
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah berpamitan kepada Zahra dan teman teman nya, Farhan segera kembali ke rumah lagi untuk berkemas. Ia tidak ada waktu lagi untuk bersantai santai keliling Pondok.
Dipersimpangan jalan kecil Pondok itu Farhan pun berpapasan dengan Utsman,,,
"Dari mana kamu?", tanya Farhan dingin.
" Habis bertemu sama Ustadzah Indah mas", jawab Utsman juga dingin.
"Ada keperluan apa dia?", tanya Farhan lagi.
" Hmm,,, nggak,,, nggak penting sih mas,, hehe", jawab Utsman sedikit ragu.
"Mas Farhan sendiri habis darimana?", tanya balik Utsman.
Tanpa sadar Farhan sedikit menunjuk ke sebuah arah lalu terdiam, Utsman pun juga terdiam dan melihat arah yang ditunjuk oleh Farhan,,,
" Mas Farhan habis ngapain ke asrama nya santri akhwat?", tanya Utsman penasaran.
"Apa urusan mu?", setelah terdiam beberapa waktu Farhan kembali tersadar dan bertanya balik dengan ekspresi dingin dan tatapan yang tajam.
" Ng nggak mas,,, ", Utsman pun mulai merinding dan menelan ludahnya sendiri.
" Ayo balik,,, kita berkemas,,, habis Ashar kita akan keluar ", ucap Farhan langsung berjalan.
"Siap mas", jawab Utsman langsung mengikuti Farhan dari belakang.
...****************...
__ADS_1
Sesampainya dirumah kedua pemuda bersorban itu segera masuk ke kamarnya masing masing dan mulai mengemasi barang barang mereka.
Suasana rumah masih cukup hening karena Pak Kyai dan Bu Nyai belum kembali, tapi sudah mulai ada para santri yang lalu lalang di depan rumah membuat suasana hening sedikit ramai.
Kurang lebih 15 menit kedua pemuda itu berada di kamar dan mengemasi barang barangnya, dan tak lama kemudian keduanya keluar diwaktu yang sama sambil menggendong tas besarnya masing masing.
Mereka berdua menaruh tasnya di sofa ruang depan, mereka pun mulai duduk bersama dan seperti sedikit kelelahan setelah berkemas.
"Assalamu'alaikum "
"Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh"
Beberapa menit kemudian terdengar suara membuka pintau dan mengucapkan salam, kedua pemuda itu melihat sekilas sambil menjawab salam dan rupanya sang bibi telah pulang dengan beberapa berkas di tangan nya.
Sang bibi yang melihat kedua keponakan nya itu sedang duduk di sofa hanya tersenyum, lalu menghela nafas setelah melihat tas milik keduanya sudah berada di samping mereka masing masing di atas sofa.
"Udah nggak sabar ya mau ninggalin bibi,, hm?", ucap sang bibi mengelus bahu Farhan dan Utsman.
" Bukan begitu bi,,, Utsman sama mas Farhan kan cuma berkemas dan akan pergi nanti sore,,, kita beberes sekarang supaya nanti nggak buru buru,,, soalnya kita pergi kan habis Ashar ", jawab Utsman tersenyum.
" Huff,,, iya juga ya", sang bibi pun hanya bisa menghela nafas.
"Kalian belum sarapan kan ya,,, bibi buatin sarapan ya", ucap sang bibi sembari berjalan menuju dapur.
Sekilas kedua pemuda bersorban itu saling pandang, Utsman hanya tersenyum kecil dan Farhan walau wajahnya tertutup sorban nampaknya ia juga sedikit tersenyum lalu mengangguk.
Keduanya pun berdiri dan mengikuti sang bibi ke dapur untuk membantu membuat sarapan...
......................
__ADS_1
......................
Kedua pemuda bersorban itu nampak sedang berdiri di pintu dapur sambil memperhatikan sang bibi yang sedang menaruh bahan bahan masakan di meja dan memilih nya.
Nampak sangat banyak sekali bahan bahan itu, ada juga ayam dan ikan, nampak nya sang bibi akan masak masakan yang banyak untuk kedua keponakan nya itu.
Farhan dan Utsman sepemikiran, sepertinya memang benar sang bibi ingin membuat makanan kesukaan mereka berdua. Mereka sedikit terharu karena sang bibi masih mengingat makanan favorit mereka berdua.
Tanpa mengucapkan apapun kedua pemuda itu langsung ikut membantu memilih bahan bahan, mulai dari memilih bawang lalu mengupasnya, dan juga mencuci bersih bahan bahan yang hendak dibuat bumbu.
"Eh,,, udah udah,,, biar bibi aja,,, kalian istirahat aja di depan,,, biar bibi yang masak untuk kalian", ucap bibi Anjani bingung kenapa keponakan nya ikut ke dapur dan tiba tiba membantu memasak.
" Nggak apa bi,,, kita bantu", ucap Utsman fokus memilih dan memotong bawang.
"Kapan lagi bisa masak sama bibi Anjani di dapur", ujar Farhan.
Bibi Anjani pun terdiam, matanya bergetar dan mulai meneteskan air mata. Ia segera menghentikan kegiatan Farhan dan Utsman lalu memeluk keduanya dengan erat.
Kedua pemuda bersorban itu pun hanya tersenyum dan memeluk sang bibi dengan pelukan hangat,,,
"Sebenarnya bibi masih kangen sama kalian berdua", ucap bibi menangis.
" Udahlah bi,,, dapur bibi jaraknya lumayan dekat dengan beberapa asrama santri akhwat,,, kalau mereka dengar bibi nangis,,, mereka pasti akan mikir yang nggak nggak ", ucap Farhan menenangkan sang bibi.
Setelah beberapa saat bibi Anjani pun mulai tenang dan melepaskan pelukannya, ia membersihkan air matanya lalu tersenyum.
" Biar kita bantu bibi masak", ucap Utsman, dan sang bibi pun mengangguk.
Mereka bertiga mulai memasak bersama, kehangatan itu sudah sangat jarang terjadi, Farhan dan Utsman tidak mau melewatkan momen hangat tersenyum bersama sang bibi tercinta.
__ADS_1