
...****************...
...*Bangunan kosong*...
"Hufff,,, aku kira kalian hebat dengan senjata tajam itu,,, tapi kalian tidak ada bedanya dengan para preman preman yang lain,,, lemah"
Terlihat pemandangan yang tidak biasa setelah pertarungan antara Farhan dengan para preman itu. Banyak genangan darah di lantai, banyak senjata tajam berlumuran darah. Tapi Farhan masih berdiri tegap tanpa mundur dengan rasa takut, Farhan telah berhasil menumbangkan semua preman yang ada di dalam bangunan itu.
Para preman itu semua menggunakan senjata tajam untuk mengalahkan Farhan seorang, rapi jangankan terluka bahkan Farhan tidak tergores sama sekali ,Farhan hanya mengeluarkan sepertiga dari aura miliknya untuk pertarungan tadi, dan itu sudah bisa menumbangkan para preman yang jumlah lah lebih dari 30 orang. Farhan kini hanya sedikit terengah engah dan mengatur pernapasan nya.
Farhan pun melihat ke arah para preman yang tergeletak di lantai dan melihat ke arah preman bertubuh besar yang berbicara pertama kali dengannya, lalu menghampiri nya.
"Hufff,,, aku tanya sekali lagi, kamu kenal dengan orang yang ada di foto ini?", Farhan pun berjongkok dihadapan nya sambil memperlihatkan sebuah foto, foto yang ada Ustadz Rendy di dalam nya.
" I iya,,, saya kenal dengan orang itu. Namanya Rendy,,, dia adalah anggota kita,,, walaupun badannya tidak besar seperti kami,, tapi kekuatan nya lebih besar dari kami semua... ", jawab pemimpin preman itu sedikit bergeser mundur karena takut dengan Farhan.
" Berapa banyak kejahatan yang kalian lakukan bersama dia?", tanya Farhan.
"Mulai dari merampok, menjambret, membegal, bahkan kita pernah melakukan pemerkosa*n dan pembunuh*n", jawab pemimpin preman.
" Saya akan telfon polisi supaya datang kesini dan menangkap kalian semua,,, keberatan?", ucap Farhan.
__ADS_1
"Hah hah,,, ng nggak,,, saya akan menyerahkan diri ke polisi", jawab pemimpin preman ketakutan.
Lalu Farhan berdiri dan berjalan keluar bangunan, dengan suara keras Farhan memanggil paman preman yang datang bersama nya tadi.
...****************...
...*Ponpes Miftahul Huda*...
Setelah rapat usai, Pak Kyai dan Bu Nyai pun keluar dari aula dan di ikuti oleh beberapa Ustadz Ustadzah yang juga ingin segera keluar.
Saat Pak Kyai melihat keluar, ia langsung tersenyum yang tertawa kecil.
"Kamu kenapa ketawa mas?", tanya Bu Nyai.
Dari kejauhan terlihat Rohman dan Syafi'i sedang tidur di bangku dekat aula utama, mereka tertidur dengan sangat lelap.
Pak Kyai dan Bu Nyai pun menghampiri mereka berdua yang sedang tidur...
...----------------...
"Rohman, Syafi'i,,, "
__ADS_1
"Rohman, Syafi'i,,, ayo bangun,,, "
Karena merasa ada yang memanggil dan membangunkan mereka, perlahan Rohman dan Syafi'i pun membuka mata dan segera bangun dari tidur nya.
"Eh,,, Bu Nyai,, Pak Kyai"
Mengetahui ada Pak Kyai dan Bu Nyai dihadapan, Rohman dan Syafi'i pun langsung mencium tangan kedua nya...
"Kalian lagi ngapain di sini?", tanya Bu Nyai.
Jelas Rohman dan Syafi'i pun hanya menundukkan kepala dan sedikit merasa malu,,,
"Kalau kalian ngantuk,, kalian kan bisa tidur di aula atau di pondok?", ucap Bu Nyai.
"I iya Bu Nyai,,, maaf. Angin di sisi seger banget,,, tidur terus ada angin sepoi sepoi,, nyaman,, hihi", jawab Syafi'i malu.
" Dasar ya kalian ini,,, sikap nya dari dulu nggak pernah berubah,,, lucu banget sikap kalian,,, udah sana pindah,,, untuk nggak ada ikhwan dan akhwat yang lihat kalian tidur disini,,, kan jadi tambah malu kalian,,, ", ucap Bu Nyai.
" I iya Bu Nyai, kalau begitu kita berdua pamit dulu,,, ", ucap Rohman dan Syafi'i segera mencium tangan Pak Kyai dan Bu Nyai.
" Assalamu'alaikum,,, "
__ADS_1
"Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh... "