boleh ngobrol sama kamu? ", ucap ibu Murni.
" Ibu nggak repot?", tanya Farhan.
"Hmm,, nggak kok,, sudah ada anak buah yang melayani para pelanggan", jawab ibu Murni.
" Kalau ibu tidak repot dan ingin menemani saya mengobrol,,, silahkan saja", jawab Farhan.
"Kamu nggak terganggu sama kehadiran ibu nak?", tanya ibu Murni.
" Kalau saya merasa terganggu dengan kehadiran ibu,,, mungkin saya tidak akan datang ke rumah makan milik inu ini", jawab Farhan.
"Anak ini bisa aja".
" Kalau mau makan silahkan saja nak,, ibu nggak ganggu kok", ucap ibu Murni.
Farhan pun mulai melepaskan balutan sorban yang menutupi area hidung dan mulut nya, setelah melingkar kan sorban nya di leher, lalu berdoa, Farhan pun mulai menyantap makanan nya.
" Ya Allah,,, anak muda ini ganteng banget, jarang jarang ada pelanggan anak muda bersorban kayak gini, pasti anak pondok", batin ibu Murni tak berhenti memandang wajah Farhan.
Ibu Murni pun tidak mengajak Farhan berbicara selama Farhan masih makan, karena ibu Murni tahu adab seorang santri saat sedang makan tidak boleh berbicara, ibu Murni pun menunggu sampai Farhan selesai makan.
*--------------------*
*Beberapa menit kemudian*
Farhan yang selesai makan pun segera menuangkan air yang ada di teko ke dalam gelas, lalu segera meminumnya...
Dan tak lupa Farhan membaca do'a setelah makan...
__ADS_1
Lalu segera Farhan kembali memakai sorban nya untuk menutup sebagian wajahnya...
"Kamu mondok dimana nak?", tanya ibu Murni.
Sambil masih berbalut sorban nya, Farhan perlahan memandang wajah ibu Murni...
"Dari mana ibu tahu kalau saya adalah santri?", tanya Farhan.
" Karena kamu pakai sorban jadinya ibu nebak kamu anak pondok. Nggak banyak anak muda yang mau pakai sorban, kecuali anak pondok", jawab ibu Murni.
Mendengar jawaban dari ibu Murni, Farhan pun hanya tersenyum dan tertawa kecil...
"Kamu mondok dimana nak?", tanya Ibu Murni.
" Saya mondok di Ponpes Miftahul Huda", jawab Farhan.
"Ya Allah,,, berarti kamu satu pondok sama anak saya, anak perempuan saya juga mondok di sana, udah 3 tahunan lah anak saya mondok", jawab ibu Murni.
"Anak ibu nama nya Wulan, anak ibu cantik lo,, tapi dia pakai cadar", lanjut ibu Murni.
" Kalo sepengetahuan ibu, santri yang pakai sorban biasa nya senior di pondok nya, atau udah termasuk Ustadz di Pondok".
"Ibu mau titip anak ibu sama kamu nak", ucap ibu Murni.
" Kenapa ibu menitipkan anak ibu ke saya?,,, di pondok kan sudah ada yang mengurus anak ibu", jawab Farhan.
"Hmm,,, iya juga sih. Tapi,, kamu mau kan jagain anak ibu selama di pondok?", ucap ibu Murni.
" Saya tidak bisa menjamin bu,,, tapi saya akan berusaha untuk menjaga anak ibu selama di pondok", jawab Farhan.
"Terima kasih nak,,, ibu jadi tenang kalau kamu jawab gitu", jawab ibu Murni bahagia.
" Wajah ibu ini langsung senang setelah aku bilang akan menjaga anak nya yang ada di Pondok,,, kenapa aku merasa terjadi sesuatu sama anak dari ibu ini?", batin Farhan.
__ADS_1