
...****************...
...*Besok*...
Pagi hari yang cerah ini, para santri telah memenuhi lapangan besar Pondok. Karena mereka sebentar lagi akan menyaksikan pertandingan silat antara Farhan melawan duo Ustadz terpopuler di Pondok, yaitu Ustadz Rohman dan Ustadz Syafi'i.
Pertarungan ini bisa di anggap sebagai pertarungan perpisahan antara saudara. Farhan dan kedua sahabat nya itu telah berdiri di tengah lapangan dalam waktu yang cukup lama, Ustadz Rohman dan Ustadz Syafi'i berdiri berdampingan menghadap ke arah Farhan yang akan mereka lawan sebentar lagi, dan Farhan juga berdiri dihadapan mereka dengan wajah tersenyum.
Tapi kali ini mereka menggunakan pakaian yang formal, menggunakan pakaian muslim yang setiap hari mereka pakai, dan tidak menggunakan baju silat sama sekali.
Pak Kyai dan Bu Nyai juga telah berada di tempat nya dan menunggu pertandingan tersbut, tak hanya Pak Kyai dan Bu Nyai, tapi para Ustadz Ustadzah yang lain juga sedang menonton.
......................
Sebagian dari pada para santri telah mengetahui kekuatan dari Ustadz Syafi'i yang telah berhasil mengalahkan Ustadz Rendy, jadi mereka yakin bahwa Ustadz Syafi'i bisa menang melawan Farhan, apalagi Farhan juga sendirian sedangkan Ustadz Syafi'i bersama dengan Ustadz Rohman.
"Ustadz Syafi'i,,,, semangat!!! "
Dari pinggir lapangan, ada seseorang yang memberikan semangat kepada Ustadz Syafi'i,,, saat Ustadz Syafi'i melirik ke pinggir lapangan dan mencari orang yang baru saja meneriakinya, ia mendapati ada seorang Ustadzah bercadar yang sedang menatapnya sambil tersenyum, ia adalah Ustadzah Rinjani.
__ADS_1
Ustadz Syafi'i pun hanya tersenyum dan memberikan isyarat tangan sebagai tanda terima kasih karena telah memeberikan nya semangat, karena jaraknya jauh dan suara Ustadz Syafi'i juga sedang serak jadi ia hanya bisa menggunakan bahasa isyarat.
"Ustadz Rohman,,, semangat juga ya,,, kalahin kak Farhan,,, ibu juga kasih semangat untuk Ustadz Rohman"
selang beberapa detik, ada seseorang lagi yang memberikan semangat untuk Ustadz Rohman, tak lain itu adalah Ukhty Wulan.
Hal itu pun membuat Ustadz Rohman tersipu, apalagi saat Ukhty Wulan berteriak bahwa ibu Murni juga memberikan nya semangat untuk dirinya.
"Dasar kalian berdua ya,,, udah ada calon aja,,, kalau emang mau,,, langsung aja lamar", ucap Farhan.
" Apa sih mas,,, bisa aja",ucap Ustadz Rohman.
" Oh gitu,,, ngeledek kalian,,, ha,,, sini kalian,,, pukulan ku ingin bicara dengan kalian berdua", ucap Farhan memasangkan kuda kuda.
"Siap mas Farhan,,, kita tidak akan sungkan", jawab Ustadz Rohman dan Ustadz Syafi'i langsung memasang kuda kuda.
" Tunjukkan kemampuan kalian,,, ", ucap Farhan.
Suasana lapangan pun mulai riuh dengan sorakan dari para santri, mereka sudah tidak sabar dengan pertandingan tersebut.
__ADS_1
...****************...
" Udah lama nggak liat mereka bertiga sesenang ini", ucap Bu Nyai.
"Iya juga ya,,, apalagi Rohman sama Syafi'i,,, mereka pasti greget banget sekarang ", ucap Pak Kyai.
...*SSWUUUSSHH*...
...*BUGHH BUGHH*...
Tanpa aba aba lagi, Farhan langsung menyerang Ustadz Rohman dan Ustadz Syafi'i, tidak menyerang satu satu melainkan dua serangan sekaligus.
Karena serangan mendadak dari Farhan otomatis Ustadz Syafi'i dan Ustadz Rohman refleks menangkis dan terkejut karena kekuatan yang diberikan Farhan cukup besar, dan karena serangan dari Farhan itu kedua Ustadz tersebut pun mundur.
"Bagus juga respon kalian,,, bisa menangkis serangan ku,,, tapi belum cukup kuat jika hanya itu saja teknik pertahanan kalian", ucap Farhan memberikan penilaian.
" Huff,,, baiklah mas Farhan,,, siap siap untuk menerima serangan balasan dari kamu berdua", ucap Ustadz Syafi'i.
Benar saja, Ustadz Syafi'i dan Ustadz Rohman langsung memberikan serangan balasan kepada Farhan dengan kekuatan combo yang kuat. Tapi bukannya merasa terdesak karena mendapatkan dua serangan sekaligus, Farhan malah menangkis nya dengan wajah tersenyum.
__ADS_1
Farhan sudah lama tidak melihat semangat tarung dari kedua saudara nya itu, Farhan tidak akan melarang mereka untuk mengeluarkan semua kekuatan nya, begitu pun dengan Farhan.