
*Rumah Pak Kyai*
Setelah sampai di depan rumah Pak Kyai, Ustadz Rozak pun langsung buru buru mengetuk pintu sambil mengucapkan salam...
"Assalamu'alaikum Pak Kyai,,,"
Suara ketukan pintu pun terdengar berturut turut dari dalam rumah, Pak Kyai Hasyim dan Bu Nyai Aini pun bergegas keluar untuk melihat siapa yang datang.
"Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh,,, ", jawab salam Pak Kyai dan Bu Nyai. Ustadz Rozak pun langsung mencium tangan Pak Kyai.
" Ada apa kamu kok buru buru gitu,,,?", tanya Pak Kyai.
"Hah hah, maaf Pak Kyai.. I itu,, Farhan", jawab Ustadz Rozak terbata bata.
" Ada apa dengan Farhan,,, bukannya dia sama Rohman sedang latihan silat sama kamu?", tanya Pak Kyai.
"Be betul Pak Kyai,,, tapi barusan ada kasus... ", jawab Ustadz Rozak.
__ADS_1
Ustadz Rozak pun perlahan lahan menceritakan apa yang barusan terjadi sehingga membuat Farhan marah kepada para ikhwan.
" Astaghfirullah Hal'adzim Ya Allah,,, mas, ayo kita lihat ke lapangan ", ucap Bu Nyai.
" I iya iya", jawab Pak Kyai bergegas menutup pintu rumah.
Pak Kyai, Bu Nyai, dan Ustadz Rozak pun bergegas menuju lapangan silat untuk menenangkan Farhan yang sedang lepas kendali.
*Lapangan Silat Ikhwan*
Saat Farhan ingin memukul ikhwan itu untuk terakhir kalinya sebagai pelajaran terakhir, tiba tiba ada yang berteriak ke arah Farhan supaya menghentikan aksi nya.
Dari kejauhan ada seorang santri senior bersama ke 5 teman nya yang berjalan menuju Farhan, santri senior dengan setelan baju silat beserta juga dengan sabuk nya.
"Jangan mentang mentang kamu keponakan nya Pak Kyai, jadi kamu bisa semena mena di Pondok ini", ucap santri senior itu kepada Farhan.
" Siapa antum?,, "tanya singkat Farhan.
__ADS_1
"Ana Abdul,,, kakak nya Kifli yang mau kamu pukul barusan", jawab Santri senior itu yang merupakan kakak dari ikhwan yang hendak di pukul oleh Farhan.
" Kalau ada masalah bisa dibicarakan baik baik, nggak usah pakai kekerasan", ucap Abdul.
"Adik antum sudah berani memfitnah Rohman teman saya, setelah di selidiki sama Ustadz Rozak bahwa pelaku sebenarnya adalah adik antum, dia malah tidak mau mengaku", ucap Farhan.
" Dan adik antum,,, sudah terbukti salah tidak mau mengaku, dan juga tidak ada rasa bersalah, dan juga tidak ada niatan untuk minta maaf kepada Rohman", lanjut Farhan.
Sejenak suasana menjadi hening,,,
"Jangan bilang kalau antum mau melindungi adik antum yang bersalah?", tanya Farhan.
Tak berapa lama ada santri senior yang lain datang ke lapangan, santri senior itu adalah teman teman nya Abdul.
" Bawa Kifli dan teman teman nya ke ruang rawat", perintah Abdul kepada teman teman nya yang baru datang.
Seperti layak nya seorang anak buah yang patuh dengan perintah bos nya, teman teman nya Abdul pun menurut untuk membawa Kifli dan teman teman nya ke ruang rawat.
__ADS_1
"Aku sudah muak dengan semua ini,,, kalau kamu mau bertarung, lawan saya!! ", ucap Abdul memang kuda kuda.
Inilah pertama kali nya Farhan benar benar lepas kendali, ia tidak bisa menahan emosi nya. Dan hal itu membuat aura yang ada di tubuh Farhan keluar, yang tadi nya hanya sekitar 50, kali ini aura nya keluar seluruh nya.