Pemuda Bersorban Milik Ponpes

Pemuda Bersorban Milik Ponpes
Sosok Anak Perempuan Bercadar Baru


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Usai makan siang bersama Syifa karena tadi Syifa juga belum makan, Farhan pun segera minum obat untuk meredakan pusing nya dan supaya ia cepat pulih.


Dan setelah meminum obat nya Farhan pun langsung terlelap tidur, posisi saat Farhan tidur sama seperti tadi dimana ia sedang dipeluk oleh Syifa yang juga tidur tepat di sebelah nya. Sedangkan bibi Anjani dan Dinda beristirahat di kamar nya Dinda.


Karena Pak Kyai Zaki dan Pak Danang belum pulang semua pintu pun ditutup rapat, mulai dari pintu depan sampai pintu belakang (pintu dapur). Dan sekarang yang ada di rumah hanya ada 4 orang dan semuanya sedang beristirahat.


...----------------...


Di dalam tidur, Farhan tak hanya sekedar tidur dan memejamkan matanya melainkan ia kembali ke dalam dimensi milik nya untuk lanjut berlatih, tapi kali ini kembaran tidak menemani dan hanya Farhan sendiri yang ada didalam dimensi nya sendiri.


Karena Farhan yakin, ada 2 orang yang akan kembali ke Pondok Pesantren Darul Musthafa dalam beberapa hari lagi. Dan Farhan juga yakin bahwa kedua orang itu memiliki ilmu yang cukup tinggi.


Walau kekuatan Farhan belum pulih seluruhnya, dan walau Farhan hanya menggunakan kekuatan 50% ia juga sudah bisa mengalahkan kedua orang itu, ia berniat untuk memulihkan seluruh kekuatan nya hingga 100% untuk berjaga jaga dan sekalian untuk isi tenaga.


...****************...

__ADS_1


...*Asrama Para Ustadzah*...


Siang itu di salah satu asrama yang ditempati oleh para Ustadzah Pondok ada 1 Ustadzah bercadar yang sedang menjemur pakaian di siang hari. Ustadzah itu juga memiliki anak perempuan yang bercadar pula, anak dari Ustadzah itu bisa dibilang seumuran dengan Syifa.


Karena melihat ibunya yang sedang kepanasan karena menjemur baju, sang anak pun menghampiri mama nya sambil membawa payung.


"Untuk mamaa,,, biar mama nggak kepanasan", ucap si anak sambil memberikan payung berwarna hijau. Ustadzah itu pun menatap si buah hati tercinta sambil berjongkok dihadapannya.


" Terima kasih sayang,,, mama nggak apa apa kok,,, Afifah duduk aja di situ,,, biar Afifah yang nggak kepanasan ", jawab Ustadzah itu kepada anak nya yang bernama Afifah.


Dengan wajah tersenyum dibalik cadar hitam yang ia kenakan, si gadis kecil itu meletakkan payung hijau itu diatas rumput hijau yang ada dibawah nya lalu mengambil satu baju dan memberikan ke mama nya untuk di jemur. Si Ustadzah pun juga tersenyum karena si buah hati sudah mau membantu nya.


...****************...


*membuka mata*


"Hufff"

__ADS_1


Farhan pun terbangun dari tidurnya tapi tidak langsung bangkit tapi melihat jam dinding, jam menunjukkan pukul 14:00 WIB.


"Masih ada waktu untuk Shalat Dzuhur", batin Farhan.


Mengetahui bahwa ada Syifa yang sedang tidur sambil memeluk dirinya, Farhan hanya tersenyum dan perlahan memiringkan tubuhnya supaya menghadap ke arah Syifa.


Dan Farhan pun perlahan mencolek pipi nya Syifa tanpa cadar yang menutupi nya... Setelah sebentar menjahili Syifa, perlahan Farhan melepaskan pelukan Syifa padanya.


Lalu dengan perlahan tanpa menimbulkan suara, Farhan pun bangun dari tempat tidur. Ia pun hendak keluar kamar dan ingin ke kamar mandi untuk ambil wudhu dan melaksanakan Shalat Dzuhur.


...----------------...


Selesai Shalat Dzuhur, Farhan tidak langsung kembali ke kasur nya melainkan duduk bersila lalu termenung.


Lalu perlahan melirik ke arah Syifa yang masih terlelap tidur di kasur...


"Tadi, waktu aku keluar dari dimensi,,, aku melihat sekilas seorang anak kecil bercadar sedang berlari lari seperti dikejar sesuatu,,, ", batin Farhan.

__ADS_1


" Dan anak kecil itu mirip sekali dengan Syifa,,, siapa dia?", lanjutnya.


__ADS_2