
...****************...
Setelah Shalat Ashar berjamaah, Rohman dan Syafi'i tidak pernah lepas, mereka selalu berdua dan selalu nempel satu sama lain. Kini duo Ustadz terfavorit di Ponpes Miftahul Huda telah bersatu kembali, dulu Rohman dan Syafi'i memang Ustadz pertama saat masih zaman Farhan masih remaja, dan sekarang mereka telah dewasa.
Rohman dan Syafi'i berjalan jalan di area Pondok Ikhwan, mereka pergi ke tempat tempat yang dulu sering mereka datangi, bahkan sebelum ada banyak taman di Ponpes Miftahul Huda.
Tentunya kedua nya telah menarik perhatian para santri ikhwan, karena setelah kedatangan Farhan ada seorang pemuda bersorban putih yang datang ke Ponpes Miftahul Huda lagi, dan kini para santri melihat bahwa Rohman juga menggunakan sorban putih, tapi Rohman melingkar kan sorban nya di leher.
Dan dari kejauhan ada seorang akhwat bercadar yang sedang memperhatikan Rohman dan Syafi'i yang sedang duduk di bangku di bawah pohon. Akhwat bercadar itu tak lain adalah Ukhty Wulan, yang sedang memperhatikan pria yang ia kagumi selama ini.
"Ya Allah,,, seneng banget bisa melihat Ustadz Rohman tertawa bahagia seperti sekarang ini,,, apalagi ada Akhy Syafi'i yang baru datang ke Pondok ", batin Ukhty Wulan.
" Kata Pak Kyai,,, Ustadz Rohman sudah mendapatkan gelar nya lagi sebagai 'Ustadz Pondok', di tambah Ustadz Rohman juga dikasih sorban sama Pak Kyai ".
......................
" Rohman,,, mas Farhan mana?"
"Hmm,,, entah, udah beberapa hari ini aku nggak lihat dia"
"Kata Pak Kyai dan Bu Nyai,,, mas Farhan nggak ada di Pondok,,, dia lagi keluar karena ada urusan", ucap Syafi'i.
__ADS_1
" Keluar Pondok?... Kenapa mas Farhan nggak bilang ke aku?, ucap Rohman.
"Untuk apa bilang ke kamu,,, memangnya kamu ada hak apa untuk mengetahui kehidupan nya mas Farhan, sampai mas Farhan mau keluar harus bilang dulu ke kamu?", ucap Syafi'i.
"Hmm,,, hehe,,, aku nggak ada hak apa apa sih,,, hehe", jawab Rohman malu.
"Oh iya Rohman,,, kamu suka sama Wulan?", pertanyaan Syafi'i yang mendadak membuat Rohman terdiam dan memerah wajahnya.
" Hmm,,, itu,, aku,, aku cuma,,, anu", Rohman pun menjadi sangat grogi karena mendapat pertanyaan dari Syafi'i.
"Seperti nya dari sikap mu memang benar kalau kamu ada rasa sama Wulan,,, nggak apa apa kok Rohman,,,, jujur aku juga punya perasaan sama salah seorang akhwat bercadar di Pondok ini", ucap Syafi'i.
...****************...
" Apanya yang lemah, padahal para preman disini adalah yang ditakuti,,, bisa bisa nya anak Pondok ini menghajar mereka dengan sangat mudah", batin pemimpin preman.
Karena ancaman dari Farhan, pemimpin preman itu pun membawa Farhan ke tempat markas markas para preman di daerah situ tanpa ada senjata untuk pertahanan diri.
Sudah 3 kelompok preman yang ditaklukkan oleh Farhan seorang, dan pemimpin preman tidak berani mengganggu Farhan saat sedang memukul para preman preman itu.
"Sebenarnya,,, siapa psikopat ini?. Padahal aku yakin dia anak Pondok,,, dan aku juga tahu kalau anak Pondok juga diajari silat,, tapi apa mungkin ilmu silat anak ini se mengerikan itu? ", batin pemimpin preman merinding.
__ADS_1
" Dimana lagi markas preman nya?", tanya Farhan.
Karena preman itu sedang memikirkan sesuatu, ia pun tidak fokus dan tidak mendengar ucapan Farhan...
"Hei om preman!,,, ", kali ini Farhan memanggilnya lumayan keras.
" I iya mas?... ", pemimpin preman itu pun tersadar dan langsung terkejut karena suara Farhan yang kencang.
" Apakah ada banyak markas preman lagi?", tanya Farhan.
"Ng nggak banyak,,, tinggal 1 kelompok preman yang ditakuti di daerah ini,,, ", jawab pemimpin preman.
" Berhenti,,,! "
Tiba tiba Farhan pun menghentikan langkahnya dan mengisyaratkan kepada pemimpin preman juga untuk berhenti,,,
"A ada apa mas?", tanya pemimpin preman itu.
" Apakah itu markas preman terakhir yang om maksud?", tanya Farhan menunjuk ke sebuah arah.
"I iya mas,,, ", jawab pemimpin preman.
__ADS_1
" Om tunggu sini aja,, biar saya sendiri yang 'main' kesana,,, ", ucap Farhan langsung melangkah kan kaki nya menuju ke arah bangunan kosong yang merupakan markas para preman.
" Kenapa aura anak Pondok ini berbeda dengan tadi,,, aura yang sekarang lebih menakutkan,,, merinding jadinya,, "ucap pemimpin preman.